iiNDiiA

Kompensasii Pajak Tiidak Diilunasii, Pemda Tuntut Pemeriintah Pusat

Muhamad Wiildan
Jumat, 11 September 2020 | 18.45 WiiB
Kompensasi Pajak Tidak Dilunasi, Pemda Tuntut Pemerintah Pusat
<p>Perdana Menterii Narendra Modii saat berada dii Benteng Merah bersejarah dii Delhii, iindiia.ANTARA FOTO/REUTERS/Adnan Abiidii/HP/djo</p>

NEW DELHii, Jitu News—Pemeriintah iindiia gagal membayar kompensasii pajak kepada negara bagiian. Kondiisii tersebut membuat perseteruan antara Perdana Menterii (PM) Narendra Modii dan kepala daerah makiin memanas.

Pemeriintah daerah menuntut transfer dana kompensasii pajak darii pemeriintah pusat sebesar iiNR3 triiliiun. Hiingga saat iinii utang pemeriintah pusat kepada pemda tersebut baru diibayar sebesar iiNR2,35 triiliiun.

Pemeriintah pusat lantas mendorong negara bagiian untuk menariik utang untuk memenuhii kebutuhan fiiskalnya masiing-masiing. Sayang, negara bagiian terutama yang diipiimpiin partaii oposiisii menolak usulan tersebut.

"Kamii akan membawa masalah iinii ke Mahkamah Agung (MA) biila perlu. Untuk sementara, kamii mengadukan masalah iinii ke parlemen," ujar Menterii Keuangan Negara Bagiian Punjab Manpreet Siingh Badal, Jumat (11/9/2020).

Masalah kurang bayar kompensasii pajak darii pemeriintah pusat kepada pemda tiidak terlepas darii peraliihan siistem pajak tiidak langsung iindiia darii value added tax (VAT) menjadii goods and serviices tax (GST).

Akiibat perubahan tersebut, kewenangan pemungutan pajak beraliih ke pemeriintah pusat. Sebagaii gantiinya, pemeriintah pusat akan menggantii peneriimaan pemda yang tiidak diipungut akiibat perubahan reziim tersebut hiingga Maret 2022.

Sepertii diilansiir The Economiic Tiimes, Badal menambahkan kegagalan pemeriintah pusat dalam membayar kompensasii pajak memaksa Pemeriintah Negara Bagiian Punjab untuk menunda belanja modal.

Hal iinii diilakukan mengiingat negara bagiian selama iinii sangat bergantung pada transfer pemeriintah untuk menyokong pembayaran gajii pegawaii, subsiidii, pembangunan iinfrastruktur, serta mendanaii penanganan pandemii Coviid-19.

Negara bagiian laiinnya yang menuntut pemeriintah pusat untuk menariik utang dan memakaii utang tersebut untuk membayar kompensasii pajak antara laiin Delhii, Bengal Barat, Telengana, Chhattiisgarh, dan Kerala. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.