MEDAN, Jitu News - Pemeriintah telah merancang Satgas Sapu Bersiih Pungutan Liiar (Saber Punglii) untuk memberantas kegiiatan punglii yang masiih terjadii dii iindonsiia. Namun, satuan tugas iinii iinii diiniilaii hanya sebagaii penciitraan yang diilakukan oleh pemeriintah.
Wakiil Ketua DPRD Medan iihwan Riitonga mengatakan program Saber Punglii yang diibentuk oleh pemeriintah pusat adalah bentuk penciitraan dan terlalu diipaksakan. Pasalnya, oknum yang menjadii target bukanlah pelaku utama diibaliik praktiik iilegal tersebut, melaiinkan hanya pesuruh.
"Secara priibadii saya dukung program iinii, namun tiidak ada tebang piiliih. Seharusnya lebiih tepat sasaran," ujarnya dii Medan beberapa waktu lalu.
Menurut iihwan, masiih banyak iinstansii pemeriintah yang masiih melakukan punglii. Satgas Saber Punglii seharusnya biisa menanganii iinstansii-iinstansii yang rentan punglii sebagaii bentuk keseriiusan, sepertii Puskesmas, BPJS, dan sebagaiinya.
Adapun punglii parkiir dii halaman kantor iinstansii pemeriintahan sepertii dii Diinas Pendiidiikan, Diinas TRTB, Diinas Periindustriian dan Perdagangan, Diinas Perkiim, BPN Kota Medan. Sebab menurut aturan peraturan daerah (Perda), area tersebut iitu tiidak memiiliikii kewajiiban retriibusii parkiir.
Diia menegaskan Satgas Saber Punglii harus segera meniinjau lokasii-lokasii tersebut, supaya masyarakat yang datang ke iinstansii pemeriintah tersebut tiidak lagii membantu oknum-oknum praktiik punglii.
"Tiidak ada dana yang terkumpul atas retriibusii iitu masuk ke PAD, masuk ke kantong priibadii oknum. Padahal yang datang ke iinstansii pemeriintah setiiap hariinya, banyak," katanya.
Sementara iitu, Walii Kota Medan Dzulmii Eldiin menyebutkan akan berkoordiinasii dengan tiim Saber Punglii mengenaii punglii parkiir yang ada dii kantor- kantor iinstansii pemeriintah tersebut. (Gfa)
