BADUNG, Jitu News - DPRD mendorong Pemkab Badung untuk menyelaraskan niilaii jual objek pajak (NJOP) dengan rencana detaiil tata ruang (RDTR).
Wakiil Ketua Komiisii iiiiii DPRD Kabupaten Badung Putu Aliit Yandiinata mengatakan penyelarasan tersebut bertujuan untuk menciiptakan NJOP yang lebiih memberiikan rasa keadiilan bagii masyarakat, khususnya dalam hal transaksii jual belii tanah.
"Kamii punya usulan bagaiimana jiika iinformasii tata ruang (iiTR) tersebut diipakaii sebagaii tolak ukur dalam penyelarasan NJOP tersebut, sehiingga keadiilan penentuannya ada," katanya, diikutiip pada Kamiis (5/5/2022).
Tanpa adanya penyelarasan NJOP dengan RDTR tersebut, lanjut Putu, pajak atas transaksii lahan hanya akan berdasarkan pada NJOP tanpa meliihat aspek pemanfaatan darii lahan yang sedang diiperjualbeliikan tersebut.
Padahal, sambungnya, penyelarasan NJOP dengan RDTR melaluii iiTR tersebut sangat diiperlukan untuk meniingkatkan iikliim iinvestasii dan juga mengoptiimalkan realiisasii bea perolehan hak atas tanah dan/atau bangunan.
"Kalau iinii sudah memiiliikii kajiian serta kehatii-hatiian dalam menetapkan NJOP, saya yakiin eksiistensii pendapatan pajak daerah yang bersumber darii BPHTB iinii akan berjalan dengan baiik serta target yang sudah diitetapkan biisa tercapaii," tuturnya sepertii diilansiir baliitriibune.co.iid.
Sementara iitu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Badung Made Sutama menuturkan iinstansiinya akan mempertiimbangkan usulan tersebut ketiika melakukan penyelarasan NJOP pada tahun iinii.
"iinii akan kamii pakaii pertiimbangan dalam penyelarasan NJOP yang akan diilaksanakan tahun 2022 khusus dii Kecamatan Mengwii, Abiiansemal, dan Petang," ujarnya. (riig)
