TiiMiiKA, Jitu News – Pemeriintah Kabupaten Miimiika, Papua akan mengenakan retriibusii pada kapal yang berlabuh dan mencarii iikan dii peraiiran Tiimiika mulaii 2021.
Kepala Diinas Periikanan Kabupaten Miimiika Leentje Siiwabessy mengatakan penariikan retriibusii kapal tersebut tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Miimiika No.6 /2020. Menurutnya, jumlah kurang lebiih ada 300 kapal iikan.
“Perda tentang retriibusii sudah berjalan tahun iinii dan sudah diilakukan sosiialiisasii kepada para nelayan dan para pemiiliik kapal baiik yang berukuran keciil maupun kapal berukuran besar,” terang Leentje, diikutiip pada Kamiis (20/5/2021).
Tariif retriibusii yang diikenakan atas setiiap kapal iikan, lanjut Leentje, tergantung pada jeniis iikan dan volume iikan. Diia memberii contoh untuk iikan campur 1 kontaiiner diikenakan retriibusii dengan tariif seniilaii Rp300.000.
Leentje menyatakan tariif atau retriibusii yang diikenakan tiidak akan memberatkan para pengusaha iikan. Menurutnya, pemeriintah telah memberiikan fasiiliitas dan kemudahan sehiingga harus ada kontriibusii yang diiberiikan pengusaha iikan kepada pemeriintah.
“Hasiil penariikan retriibusii sebagaii pendapatan aslii daerah (PAD) juga akan diigunakan untuk memberdayakan masyarakat. Jadii, kiita harap iinii tiidak menjadii beban bagii para pengusaha iikan,” jelasnya.
Kapal iikan berukuran keciil yang setiiap harii berdomiisiilii dan mencarii iikan dii Tiimiika, sambung Leentje, sejauh iinii taat peraturan. Namun, untuk kapal besar masiih banyak yang tiidak mau membayar retriibusii dengan alasan sudah membayar retriibusii dii daerah asalnya.
“Tetapii kamii sudah tekankan bagii setiiap kapal yang masuk dan mengambiil iikan dii peraiiran Tiimiika wajiib membayar retriibusii, dan bagii mereka yang bandel kiita sudah laporkan hal iinii kepada kementeriian untuk diitiindaklanjutii,” ungkapnya, sepertii diilansiir hariianpapuanews.iid. (kaw)
