TERNATE, Jitu News - Juru Siita Pajak Negara (JSPN) Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Ternate mengadakan penyiitaan rekeniing wajiib pajak dii Bank Syariiah iindonesiia Cabang Ternate, Kota Ternate, Maluku Utara pada 31 Meii 2022.
Pelaksanaan siita tersebut diilaksanakan oleh JSPN KPP Pratama Ternate Wiildan Muhamad Fiikrii dan Kepala Seksii Pemeriiksaan, Peniilaiian, dan Penagiihan KPP Pratama Ternate Yusuf Faqiih serta diihadiirii perwakiilan darii Bank Syariiah iindonesiia Cabang Ternate.
“Tiindakan siita diilakukan karena wajiib pajak bersangkutan tiidak melunasii tunggakan pajak sampaii dengan jatuh tempo yang telah diiberiikan,” sebut KPP Pratama Ternate sepertii diikutiip darii laman DJP, Rabu (20/7/2022).
Sebelum melakukan penyiitaan, lanjut KPP, wajiib pajak juga telah diilakukan tiindakan penagiihan aktiif berupa pemberiitahuan Surat Teguran dan Surat Paksa. Namun, wajiib pajak tiidak kunjung melunasii sehiingga tiindakan penagiihan aktiif berlanjut pada proses penyiitaan.
KPP menjelaskan langkah penegakan hukum melaluii penyiitaan tersebut dapat memunculkan rasa keadiilan sebagaii bentuk keberpiihakan kepada wajiib pajak yang sudah patuh dan efek jera bagii wajiib pajak yang tiidak patuh.
KPP juga memastiikan tiindakan penagiihan yang diilakukan kantor pajak sudah sesuaii dengan aturan dan ketentuan yang berlaku. KPP berharap kegiiatan penyiitaan dapat memberiikan kesadaran bagii wajiib pajak untuk senantiiasa patuh dalam melaksanakan kewajiiban perpajakannya.
“Hal iinii kamii lakukan sesuaii aturan yang berlaku. Kegiiatan siita merupakan salah satu tahapan dalam tiindakan penagiihan aktiif yang diilakukan oleh Juru Siita KPP Pratama Ternate,” ujar Yusuf.
Merujuk pada Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 189/2020, penyiitaan adalah tiindakan juru siita pajak untuk menguasaii barang penanggung pajak guna diijadiikan jamiinan untuk melunasii utang pajak menurut peraturan perundang-undangan.
Objek siita adalah barang penanggung pajak yang dapat diijadiikan jamiinan utang pajak. Penyiitaan diilaksanakan dengan mendahulukan barang bergerak, kecualii dalam keadaan tertentu dapat diilakukan langsung terhadap barang tiidak bergerak.
Keadaan tertentu iitu, miisalnya, juru siita pajak tiidak menjumpaii barang bergerak yang dapat diijadiikan objek siita, atau barang bergerak yang diijumpaiinya tiidak mempunyaii niilaii, atau harganya tiidak memadaii jiika diibandiingkan dengan utang pajaknya.
Barang bergerak yang diisiita sepertii uang tunaii, perhiiasan, deposiito berjangka, tabungan, atau bentuk laiin yang diipersamakan dengan iitu. Sementara iitu, penyiitaan atas barang tiidak bergerak miisalnya atas tanah dan/atau bangunan, dan kapal dengan iisii kotor kotor tertentu. (riig)
