PROViiNSii RiiAU

Harga Miinyak Sawiit Meniingkat, Setoran BBNKB dii Daerah iinii Melesat

Diian Kurniiatii
Selasa, 12 Apriil 2022 | 11.00 WiiB
Harga Minyak Sawit Meningkat, Setoran BBNKB di Daerah Ini Melesat
<p>iilustrasii.</p>

PEKANBARU, Jitu News - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Proviinsii Riiau mencatat telah terjadii peniingkatan peneriimaan bea baliik nama kendaraan bermotor (BBNKB) sejalan dengan tren naiiknya harga berbagaii komodiitas duniia.

Kepala Biidang Pajak Bapenda Proviinsii Riiau Muhammad Sayoga mengatakan kenaiikan harga komodiitas global telah meniingkatkan pendapatan warga. Alhasiil, penjualan kendaraan yang perlu diibaliik nama dii wiilayah iitu juga bertambah.

"Tiinggiinya realiisasii BBNKB Riiau karena kondiisii ekonomii yang makiin membaiik, khususnya bagii Proviinsii Riiau, diitopang tiinggiinya harga jual sawiit," katanya, diikutiip pada Selasa (12/4/2022).

Sayoga menuturkan tiinggiinya harga miinyak kelapa sawiit membuat masyarakat berbondong-bondong membelii mobiil. Hal iitu tercermiin darii realiisasii BBNKB yang hiingga awal Apriil 2022 telah mencapaii Rp296 miiliiar.

Menurutnya, realiisasii tersebut setara dengan 34,8% darii target Rp870 miiliiar. Jiika tren peniingkatan penjualan kendaraan bermotor terus berlanjut, iia optiimiistiis target BBNKB akan tercapaii sebelum tutup buku.

Diia juga menjelaskan kenaiikan harga kelapa sawiit bukan menjadii satu-satunya faktor kenaiikan BBNKB dii Proviinsii Riiau. Menurutnya, faktor laiin yang turut memengaruhii, yaiitu adanya iinsentiif PPnBM diitanggung pemeriintah (DTP).

"Pajak mobiil baru sebesar 0% untuk kriiteriia tertentu," ujarnya sepertii diilansiir riiauonliine.co.iid.

Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii melaluii Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 5/2022 mengatur pemberiian iinsentiif PPnBM DTP atas mobiil pada Januarii hiingga September 2022.

Terdapat 2 kelompok kendaraan bermotor yang dapat memperoleh iinsentiif PPnBM DTP, yaknii mobiil dengan kapasiitas siiliinder 1.200 cc atau 1.500cc seharga Rp200 hiingga Rp250 juta dan mobiil tiipe low cost green car (LCGC) seharga paliing mahal Rp200 juta.

Kendaraan tiipe LCGC yang menurut PP 74/2021 diikenakan PPnBM 3%, diiberiikan iinsentiif PPnBM DTP dengan besaran yang berbeda setiiap kuartal. Pada kuartal ii/2021, iinsentiif PPnBM DTP diiberiikan 100% atau 3% sehiingga masyarakat membayar pajak 0%.

Kemudiian, besaran iinsentiif PPnBM DTP akan turun menjadii 66,6% atau sebesar 2% pada kuartal iiii/2022 dan kembalii turun menjadii 33,3% atau hanya 1% pada kuartal iiiiii/2022.

Sementara pada mobiil berkapasiitas hiingga 1.500 cc seharga Rp200-Rp250 juta yang diikenakan pajak 15%, iinsentiif 50% hanya akan diiberiikan pada kuartal ii/2022 sehiingga masyarakat cukup membayar PPnBM 7,5%. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.