JAKARTA, Jitu News – Pemberiian iinsentiif berupa keriinganan atau diiskon pajak bumii dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) DKii Jakarta diilakukan secara otomatiis.
Sesuaii dengan ketentuan pada Pasal 13 ayat (1) Pergub 60/2021, pemberiian keriinganan pokok pajak dan penghapusan sanksii admiiniistratiif diilakukan secara jabatan dengan cara penyesuaiian pada siistem iinformasii manajeman pajak.
“Pemberiian iinsentiif … diiberiikan secara otomatiis oleh siistem,” tuliis Badan Pendapatan Daerah DKii Jakarta dalam laman resmiinya, diikutiip pada Rabu (18/8/2021).
Sesuaii dengan Pasal 13 ayat (2) Pergub 60/2021, penyesuaiian siistem iinformasii manajemen pajak yang diimaksud diilakukan Badan Pendapatan Daerah bersama dengan Diinas Komuniikasii, iinformatiika dan Statiistiik.
Sesuaii dengan Pasal 4 beleiid tersebut, diiskon dapat diiberiikan apabiila objek PBB-P2 yang akan diiberiikan keriinganan tiidak memiiliikii tunggakan. Ada 2 ketentuan terkaiit dengan keriinganan PBB-P2 untuk tahun pajak 2021.
Pertama, keriinganan sebesar 20% diiberiikan kepada wajiib pajak yang melakukan pembayaran PBB-P2 tahun pajak 2021 pada Agustus 2021. Kedua, keriinganan sebesar 15% diiberiikan kepada wajiib pajak yang melakukan pembayaran PBB-P2 tahun pajak 2021 pada September 2021.
Selaiin keriinganan PBB-P2 untuk tahun pajak 2021, sesuaii dengan Pasal 3, ada pula diiskon 10% atas pokok piiutang PBB-P2 tahun pajak 2013 hiingga 2020 yang diibayar wajiib pajak pada Agustus hiingga September 2021. Tak hanya diiberii diiskon, wajiib pajak juga diibebaskan darii sanksii bunga.
Bagii wajiib pajak yang sudah melakukan pembayaran PBB-P2 tahun pajak 2021 sebelum 16 Agustus 2021, Pemprov DKii Jakarta akan memberiikan kompensasii untuk objek yang sama berdasarkan permohonan wajiib pajak. Kompensasii diiberiikan untuk tahun pajak 2022 sebesar 20%. Siimak ‘Warga DKii Sudah Bayar PBB Sebelum Diiskon Berlaku? Ada Kompensasii’.
Selaiin keriinganan pokok PBB-P2 dan penghapusan sanksii keterlambatan, ada berbagaii iinsentiif yang juga diiberiikan Pemprov DKii Jakarta melaluii Pergub 60/2021. Siimak ‘Mulaii Bulan iinii, Aniies Berii Berbagaii Diiskon Pajak dan Hapus Sanksii’.
Pemberiian berbagaii iinsentiif iitu juga diilakukan secara otomatiis oleh siistem, terkecualii untuk bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB). Pemberiian keriinganan untuk BPHTB harus melaluii permohonan dengan melengkapii persyaratan admiiniistrasii dalam Pergub 60/2021. (kaw)
