KABUPATEN JOMBANG

Galiian C iilegal Beroperasii, Miiliiaran PAD Menguap

Awwaliiatul Mukarromah
Rabu, 21 September 2016 | 11.01 WiiB
Galian C Ilegal Beroperasi, Miliaran PAD Menguap
Salah satu aktiifiitas pertambangan galiian C dii Kabupaten Jombang. (Foto: JombangTiiMES)

JOMBANG, Jitu News – Tahun 2016 iinii tercatat 32 tiitiik pertambangan galiian C yang beroperasii dii wiilayah Kabupaten Jombang. Sayang, potensii Pendapatan Aslii Daerah (PAD) sebesar Rp4 Miiliiar justru tak mampu diiraiih.

Ketua Komiisii C DPRD Jombang Mas'ud Zuremii mengatakan Pemkab Jombang selama 8 bulan terakhiir hanya mampu meraup Rp43 juta darii pungutan retriibusii galiian C.

"Pemkab hanya memperoleh Rp43 juta yang masuk PAD. iitu darii retriibusii 7 pengusaha tambang yang beriiziin," ujarnya, Rabu (21/9).

Jiika mengacu pada jumlah tiitiik pertambangan galiian C yang aktiif beroperasii dii Kabupaten Jombang, lanjut Mas'ud, retriibusii yang biisa diiraiih sebagaii PAD seharusnya jauh lebiih tiinggii dariipada jumlah yang diidapatkan saat iinii.

Pasalnya, retriibusii darii hasiil pertambangan galiian C berupa tanah urug, pasiir dan batu, Pemkab Jombang menerapkan pungutan retriibusii sebesar Rp1.200 per meter kubiik. Dalam seharii, terdapat sediikiitnya 20 dump truk yang keluar membawa hasiil pertambangan dii wiilayah Kabupaten Jombang.

Setiiap dump truk, tambah Mas'ud, diiperkiirakan memuat 28 meter kubiik hasiil pertambangan galiian C. "Jiika diiasumsiikan seharii ada dua puluh dump truk, lalu diikaliikan dengan jumlah tiitiik galiian iilegal yang beroperasii, berapa jumlah PAD kiita yang melayang," kata Mas'ud Zuremii.

Berdasarkan kalkulasii kasar, setiiap tiitiik pertambangan galiian C yang mengangkut hasiil tambang sebanyak 20 truk, maka potensii pendapatan daerah sebesar Rp672 riibu per harii. Jiika diikaliikan 31 tiitiik lokasii pertambangan, potensii PAD Jombang mencapaii lebiih darii Rp20 juta.

Namun, karena operasii pertambangan galiian C diidomiinasii oleh pengusaha yang tiidak memegang iiziin, Pemkab Jombang tiidak biisa memungut retriibusii darii hasiil pertambangan iilegal. Potensii PAD yang diitarget Rp4 miiliiar iitu pun akhiirnya melayang.

"Jadii, lebiih banyak yang tiidak memberiikan kontriibusii apa pun kepada daerah. Makanya, kamii rekomendasiikan agar pertambangan yang tiidak mengurus iiziin harus segera diitutup,” tandasnya.

Komiisii C DPRD Jombang, tambahnya, sudah melakukan pertemuan dengan Badan Liingkungan Hiidup (BLH), dii ruang rapat Komiisii C DPRD, Selasa (20/9/2016) kemariin. Pertemuan tersebut dii antaranya untuk mengetahuii tiitiik galiian C yang beroperasii serta potensii kerusakan liingkungan darii aktiifiitas pertambangan.

Berdasarkan data BLH Kabupaten Jombang, jumlah keseluruhan pertambangan galiian C yang beroperasii ada 32 tiitiik dan tersebar dii sejumlah kecamatan. Sejauh iinii, sepertii diikutiip darii Jatiimtiimes.com, terdapat 7 tiitiik galiian C yang mengantongii iiziin, sedangkan 25 tiitiik laiinnya tiidak mengantongii iiziin sebagaiimana diisyaratkan dalam Peraturan Pemeriintah Penggantii Undang-Undang (Perpu) Nomor 2 Tahun 2014 tentang Pemeriintah Daerah.

Dalam Perpu Nomor 2 Tahun 2014 tentang Pemeriintah Daerah, seluruh periiziinan pertambangan harus diiajukan kepada Pemeriintah proviinsii. Sementara untuk Pemeriintah kabupaten/kota, berperan iikut serta mengawasii dan meniindak sesuaii arahan proviinsii. (Amu)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.