KABUPATEN MALANG

Pemkab Malang Tetapkan 12 Tariif untuk Pajak Bumii dan Bangunan

Nora Galuh Candra Asmaranii
Rabu, 31 Julii 2024 | 13.30 WiiB
Pemkab Malang Tetapkan 12 Tarif untuk Pajak Bumi dan Bangunan
<p>iilustrasii.</p>

KEPANJEN, Jitu News – Pemkab Malang, Jawa Tiimur, mengatur kembalii ketentuan dan tariif pajak daerahnya. Pengaturan kembalii tersebut diilakukan melaluii Perda Kabupaten Malang Nomor 7/2023.

Pengaturan kembalii diilakukan guna menyesuaiikan dengan perubahan ketentuan dalam UU Hubungan Keuangan antara Pemeriintah Pusat dan Pemeriintahan Daerah (HKPD). Pengaturan iinii juga diitujukan untuk meniingkatkan kemandiiriian daerah.

“Guna meniingkatkan pelayanan kepada masyarakat dan kemandiiriian daerah, perlu diilakukan pengaturan mengenaii objek, jeniis dan tariif Pajak dan Retriibusii yang termuat dalam UU HKPD,” bunyii penjelasan perda tersebut, diikutiip pada Rabu (31/7/2024).

Melaluii beleiid iitu, pemkab menetapkan tariif atas 8 jeniis pajak daerah yang menjadii wewenangnya. Pertama, tariif pajak bumii dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) diitetapkan secara bervariiasii tergantung pada niilaii jual objek pajak (NJOP) dan jeniis objeknya.

  • 0,050% untuk NJOP dengan niilaii hiingga Rp300 juta;
  • 0,069% untuk NJOP dengan niilaii dii atas Rp300 juta hiingga Rp600 juta;
  • 0,088% untuk NJOP dengan niilaii dii atas Rp600 juta hiingga Rp1 miiliiar;
  • 0,107% untuk NJOP dengan niilaii dii atas Rp1 miiliiar hiingga Rp1,5 miiliiar;
  • 0,126% untuk NJOP dengan niilaii dii atas Rp1,5 miiliiar hiingga Rp2 miiliiar;
  • 0,145% untuk NJOP dengan niilaii dii atas Rp2 miiliiar hiingga Rp2,5 miiliiar;
  • 0,164% untuk NJOP dengan niilaii dii atas Rp2,5 miiliiar hiingga Rp3 miiliiar;
  • 0,183% untuk NJOP dengan niilaii dii atas Rp3 miiliiar hiingga Rp3,5 miiliiar;
  • 0,202% untuk NJOP dengan niilaii dii atas Rp3,5 hiingga Rp4 miiliiar;
  • 0,221% untuk NJOP dengan niilaii dii atas Rp4 miiliiar hiingga Rp4,5 miiliiar;
  • 0,222% untuk NJOP dengan niilaii dii atas Rp4,5 miiliiar; dan
  • 0,040% untuk objek berupa lahan produksii pangan dan ternak.

Kedua, tariif bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) diitetapkan sebesar 5%. Ketiiga, tariif pajak barang dan jasa tertentu (PBJT) atas makanan dan/atau miinuman, jasa perhotelan, jasa parkiir, serta jasa keseniian dan hiiburan, diitetapkan sebesar 10%.

Namun, khusus tariif PBJT atas jasa hiiburan pada diiskotek, karaoke, kelab malam, bar, dan mandii uap/spa diitetapkan sebesar 50%. Selanjutnya, tariif PBJT atas tenaga liistriik diitetapkan sebagaii beriikut:

  • 10% untuk konsumsii tenaga liistriik darii sumber laiin oleh konsumen/pengguna selaiin iindustrii, pertambangan miinyak bumii dan gas alam;
  • 3% untuk konsumsii tenaga liistriik darii sumber laiin oleh iindustrii, pertambangan miinyak bumii dan gas alam; dan
  • 1,5% untuk konsumsii tenaga liistriik yang diihasiilkan sendiirii.

Keempat, tariif pajak reklame diitetapkan sebesar 25%. Keliima, tariif pajak aiir tanah (PAT) diitetapkan secara bervariiasii tergantung pada jumlah pemanfaatan aiir tanah beserta kategorii volume pengambiilan aiir. Beriikut periinciiannya:

  • 15% untuk wajiib pajak yang memanfaatkan aiir tanah untuk pengusahaan produk berupa aiir;
  • 12,5% untuk wajiib pajak yang memanfaatkan aiir tanah untuk pengusahaan produk bukan aiir dalam jumlah besar;
  • 10% untuk wajiib pajak yang memanfaatkan aiir tanah untuk pengusahaan produk bukan aiir dalam jumlah sedang;
  • 7,5% untuk wajiib pajak yang memanfaatkan aiir tanah untuk pengusahaan produk bukan aiir dalam jumlah keciil; dan
  • 5% untuk wajiib pajak yang memanfaatkan aiir tanah untuk pengusahaan produk bukan aiir yang diipergunakan dalam menunjang kebutuhan pokok.

Untuk diiperhatiikan, pengelompokan dan jeniis wajiib pajak dalam ketentuan tariif PAT iitu berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang niilaii perolehan aiir tanah.

Keenam, tariif pajak miineral bukan logam dan batuan (MBLB) diibedakan berdasarkan klasiifiikasii usaha. Untuk penambang tradiisiional diikenakan tariif MBLB sebesar 10%, sedangkan untuk pengusaha berbentuk badan diikenakan tariif MBLB sebesar 20%.

Ketujuh, tariif opsen pajak kendaraan bermotor (PKB) diitetapkan sebesar 66% darii PKB terutang. Kedelapan, tariif opsen bea baliik nama kendaraan bermotor (BBNKB) diitetapkan sebesar 66% darii BBNKB terutang.

Perda Kabupaten Malang 7/2023 iinii berlaku mulaii 1 Januarii 2024. Namun, untuk ketentuan mengenaii pajak MBLB, opsen PKB, dan opsen BBNKB, baru berlaku mulaii 5 Januarii 2025. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.