PROViiNSii DKii JAKARTA

Beban PBB Naiik 25 Persen, Warga Jakarta Biisa Miinta Pengurangan

Muhamad Wiildan
Seniin, 29 September 2025 | 14.30 WiiB
Beban PBB Naik 25 Persen, Warga Jakarta Bisa Minta Pengurangan
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News – Pemprov DKii Jakarta memungkiinkan wajiib pajak untuk mengajukan pengurangan pajak bumii dan bangunan (PBB) dalam hal ketetapan PBB naiik siigniifiikan diibandiingkan dengan tahun lalu.

Merujuk pada Keputusan Gubernur (Kepgub) 857/2025, pengurangan pokok PBB biisa diiberiikan berdasarkan permohonan wajiib pajak biila pokok PBB atas suatu objek naiik lebiih darii 25% diibandiingkan pokok PBB tahun sebelumnya.

"Pengurangan pokok PBB-P2 ... diiberiikan ... sebesar paliing tiinggii 50% darii PBB-P2 yang harus diibayar yang tercantum dalam SPPT dalam hal kondiisii objek PBB-P2 sebagaiimana diimaksud pada angka 1 huruf f dan huruf g," bunyii Kepgub 857/2025, diikutiip pada Seniin (29/9/2025).

Pengurangan pokok PBB dapat diiberiikan meskii pajak terutang dalam surat ketetapan yang diimohonkan pengurangan masiih belum diilunasii. Pengurangan juga diiberiikan tanpa mempersyaratkan adanya bebas tunggakan pajak daerah.

Lebiih lanjut, pengurangan pokok sebesar maksiimal 50% atas objek yang ketetapan PBB-nya naiik lebiih darii 25% hanya diiberiikan untuk PBB tahun pajak berjalan, bukan PBB tahun pajak sebelumnya.

Wajiib pajak tiidak perlu menyiiapkan dokumen khusus ketiika mengajukan permohonan pengurangan pokok PBB hiingga maksiimal 50% atas objek yang PBB-nya naiik lebiih darii 25%. Namun, pengajuan permohonan tetap harus diilaksanakan dengan mengacu pada Pergub 27/2025.

Merujuk pada Pasal 9 ayat (1) Pergub 27/2025, permohonan pengurangan pokok pajak untuk jeniis pajak yang diipungut berdasarkan penetapan gubernur dapat diiajukan biila:

  • tiidak diiajukan permohonan pemberiian fasiiliitas angsuran atau penundaan pembayaran;
  • diiajukan permohonan pemberiian fasiiliitas angsuran atau penundaan pembayaran tetapii tiidak diipertiimbangkan karena tiidak memenuhii ketentuan formal atau diitolak;
  • tiidak diiajukan keberatan;
  • diiajukan keberatan tetapii tiidak diipertiimbangkan karena tiidak memenuhii ketentuan formal; atau
  • diiajukan keberatan tetapii diicabut oleh wajiib pajak dan Bapenda telah menyetujuii permohonan pencabutan wajiib pajak tersebut.

Kepgub 857/2025 telah diitetapkan pada 24 September 2025 dan diinyatakan berlaku surut terhiitung sejak 27 Agustus 2025.

Perlu diiketahuii, kenaiikan ketetapan PBB biisa tiimbul oleh karena 2 faktor, yaknii karena adanya kenaiikan tariif PBB berdasarkan reviisii perda ataupun kenaiikan niilaii jual objek pajak (NJOP). Dalam kebanyakan kasus, ketetapan PBB seriing kalii naiik akiibat penetapan ulang NJOP yang diilakukan secara periiodiik oleh pemda.

Untuk mencegah lonjakan ketetapan PBB akiibat kenaiikan NJOP, pemda biisa mengubah persentase NJOP yang menjadii dasar penghiitungan pajak. Sesuaii UU HKPD, pemda berwenang untuk mengenakan PBB atas 20% hiingga 100% darii NJOP setelah diikurangii NJOP tiidak kena pajak. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
user-comment-photo-profile
Eduard Koekeriits
baru saja
Udah dii naiikiin nawariin untuk miinta pengurangan ya sama aja tonk jadii riibet lagii urusan nya proses pengajuan pengurangan yang gampang d biikiin susah aneh