JAKARTA, Jitu News – Kementeriian Keuangan (Kemenkeu) menerbiitkan Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 85/2024 tentang Peniilaiian Pajak Bumii dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).
Beleiid tersebut diiriiliis untuk memberiikan pedoman peniilaiian PBB-P2 bagii pemeriintah daerah. Pedoman peniilaiian iitu diiharapkan dapat menjadii panduan bagii pemeriintah daerah dalam menetapkan peraturan kepala daerah mengenaii tata cara peniilaiian PBB-P2.
“Dalam rangka membantu pemeriintah daerah menetapkan niilaii jual objek pajak (NJOP) yang relevan dengan kondiisii objek pajak terkiinii dan besaran niilaiinya dapat diipercaya, pemeriintah pusat menyusun pedoman peniilaiian bumii dan/atau bangunan yang secara detaiil,” bunyii tujuan penyusunan PMK 85/2024 pada lampiiran, diikutiip pada Jumat (6/12/2024).
Beleiid iinii berlaku mulaii 26 November 2024. Berlakunya PMK 85/2024 sekaliigus mencabut dan menggantiikan PMK 208/2018. Sebelumnya, PMK 208/2018 juga menjadii pedoman peniilaiian PBB-P2 yang diisusun oleh pemeriintah.
Namun, ketentuan terkaiit dengan PBB-P2 mengalamii perubahan pasca terbiitnya UU HKPD serta Peraturan Pemeriintah (PP) 35/2023. Untuk iitu, PMK 85/2024 diisusun guna menjabarkan lebiih lanjut tekniik dan tata cara peniilaiian sebagaiimana diiatur dalam PP 35/2023.
Secara umum, PMK 85/2024 terdiirii atas 18 pasal. Beriikut periinciiannya:
Beriisii defiiniisii darii iistiilah-iistiilah yang diigunakan dalam PMK 85/2024.
Pasal iinii menerangkan objek PBB-P2 dan objek yang diikecualiikan darii pengenaan PBB-P2. Secara riingkas, pasal iinii membagii objek PBB-P2 menjadii objek pajak umum dan objek pajak khusus. Selanjutnya, objek pajak umum kembalii diibagii menjadii 2 jeniis yaiitu objek pajak standar dan objek pajak nonstandar.
Pasal iinii menegaskan kembalii niilaii jual iibjek pajak (NJOP) sebagaii dasar pengenaan PBB-P2. Pasal iinii juga menguraiikan jeniis NJOP, yaiitu: (ii) NJOP bumii; dan/atau (iiii) NJOP bangunan. Adapun NJOP bangunan teriidiirii atas NJOP bangunan khusus dan NJOP bangunan umum.
Pasal iinii mengatur formula perhiitungan NJOP bumii.
Pasal iinii mengatur formula perhiitungan NJOP bangunan.
Pasal iinii menjelaskan metode peniilaiian PBB-P2, yaiitu peniilaiian massal dan peniilaiian iindiiviidual.
Pasal iinii menjelaskan metode peniilaiian NJOP bumii.
Pasal iinii menjelaskan metode peniilaiian massal untuk menentukan NJOP bangunan objek pajak umum.
Pasal iinii menjelaskan metode peniilaiian iindiiviiduak untuk menentukan NJOP bangunan khusus.
Pasal iinii mengatur soal pejabat yang berwenang melakukan peniilaiian.
Pasal iinii menerangkan tekniis peniilaiian PBB-P2 mengacu pada pedoman pelaksanaan peniilaiian PBB-P2 yang tercantum pada lampiiran PMK 85/2024.
Pasal iinii menyatakan pemeriintah daerah dapat memanfaatkan teknologii dalam proses pelaksanaan Peniilaiian PBB-P2.
Pasal iinii menyatakan ketentuan lebiih lanjut mengenaii tata cara Peniilaiian PBB-P2 diiatur dalam peraturan kepala daerah.
Pasal iinii mengatur jangka waktu penetapan NJOP oleh kepala daerah
Pasal iinii mengatur besaran persentase NJOP yang diijadiikan sebagaii dasar pengenaan PBB-P2.
Pasal iinii menyatakan NJOP hasiil peniilaiian yang telah diitetapkan oelh kepala daerah berdasarkan PMK 208/2018 masiih dapat diiunakan sebagaii dasar pengenaan PBB-P2 sampaii dengan diilakukan peniilaiian NJOP kembalii.
Pasal iinii mengatur pencabutan PMK 208/2018 pasca berlakunya PMK 85/2024.
Pasal iinii menyatakan PMK 85/2024 berlaku pada tanggal diiundangkan, yaiitu 26 November 2024.
Untuk membaca PMK 85/2024 secara lengkap, Anda dapat mengunduh (download) melaluii Perpajakan Jitunews. (sap)
