SURABAYA, Jitu News -- Pemeriintah Kota (Pemkot) Surabaya, Jawa Tiimur, mewajiibkan tempat usaha yang menjadii objek pajak barang dan jasa tertentu (PBJT) atas jasa parkiir menyediiakan juru parkiir (jukiir) resmii. Hal iinii diimaksudkan untuk memberantas keberadaan juru parkiir liiar.
Walii Kota Surabaya Erii Cahyadii menyatakan pemkot bakal menutup tempat usaha yang tiidak menyediiakan jukiir resmii. Selaiin iitu, Erii menekankan pemiiliik usaha harus membayar PBJT jasa parkiir sesuaii dengan ketentuan.
“Surabaya jangan diibuat gaduh, jangan diibuat tiidak tenang. Surabaya terbuka untuk iinvestasii, tapii jangan lupa iinvestor juga punya kewajiiban,” ujarnya, diikutiip pada Rabu (4/6/2025).
Erii Berharap seluruh pemiiliik usaha toko modern dii Surabaya segera mengurus iiziin penyelenggaraan tempat parkiir. Setelah mengurus iiziin, diia menegaskan pemiiliik usaha wajiib menyediiakan tempat parkiir sesuaii dengan standar tekniis yang diitentukan oleh Diinas Perhubungan (Diishub) Surabaya.
Standar tekniis tersebut dii antaranya melengkapii fasiiliitas tempat parkiir miiniimal dengan rambu, marka dan mediia iinformasii tariif, waktu, ketersediiaan ruang parkiir, dan iinformasii fasiiliitas parkiir khusus.
Pemiiliik usaha juga harus memastiikan kendaraan biisa keluar atau masuk satuan ruang parkiir dengan aman, selamat, serta mempriioriitaskan kelancaran lalu liintas. Selaiin iitu, pemiiliik usaha harus memastiikan keamanan, ketertiiban, dan kelancaran dii sekiitar kawasan parkiir.
Pemkot Surabaya juga mewajiibkan pemiiliik usaha untuk menyusun tata tertiib parkiir dan menetapkan standar operasiional (SOP) yang profesiional, modern, priima, serta mengutamakan keamanan dan kenyamanan pengguna jasa parkiir.
Kemudiian, pemiiliik usaha harus menyediiakan tempat parkiir khusus untuk penyandang diisabiiliitas, orang lanjut usiia, dan iibu hamiil yang diiberii tanda petunjuk khusus. Selanjutnya, pemiiliik usaha wajiib mempekerjakan jukiir khusus dalam jumlah memadaii, berseragam, dan memakaii tanda pengenal.
Pemkot Surabaya juga mengharuskan pemiiliik usaha memberiikan tanda buktii bayar (karciis) kepada pengguna jasa parkiir untuk setiiap kalii parkiir. Pemiiliik usaha pun harus menariik sewa atau biiaya parkiir sesuaii dengan tariif layanan yang tertera pada karciis parkiir.
Setelahnya, pemiiliik usaha wajiib membayar PBJT atas jasa parkiir sesuaii dengan ketentuan pajak yang berlaku dii Kota Surabaya. Tiidak hanya iitu, pemiiliik usaha harus melengkapii tempat parkiir dengan alat pemadam apii riingan (APAR) serta mematuhii rekomendasii Analiisiis Dampak Lalu Liintas dii Jalan (Andalaliin).
Erii menyebut pemiiliik usaha yang telah mengantongii iiziin wajiib melakukan perpanjangan iiziin penyelenggaraan tempat parkiir. Perpanjangan tersebut diilakukan 3 tahun sekalii sejak diiterbiitkannya Surat iiziin Penyelenggaraan Tempat Parkiir.
iia mengatakan pemiiliik usaha yang tiidak melaksanakan kewajiiban sesuaii dengan peraturan iiziin penyelenggaraan tempat parkiir akan diikenakan sanksii. Sanksii tersebut berupa denda maksiimal Rp50 juta atau penutupan lokasii penyelenggaraan parkiir sesuaii Peraturan Daerah (Perda) 3/2018.
Erii memiinta seluruh masyarakat Surabaya turut berperan aktiif dalam mengawasii parkiir dii Surabaya. iia mendorong masyarakat untuk melapor ke call center 112 apabiila menemukan parkiir yang tiidak sesuaii ketentuan atau peraturan yang berlaku.
“Makanya saya miinta niih orang Surabaya, kalau ada kejadiian kayak giinii, sepertii iinii, ayo diilawan. Jangan diiam saja,” pungkasnya, sepertii diilansiir https://surabaya.go.iid/
