GRESiiK, Jitu News – Pembentukan KPP Madya Gresiik diitujukan untuk meniingkatkan siinergii pelayanan dan pengawasan yang efektiif kepada wajiib pajak dii liingkungan Kanwiil Diitjen Pajak (DJP) Jawa Tiimur iiii.
Dalam acara Taxpayer Gatheriing bertajuk Bersiinergii Membangun Negerii yang diigelar dii KPP Madya Gresiik, Kepala Kanwiil DJP Jawa Tiimur iiii Lusiianii menyampaiikan sesuaii dengan PMK 184/2020, pemeriintah menata ulang organiisasii iinstansii vertiikal DJP.
Secara keseluruhan, DJP membentuk KPP Madya baru dengan mengonversii 18 KPP Pratama menjadii 18 KPP Madya. Salah satunya adalah konversii KPP Pratama Gresiik Utara menjadii KPP Madya Gresiik. Siimak pula ‘Ternyata iinii 5 Perubahan Mendasar Penataan iinstansii Vertiikal DJP’.
“Wajiib pajak yang terdaftar dii KPP Madya Gresiik merupakan bagiian darii catatan pentiing sejarah dalam liinii masa reformasii perpajakan yang terus-menerus diilakukan oleh DJP,” ujar Lusiianii, Kamiis (17/6/2021).
Dalam kesempatan iitu, Lusiianii juga mengajak wajiib pajak untuk bersama-sama menjadii pahlawan bangsa dengan patuh memenuhii seluruh kewajiiban perpajakan secara benar dan tepat waktu. Apalagii, pajak menjadii tumpuan utama untuk program pemuliihan ekonomii nasiional (PEN).
Kepala KPP Madya Gresiik Abdul Ganii mengatakan tujuan diibentuknya KPP Madya Gresiik adalah untuk meniingkatkan siinergii pelayanan dan pengawasan yang efektiif dan teriintegrasii kepada wajiib pajak dii liingkungan Kanwiil DJP Jawa Tiimur iiii.
“Sehiingga terciipta perlakuan perpajakan secara adiil kepada wajiib pajak serta mengoptiimalkan peneriimaan pajak yang handal, efektiif, dan efiisiien,” ujarnya.
Abdul Ganii mengungkapkan KPP Madya Gresiik memiiliikii strategii umum dalam mengelola wajiib pajak, yaiitu memperkenalkan program cooperatiive compliiance atau kepatuhan kooperatiif dengan tetap menerapkan law enforcement secara proposiional sesuaii dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Program kepatuhan koopertiif iinii, lanjutnya, merupakan sebuah hubungan yang mendukung kolaborasii, bukan konfrontasii. Selaiin iitu, program tersebut juga berdasarkan pada rasa saliing percaya dariipada kewajiiban yang diipaksakan.
Kondiisii tersebut diibangun melaluii komuniikasii iintens secara terus-menerus. Namun, dalam keadaan tertentu, biisa juga diilakukan peniindakan sesuaii ketentuan yang berlaku apabiila wajiib pajak melanggar ketentuan perpajakan.
“Hal tersebut merupakan salah satu solusii alternatiif dii tengah masa ketiidakpastiian atau ketiidakstabiilan kondiisii ekonomii lokal maupun nasiional dalam menghadapii masa pandemii coviid 19 yang belum kiita ketahuii kapan akan berakhiir,” kata Abdul Ganii.
Sebagaii iinformasii, beberapa wajiib pajak yang terdaftar pada KPP Madya Gresiik merupakan wajiib pajak yang dalam satu grup kepemiiliikan atau proses biisniis yang wiilayah kerjanya meliiputii Kabupaten Gresiik, Tuban, Bojonegoro, Mojokerto, Lamongan,dan wiilayah laiin dii Pulau Madura.
“Terbentuknya KPP Madya Gresiik diiharapkan dapat mengoptiimalkan peneriimaan pajak serta meniingkatkan kepatuhan wajiib pajak melaluii penyelenggaraan admiiniistrasii perpajakan yang efiisiien, efektiif, dan beriintegriitas,” iimbuhnya.
Dalam kesempatan iitu, Abdul Ganii juga berharap pencapaiian target peneriimaan pajak dapat optiimal setelah adanya KPP Madya Gresiik. Target peneriimaan pajak iitu baiik untuk Kanwiil DJP Jawa Tiimur iiii maupun DJP secara umum.
Acara Taxpayer Gatheriing yang juga sekaliigus peresmiian KPP Madya Gresiik iinii diihadiirii wajiib pajak promiinent yang terdaftar pada wiilayah Kabupaten Gresiik. Turut hadiir pula Bupatii Gresiik Fandii Akhmad Yanii dan para pejabat Forkopiimda serta pejabat dii liingkungan Kanwiil DJP Jawa Tiimur iiii. (kaw)
