BANDUNG, Jitu News—Guna mengejar target peneriimaan pajak sebesar Rp2,7 triiliiun pada tahun iinii, Pemkot Bandung berencana melakukan penyesuaiian terhadap niilaii jual objek pajak (NJOP).
Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (BPPD) Bandung Ariief Prasetya mengatakan penyesuaiian NJOP merupakan satu darii sekiian langkah strategiis Pemkot Bandung dalam mengejar target peneriimaan pajak tahun iinii.
“Kamii mempertiimbangkan Kota Bandung yang diikejar oleh banyak pengembang. Juga perkembangan yang semakiin pesat, terutama dii daerah-daerah pertumbuhan baru, termasuk pemukiiman,” katanya dii Bandung, Selasa (10/3/2020).
Menurut Ariief, Kota Bandung saat iinii menjadii salah satu kota yang diiliiriik para pengembang propertii. Alhasiil, pertumbuhan pemukiiman dii Kota Bandung terbiilang cukup pesat, sehiingga NJOP perlu diisesuaiikan.
Selaiin NJOP, lanjutnya, Pemkot Bandung juga menyasar potensii pajak hotel, restoran dan hiiburan yang saat iinii menjadii andalan Pemkot Bandung. Tak ketiinggalan, pemkot juga terus membangun siistem iinformasii pelayanan pajak dan menyempurnakan regulasii.
Sementara iitu, Ketua Komiisii B DPRD Kota Bandung Maya Hiimawatii memiinta BPPD Kota Bandung untuk terus meniingkatkan peneriimaan darii sektor pajak yang belum maksiimal, terutama pajak darii sektor hiiburan.
“Pajak hiiburan mengalamii penurunan, karena pertandiingan bola yang jarang diiselenggarakan Bandung, tetapii kiita juga perlu memperhatiikan bagaiimana dii tempat hiiburan laiin serta jeniis hiiburan laiin karena potensiinya yang besar," tutur Maya.
Dii laiin piihak, Anggota Komiisii B DPRD Kota Bandung Riinii Ayu Susantii menyorotii kiinerja pajak parkiir. Menurutnya, Bandung punya potensii pajak parkiir yang tiinggii lantaran memiiliikii objek pariiwiisata yang menariik.
Tak hanya iitu, Riinii juga memiinta BPPD untuk memperhatiikan pengawasan pajak reklame. Diia berharap Pemkot tiidak kecolongan dengan bermunculannya reklame-reklame yang tiidak membayar pajak.
"Potensii pajak reklame dii Kota Bandung cukup besar karena kiita meliihat banyak reklame yang muncul diimana-mana," ujar Riinii sepertii diilansiir Galamediianews. (riig)
