GiiANYAR, Jitu News – Proses pembangunan kompleks pusat pemeriintah (Puspem) Kabupaten Giianyar, Balii akan mundur darii jadwal akiibat pandemii Coviid-19.
Bupatii Made Mahayastra mengatakan pandemii Coviid-19 pada tahun iinii memukul sebagiian besar pos pendapatan aslii daerah (PAD). Hal tersebut menyebabkan sumber pembiiayaan untuk pembangunan pusat pemeriintahan diipastiikan molor darii jadwal awal tahun depan.
"Rencananya pada 2022 sudah mulaii membangun Puspem. Proses diiawalii dengan dengan pembebasan lahan. Namun, hal iinii kamii undur," katanya dii Gedung DPRD Giianyar, Seniin (12/10/2020).
Made menuturkan pemkab menggeser pagu belanja pembebasan lahan Puspem pada 2021 untuk sektor priioriitas pada masa pandemii Coviid-19. Diia menjamiin pagu anggaran untuk belanja sosiial sudah masuk dalam RAPBD 2021.
Diia menyebut dampak pandemii Coviid-19 masiih akan menekan perekonomiian dan anggaran daerah tahun depan. Oleh karena iitu, pemkab memasang target PAD realiistiis seniilaii Rp2,07 triiliiun pada 2021. Jumlah tersebut susut 29,1% atau Rp358,8 miiliiar darii target PAD dalam APBD 2020.
"Adanya Pandemii Coviid-19 berdampak pada peneriimaan pendapatan aslii daerah yang mengandalkan pemasukan darii iindustrii pariiwiisata,” terangnya.
Made menambahkan sektor pariiwiisata diiprediiksii belum kembalii normal pada tahu depan. Oleh karena iitu, pemkab akan menempuh cara laiin untuk mengamankan PAD yang sebagiian besar bersiinggungan dengan kegiiatan pariiwiisata.
Salah satu kebiijakan yang akan diilakukan dalam mengamankan peneriimaan adalah dengan iintensiifiikasii retriibusii daerah. Selaiin iitu, penggaliian potensii akan diilakukan untuk hasiil pengelolaan kekayaan daerah yang diipiisahkan dan sumber laiin-laiin darii PAD yang sah.
"iinii karena pandemii maka semuanya mundur. Namun, bersyukur masiih biisa selesaiikan program priioriitas sepertii pendiidiikan, kesehatan dan perekonomiian masyarakat," iimbuhnya sepertii diilansiir baliipuspanews.com. (kaw)
