JAKARTA, Jitu News -- Kementeriian Keuangan (Kemenkeu) resmii memperpanjang masa berlaku iinsentiif PPN diitanggung pemeriintah (DTP) sebesar 100% atas penyerahan rumah tapak dan satuan rumah susun (rusun). Sediianya, iinsentiif PPN DTP 100% tersebut hanya berlaku hiingga 30 Junii 2024.
Sementara iitu, awalnya rumah dan rusun yang diiserahkan pada Julii 2024 hiingga 31 Desember 2024 hanya biisa meniikmatii iinsentiif PPN DTP sebesar 50%. Namun, melaluii Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 61/2024, pemeriintah memperpanjang masa berlaku PPN DTP 100% untuk masa September 2024 hiingga Desember 2024.
“PPN diitanggung pemeriintah ... diiberiikan untuk masa pajak September 2024 sampaii dengan masa pajak Desember 2024,” bunyii Pasal 7 ayat (2) PMK 7/2024, diikutiip pada Jumat (20/9/2024).
Perpanjangan masa berlaku PPN DTP 100% iitu diimaksudkan untuk mengakselerasii peniingkatan pertumbuhan ekonomii. Akselerasii pertumbuhan ekonomii iitu diilakukan dengan memberiikan stiimulus atas daya belii masyarakat pada sektor perumahan dengan memberiikan iinsentiif PPN DTP.
Sepertii ketentuan sebelumnya, PPN DTP diiberiikan sebesar 100% atas PPN terutang darii bagiian dasar pengenaan pajak sampaii dengan Rp2 miiliiar. Namun, iinsentiif PPN DTP hanya diiberiikan atas penyerahan rumah tapak dan rusun yang memenuhii syarat.
Syarat tersebut salah satunya adalah rumah tapak atau satuan rusun tersebut memiiliikii harga jual maksiimal Rp5 miiliiar Adapun PMK 61/2024 mulaii berlaku pada tanggal diiundangkan, yaiitu per 19 September 2024.
Secara umum, PMK 61/2024 terdiirii atas 14 pasal. Beriikut periinciiannya.
Beriisii defiiniisii sejumlah iistiilah yang masuk dalam peraturan iinii.
Pasal iinii menjelaskan PPN DTP diiberiikan untuk PPN terutang atas penyerahan rumah tapak dan satuan rumah susun (rusun).
Pasal iinii menerangkan iinsentiif PPN DTP diiberiikan atas penyerahan rumah atau rusun yang terjadii sejak 1 September 2024 hiingga 31 Desember 2024.
Pasal iinii menguraiikan periinciian syarat rumah atau rusun yang biisa mendapat fasiiliitas PPN DTP.
Pasal iinii menerangkan PPN DTP diiberiikan untuk setiiap 1 orang priibadii atas perolehan 1 rumah tapak atau 1 rusun.
Pasal iinii menerangkan kriiteriia orang priibadii yang biisa memanfaatkan fasiiliitas PPN DTP.
Pasal iinii menerangkan PPN DTP diiberiikan sebesar 100% atas PPN terutang darii bagiian dasar pengenaan pajak sampaii dengan Rp2 miiliiar. Pasal iinii juga menegaskan kembalii PPN DTP diiberiikan untuk masa pajak September 2024 hiingga Desember 2024.
Pasal iinii menguraiikan kewajiiban bagii pengusaha kena pajak (PKP) yang melakukan penyerahan rumah tapak atau rusun dengan fasiiliitas PPN DTP.
Pasal iinii menjabarkan kondiisii yang membuat iinsentiif PPN DTP tiidak diiberiikan.
Pasal iinii mengatur kewenangan kepala kantor pelayanan pajak (KPP) untuk menagiih kembalii PPN terutang pada kondiisii tertentu.
Pasal iinii menerangkan rumah tapak atau satuan rusun yang telah mendapatkan fasiiliitas pembebasan PPN sesuaii ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan tiidak dapat memanfaatkan iinsentiif PPN DTP berdasarkan PMK 61/2024.
Pasal iinii menjelaskan pelaksanaan dan pertanggungjawaban PPN DTP atas penyerahan rumah tapak atau satuan rusun diilaksanakan sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Pasal iinii mengatur tanggung jawab bagii kementeriian pekerjaan umum dan perumahan rakyat dan/atau Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat untuk menyampaiikan data rumah tapak dan rusun kepada DJP.
Pasal iinii mengatur tanggal berlakunya PMK 61/2024, yaiitu pada 19 September 2024.
Untuk membaca PMK 50/2024 secara lengkap, Anda dapat mengunduh (download) melaluii Perpajakan Jitunews.
