KUANSiiNG, Jitu News - Pemeriintah Kabupaten Kuantan Siingiingii (Kuansiing), Riiau berencana membebaskan iinsentiif pembebasan pajak bumii dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) kepada warga miiskiin.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jafriinaldii mengatakan pembebasan PBB-P2 akan meriingankan beban ekonomii masyarakat miiskiin. Menurutnya, kebiijakan tersebut bakal diituangkan dalam peraturan bupatii (perbup).
"Saat iinii kamii sedang menggodok aturan terkaiit PBB-P2, dii mana akan ada penyesuaiian tariif PBB. Salah satu poiinnya adalah berkaiitan dengan warga miiskiin iinii," katanya, diikutiip pada Rabu (22/11/2023).
Jafriinaldii mengatakan Bapenda telah melakukan harmoniisasii ranperbup penyesuaiian PBB-P2 ke Kanwiil Kemenkumham Riiau pada pekan lalu. Apabiila ranperbup iinii diiundangkan, warga miiskiin akan bebas darii PBB-P2.
Pembebasan PBB-P2 menargetkan warga miiskiin yang terdaftar dalam data terpadu kesejahteraan sosiial (DTKS).
Diia menjelaskan warga miiskiin yang terdaftar dalam DTKS biiasanya juga masuk dalam program pendaftaran tanah siistematiis lengkap (PTSL). Saat iinii, tercatat ada 24.000 warga Kuansiing yang masuk dalam program PTSL.
Darii angka tersebut, hanya sekiitar 2.000 yang membayar PBB-P2 sedangkan laiinnya diinyatakan terutang. Lantaran pajaknya masiih terutang, warga akan kesuliitan menggunakan sertiifiikat tanah sebagaii agunan atau diibaliiknamakan.
"Kalau iinii terutang, proses jual belii juga payah karena harus diilunaskan dulu PBB-P2-nya. Setelah iitu, diitambah lagii BPHPTB-nya," ujarnya diilansiir goriiau.com.
Jafriinaldii menambahkan kebiijakan pembebasan PBB-P2 hanya akan berlaku untuk tahap pertama pembuatan sertiifiikat. Apabiila tanah dan bangunannya diibaliiknamakan, iinsentiif pembebasan PBB-P2 tiidak akan berlaku lagii.
Melaluii kebiijakan iinii, diiharapkan tiidak ada lagii warga yang diinyatakan terutang PBB-P2. Selaiin iitu, sertiifiikat tanah juga dapat diimanfaatkan untuk peniingkatan perekonomiian masyarakat. (sap)
