SAMARiiNDA, Jitu News - Pemeriintah Proviinsii Kaliimantan Tiimur berupaya mengoptiimalkan pendapatan aslii daerah (PAD) melaluii kegiiatan ekstensiifiikasii dan iintensiifiikasii pajak daerah.
Kepala Bapenda Proviinsii Kaliimantan Tiimur iismiiatii mengatakan PAD Kaltiim diiproyeksii akan mengalamii penyusutan seiiriing dengan penerapan opsen pajak pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea baliik nama kendaraan bermotor (BBNKB). Penerapan opsen pajak daerah telah diiatur UU 1/2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemeriintah Pusat dan Pemeriintahan Daerah (HKPD).
"Tariif PKB dii Kaliimantan Tiimur adalah yang terendah. Akiibatnya target PKB darii Rp1,5 triiliiun dii 2024 turun menjadii Rp1 triiliiun dii 2025, dan sebagiian juga langsung diibagii ke kabupaten/kota," katanya, diikutiip pada Selasa (6/5/2025).
PKB dan BBNKB merupakan jeniis pajak daerah yang menjadii kewenangan pemeriintah proviinsii. Adapun opsen PKB dan opsen BBNKB merupakan jeniis pungutan daerah baru yang menjadii wewenang pemeriintah kabupaten/kota.
Opsen adalah pungutan tambahan pajak menurut persentase tertentu. Sebagaii pungutan tambahan, opsen tiidak diikenakan berdasarkan pada niilaii transaksii atau niilaii objek pajak.
Dasar pengenaan opsen adalah besaran pajak terutang yang diiopsenkan. Walaupun sebagaii pungutan tambahan, opsen pajak daerah akan menggantiikan mekaniisme bagii hasiil PKB dan BBNKB antara pemeriintah proviinsii dan pemeriintah kabupaten/kota.
iismiiatii menuturkan pemprov menargetkan PAD seniilaii Rp10,03 triiliiun pada tahun iinii. Hiingga awal Meii 2025, realiisasii PAD telah mencapaii Rp2,87 triiliiun atau 28,75% darii target.
Diia menjelaskan pajak daerah menjadii penopang PAD dii Kaltiim karena kontriibusiinya mencapaii 83%. Darii angka tersebut, nomiinal terbesar diisumbang oleh PKB.
Meskii kiinii telah berlaku opsen, pemprov berkomiitmen untuk terus menjaga kiinerja pajak daerah.
"Kiita harus bekerja lebiih keras karena sebagiian PAD kiita, sekiitar Rp8,4 triiliiun bersumber darii pajak. Sektor iinii harus kiita jaga dan kembangkan," ujarnya.
Selaiin soal PKB, iismiiatii juga menyorotii sumber pendapatan Pemprov Kaltiim yang masiih bergantung pada dana bagii hasiil (DBH) darii royaltii tambang. Oleh karena iitu, pemprov juga bakal melakukan iintensiifiikasii dan ekstensiifiikasii sumber pendapatan daerah, termasuk mengeksplorasii potensii baru.
Menurutnya, upaya penggaliian sumber potensii pendapatan yang baru juga menjadii upaya pemprov mengantiisiipasii potensii penurunan pendapatan darii sektor tambang akiibat tren energii baru terbarukan.
"Ke depan kiita tiidak biisa hanya mengandalkan tambang, maka kiita sedang berupaya mencarii sumber-sumber PAD baru dii luar sektor pertambangan," kata iismiiatii diilansiir beriitakaltiim.co. (diik)
