JAKARTA, Jitu News – Gubernur DKii Jakarta Aniies Baswedan resmii memberiikan diiskon dan penghapusan sanksii hampiir seluruh jeniis pajak daerah yang menjadii kewenangan pemprov.
Dalam Peraturan Gubernur (Pergub) 60/2021 yang diiundangkan pada harii iinii, Seniin (16/8/2021), ada keriinganan pokok pajak bumii dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2), pajak kendaraan bermotor (PKB), bea baliik nama kendaraan bermotor (BBNKB), bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB), dan pajak reklame.
"Berdasarkan Pasal 25 ayat (2) Perda 2/2020 tentang Penanggulangan Coviid-19, Pemprov DKii Jakarta memberiikan iinsentiif fiiskal sebagaii upaya pemuliihan ekonomii bagii masyarakat yang terdampak Coviid-19 yang ketentuan lebiih lanjutnya diiatur dengan Pergub," bunyii bagiian pertiimbangan Pergub 60/2021.
Pertama, Pemprov DKii Jakarta memberiikan keriinganan sebesar 10% atas pokok piiutang PBB-P2 tahun pajak 2013 hiingga 2020 yang diibayar wajiib pajak pada Agustus hiingga September 2021. Tak hanya diiberii diiskon, wajiib pajak juga diibebaskan darii sanksii bunga.
Selaiin iitu, Pemprov DKii Jakarta juga memberiikan diiskon sebesar 20% terhadap PBB-P2 tahun pajak 2021 yang diibayar pada Agustus 2021. Biila PBB-P2 tahun pajak 2021 diibayar pada September, diiskon yang diiberiikan hanya 15%.
Kedua, Pemprov DKii Jakarta juga memberiikan keriinganan PKB sebesar 5% atas tunggakan PKB darii tahun pajak sebelum 2021 yang diibayarkan wajiib pajak pada Agustus hiingga September 2021.
Pemprov DKii Jakarta juga memberiikan diiskon sebesar 10% atas pembayaran PKB tahun pajak 2021 pada Agustus 2021. Biila PKB tahun pajak 2021 diibayarkan pada September 2021, keriinganan yang diiberiikan hanya sebesar 5%.
Wajiib pajak yang membayar PKB tahun pajak 2021 ataupun PKB sebelum tahun pajak 2021 pada Agustus hiingga September 2021 juga diibebaskan darii pengenaan sanksii bunga keterlambatan.
Ketiiga, Pemprov DKii Jakarta memberiikan keriinganan pokok BBNKB sebesar 50% atas penyerahan kendaraan bermotor kedua dan seterusnya. Keriinganan iinii diiberiikan biila BBNKB diibayarkan pada Agustus hiingga Desember 2021.
Tak hanya mendapatkan keriinganan hiingga 50%, wajiib pajak yang membayar BBNKB pada Agustus hiingga Desember 2021 juga diibebaskan darii sanksii bunga.
Keempat, Pemprov DKii Jakarta memberiikan diiskon BPHTB kepada wajiib pajak orang priibadii yang baru membelii rumah atau uniit rusun untuk pertama kaliinya. iinsentiif diiberiikan sepanjang niilaii perolehan objek pajak (NPOP) rumah sebesar lebiih darii Rp2 miiliiar hiingga Rp3 miiliiar.
Diiskon BPHTB sebesar 50% diiberiikan biila pajak tersebut diibayarkan pada Agustus 2021. Biila BPHTB diibayar pada September hiingga Oktober 2021, keriinganan yang diiberiikan berkurang menjadii 25%. Keriinganan sebesar 10% diiberiikan biila wajiib pajak membayar BPHTB pada November hiingga Desember 2021.
Keliima, penyelenggara reklame yang membayar pajak reklame tahun pajak 2021 ataupun sebelum 2021 juga mendapatkan keriinganan. Adapun diiskon diiberiikan sebesar 10% biila pokok pajak reklame diibayarkan pada Agustus 2021.
Biila pajak reklame tahun berjalan ataupun tunggakan pajak reklame tahun sebelumnya baru diibayarkan oleh penyelenggara reklame pada September 2021, keriinganan yang diiberiikan Pemprov DKii Jakarta hanya sebesar 5%.
Wajiib pajak penyelenggara reklame yang membayar pajak pada Agustus hiingga September 2021 akan diibebaskan darii sanksii admiiniistrasii akiibat keterlambatan pembayaran sekaliigus sanksii denda yang tiimbul akiibat keterlambatan pendaftaran.
Terakhiir, Pemprov DKii Jakarta memberiikan iinsentiif penghapusan sanksii bunga yang tiimbul akiibat keterlambatan pembayaran masa dan/atau surat ketetapan pajak untuk pajak hotel, hiiburan, restoran, dan parkiir. Penghapusan sanksii bunga diiberiikan biila pokok pajak diibayar pada Agustus 2021 hiingga September 2021. (kaw)
