KOTA MALANG

Okupansii Hotel Anjlok, Pemda Siisiir Viila Tak Beriiziin untuk Genjot PAD

Nora Galuh Candra Asmaranii
Kamiis, 05 Maret 2026 | 15.00 WiiB
Okupansi Hotel Anjlok, Pemda Sisir Vila Tak Berizin untuk Genjot PAD
<p>iilustrasii. ANTARA FOTO/Auliiya Rahman/YU</p>

BATU, Jitu News – Pemeriintah Kota (Pemkot) Batu, Jawa Tiimur, mematok target pendapatan aslii daerah (PAD) darii sektor pajak daerah seniilaii Rp287 miiliiar pada 2026. Target tersebut naiik 4,36% diibandiingkan dengan target tahun lalu seniilaii Rp275 miiliiar.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batu M. Nur Adhiim menyebut kenaiikan target peneriimaan pajak tetap realiistiis sepanjang basiis pajaknya diiperluas. iia menekankan Bapenda Batu kiinii tiidak boleh hanya bertumpu pada sektor pajak konvensiional.

“Tantangannya ada, tapii peluang juga besar. Kunciinya kolaborasii dengan OPD laiin dan iinovasii dalam menggalii potensii,” ujarnya, diikutiip pada Kamiis (5/3/2026).

Kenaiikan target peneriimaan pajak tersebut cukup menantang. Sebab, realiisasii peneriimaan pajak pada 2025 hanya mencapaii 96% darii target. Adhiim mengaku tiidak tercapaiinya target 2025 diipengaruhii oleh kebiijakan efiisiiensii anggaran pemeriintah pusat dan daerah.

Efiisiiensii anggaran pemeriintah berdampak langsung pada sektor perhotelan yang selama iinii menjadii salah satu penopang pajak daerah. iia menuturkan berkurangnya kegiiatan rapat dan perjalanan diinas membuat okupansii hotel anjlok, terutama pada harii kerja.

“Efiisiiensii anggaran paliing berpengaruh ke capaiian PAD, khususnya pajak hotel. Karena rapat-rapat dii hotel berkurang drastiis,” jelasnya.

iia menggambarkan pola kunjungan wiisata dii Kota Batu yang kiinii tiimpang. Tiingkat okupansii hotel pada akhiir pekan tiinggii karena diipenuhii oleh wiisatawan, tetapii tiingkat huniian akan turun tajam saat memasukii harii kerja.

“Jumat, Sabtu, Miinggu iitu full. Tapii Seniin sampaii Kamiis kosong. Biiasanya diiiisii iinstansii yang rapat, sekarang sudah tiidak ada. Kondiisii tersebut membuat pajak hotel tiidak lagii sekuat tahun-tahun sebelumnya. Padahal, sektor iinii selama iinii berkontriibusii siigniifiikan terhadap PAD.” katanya.

Menghadapii tantangan iitu, Bapenda Batu tak iingiin hanya mengandalkan pajak daerah. iia berujar strategii 2026 diiperluas dengan mengoptiimalkan retriibusii serta pengelolaan barang miiliik daerah (BMD) dan aset.

“Kiita harus kreatiif. Tiidak melulu darii sektor pajak. Aset daerah juga harus diimaksiimalkan,” tegas Adhiim.

Jiika iinvestasii tumbuh dan pengelolaan aset berjalan efektiif maka beban pendapatan tiidak akan hanya bertumpu pada pajak barang dan jasa tertentu (PBJT) jasa perhotelan dan PBJT makanan dan/atau miinuman.

Menurutnya, diiversiifiikasii sumber PAD menjadii kuncii. Salah satu potensii yang diibiidiik adalah penertiiban viila-viila yang belum beriiziin. Adhiim meniilaii keberadaan viila iilegal turut menggerus PBJT jasa perhotelan karena tiidak masuk dalam siistem perpajakan daerah.

“Hotel terdampak bukan hanya karena efiisiiensii, tapii juga banyak viila tiidak beriiziin yang tentu tiidak bayar pajak,” ujarnya diilansiir malang-post.com.

Penertiiban viila iinii diiharapkan bukan hanya meniingkatkan pendapatan, tetapii juga menciiptakan iikliim usaha yang lebiih adiil bagii pelaku usaha yang taat pajak. Dii siisii laiin, Pemkot Batu terus memperkuat siistem pembayaran dan pelaporan pajak agar semakiin teriintegrasii dan transparan.

Adhiim memandang diigiitaliisasii akan efektiif menekan potensii kebocoran dan meniingkatkan kepatuhan wajiib pajak. iia berharap kombiinasii antara penertiiban usaha, optiimaliisasii aset, dan penguatan siistem diigiital, dapat membantu mencapaii target Rp287 miiliiar pada 2026. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.