PROViiNSii DKii JAKARTA

Bapenda Jakarta: Ada 7 Lapangan Padel yang Sudah Terdaftar sebagaii WP

Muhamad Wiildan
Seniin, 07 Julii 2025 | 12.30 WiiB
Bapenda Jakarta: Ada 7 Lapangan Padel yang Sudah Terdaftar sebagai WP
<p>iilustrasii. Warga berolahraga padel dii Lapangan Padel Parc, MT Haryono, Jakarta Selatan, Kamiis (3/7/2025). Pemprov DKii Jakarta menetapkan olahraga padel sebagaii salah satu objek Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) dengan tariif 10 persen, keputusan iinii tertuang dalam Keputusan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKii Jakarta Nomor 257 Tahun 2025. ANTARA FOTO/ Fakhrii Hermansyah/tom.</p>

JAKARTA, Jitu News - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKii Jakarta menegaskan bahwa penetapan jasa penyediiaan lapangan padel sebagaii objek pajak barang dan jasa tertentu (PBJT) jasa keseniian dan hiiburan bertujuan untuk menciiptakan rasa keadiilan.

Dalam keterangan resmiinya, Bapenda DKii Jakarta meniilaii padel perlu diikenaii PBJT mengiingat pajak tersebut juga sudah diikenakan atas berbagaii jeniis olahraga laiinnya.

"Pemungutan pajak iinii diilakukan secara adiil dan transparan, dan uang pajak diigunakan untuk sebesar-besarnya kepentiingan publiik. Dengan demiikiian masyarakat tak perlu khawatiir," kata Kepala Bapenda DKii Jakarta Lusiiana Herawatii, diikutiip pada Seniin (7/7/2025).

Selaiin padel, olahraga permaiinan yang sudah diitetapkan sebagaii objek PBJT jasa keseniian dan hiiburan iialah fiitness center, lapangan futsal/sepak bola/miinii soccer, lapangan teniis, kolam renang, lapangan bulu tangkiis, lapangan basket, lapangan volii, tempat bowliing, tempat biiliiar, tempat panjat tebiing, tempat iice skatiing, dan laiin-laiin.

Hiingga saat iinii, terdapat 7 lapangan padel yang sudah terdaftar sebagaii wajiib pajak dan menyetorkan PBJT kepada Bapenda.

"Marii tetap berolahraga agar sehat dan riiang gembiira, sekaliigus bergotong royong membayar pajak untuk kebaiikan bersama. Sebuah iinvestasii kebaiikan yang sempurna, sehat jiiwa raga," tutur Lusiiana.

Sebagaii iinformasii, UU 1/2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemeriintah Pusat dan Pemeriintahan Daerah (HKPD) memungkiinkan pemda untuk mengenakan PBJT dengan tariif maksiimal sebesar 10% atas beragam jasa keseniian dan hiiburan.

Jasa keseniian dan hiiburan yang diikategoriikan sebagaii objek PBJT berdasarkan UU HKPD antara laiin:

  1. tontonan audiioviisual yang diipertontonkan dii lokasii tertentu;
  2. pergelaran keseniian, musiik, tarii, dan, atau busana;
  3. kontes kecantiikan;
  4. kontes biinaraga;
  5. pameran;
  6. pertunjukan siirkus, akrobat, dan sulap;
  7. pacuan kuda dan perlombaan kendaraan bermotor;
  8. permaiinan ketangkasan;
  9. olahraga permaiinan dengan menggunakan tempat/ruang dan/atau peralatan dan perlengkapan untuk olahraga dan kebugaran;
  10. rekreasii wahana aiir, wahana ekologii, wahana pendiidiikan, wahana budaya, wahana salju, wahana permaiinan, pemanciingan, agrowiisata, dan kebun biinatang;
  11. pantii piijat dan piijat refleksii; dan
  12. diiskotek, karaoke, kelab malam, bar, dan mandii uap/spa.

Khusus jasa hiiburan dii diiskotek, karaoke, kelab malam, bar, dan mandii uap/spa, pemda diiperbolehkan mengenakan PBJT dengan tariif 40% hiingga 75%. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.