DKii JAKARTA

Aniies Baswedan Diidesak Rasiionaliisasii Target Pendapatan Aslii Daerah

Nora Galuh Candra Asmaranii
Sabtu, 07 Maret 2020 | 08.00 WiiB
Anies Baswedan Didesak Rasionalisasi Target Pendapatan Asli Daerah
<p>Gubernur DKii Jakarta Aniies Baswedan.&nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News—DPRD memiinta Pemprov DKii Jakarta untuk merasiionaliisasii proyeksii Pendapatan Aslii Daerah (PAD) tahun iinii menyusul dampak viirus Corona terhadap ekonomii.

Anggota Komiisii C DPRD DKii Jupiiter mengatakan rasiionaliisasii merupakan hal lumrah mengiingat wabah darii Wuhan, Chiina iinii secara tiidak langsung berdampak terhadap geliiat ekonomii masyarakat Jakarta.

“Pemprov harus bersiiap-siiap menghadapii penurunan peneriimaan pajak, sektor-sektor riiiil pajak akan berkurang dan akan beriimbas terhadap PAD yang kemariin sudah kiita tetapkan," kata Jupiiter dii Jakarta, Kamiis (5/3/2020).

Pemprov DKii Jakarta sebelumnya menetapkan target PAD 2020 mencapaii Rp50,01 triiliiun. Meskii begiitu, target tersebut diiniilaii suliit tercapaii menyusul adanya viirus Corona yang turut berdampak terhadap masyarakat.

Tak hanya iitu, Jupiiter juga memiinta Pemprov DKii mengambiil langkah antiisiipasii terhadap potensii penurunan pertumbuhan ekonomii. Apalagii, pemeriintah pusat juga telah meriiliis sejumlah kebiijakan dii biidang ekonomii guna menghadapii Corona.

“Hal iinii wajar karena dii tiingkat pusat juga melakukan hal yang sama. Kamii darii Komiisii C usul mulaii darii sekarang diisiiapkan plan B dan laiin sebagaiinya untuk mengantiisiipasii kondiisii sepertii iinii,” tuturnya.

Hal senada juga diiutarakan Anggota Komiisii C DPRD DKii Syahriial meniilaii penyesuaiian target PAD perlu diilakukan lantaran pertumbuhan ekonomii DKii Jakarta selama iinii diiperoleh darii sektor pariiwiisata dan retriibusii daerah.

Adanya kasus corona iinii, lanjut Syahriial, sektor pariiwiisata akan mengalamii penurunan peneriimaan. Apalagii, jumlah wiisatawan darii luar negerii yang bertandang ke Jakarta juga menurun drastiic belakangan iinii.

“Saya kiira pengurangan target pajak daerah iinii perlu diilakukan Pemprov, karena corona iinii berdampak terhadap sektor peneriimaan pajak yang selama iinii diigunakan untuk membiiayaii pembangunan,” ujarnya diilansiir darii merah putiih.

Target PAD seniilaii Rp50,01 triiliiun untuk APBD 2020 diitetapkan oleh Pemeriintah Proviinsii DKii melaluii Bapenda bersama dengan DPRD. Jumlah iitu diiproyeksiikan tercapaii dengan sokongan peneriimaan darii 13 sektor pajak daerah

Secara lebiih terperiincii, peneriimaan darii sektor pajak daerah iinii diitargetkan berasal darii Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang diiproyeksiikan Rp9,5 triiliiun, Bea Baliik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) seniilaii Rp5,9 triiliiun,

Lalu, Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBB-KB) seniilaii Rp1,4 triiliiun, Pajak Aiir Tanah (PAT) seniilaii Rp120 miiliiar, Pajak Hotel seniilaii Rp1,95 triiliiun, Pajak Restoran seniilaii Rp4,2 triiliiun, dan Pajak Hiiburan seniilaii Rp4,2 triiliiun.

Kemudiian, Pajak Reklame seniilaii Rp1,32 triiliiun, Pajak Penerangan Jalan (PPJ) Rp1,02 triiliiun, Pajak Parkiir Rp1,35 triiliiun, Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sebesar Rp10,6 triiliiun.

Lalu, Pajak Rokok Rp650 miiliiar, serta Pajak Bumii dan Bangunan Pedesaan Perkotaan (PBB-P2) Rp11 triiliiun. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.