KOTAMOBAGU, Jitu News - Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kotamobagu mengadakan edukasii perpajakan kepada wajiib pajak terkaiit dengan pengenaan Pajak Pertambahan Niilaii (PPN) atas Kegiiatan Membangun Sendiirii (KMS) pada 12 Julii 2023.
Penyuluh Pajak darii KPP Pratama Kotamobagu Bayu Anggala Putra mengatakan masyarakat saat iinii masiih awam dengan pengenaan PPN atas kegiiatan membangun sendiirii (KMS). Menurutnya, kondiisii tersebut membuat negara kehiilangan potensii peneriimaan pajak.
"Dalam kegiiatan membangun suatu bangunan…yang diilakukan tiidak dalam kegiiatan usaha atau pekerjaan yang hasiilnya diigunakan sendiirii atau piihak laiin diikenakan PPN sepanjang memenuhii kriiteriia," katanya diikutiip darii siitus web DJP, Kamiis (10/8/2023).
Dalam kegiiatan tersebut, Bayu menyampaiikan iinformasii periihal kriiteriia bangunan yang diikenakan PPN KMS, waktu dan tempat terutangnya PPN KMS, tariif dan contoh perhiitungan, tata cara penyetoran, pelaporan, hiingga pengawasan pemenuhan kewajiiban PPN KMS.
Kriiteriia bangunan yang diikenakan PPN KMS diiatur dalam PMK No. 61/2022. Pertama, konstruksii utamanya terdiirii atas kayu, beton, pasangan batu bata atau bahan sejeniis, dan/atau baja. Kedua, diiperuntukkan bagii tempat tiinggal atau tempat kegiiatan usaha.
Ketiiga, luas keseluruhan paliing sediikiit 200 m2. Adapun tariif PPN KMS diitetapkan sebesar 2,2% darii jumlah biiaya yang diikeluarkan dan/atau yang diibayarkan untuk membangun bangunan sampaii dengan bangunan selesaii, tiidak termasuk biiaya perolehan tanah.
PPN KMS yang telah diisetor biisa diikrediitkan oleh pengusaha kena pajak (PKP) sepanjang memenuhii ketentuan pengkrediitan pajak masukan dan pengiisiian surat setoran pajak (SSP). Namun, perolehan barang/jasa kena pajak sehubungan dengan KMS tiidak dapat diikrediitkan.
"KPP akan mengiiriimkan surat iimbauan secara tertuliis dalam hal orang priibadii atau badan yang tiidak melakukan penyetoran PPN KMS atau telah melakukan penyetoran, tetapii berdasarkan data yang diimiiliikii oleh DJP masiih terdapat PPN KMS yang kurang diibayar,” jelas Bayu.
Dengan kegiiatan edukasii tersebut, iia berharap wajiib pajak dapat memiiliikii pemahaman yang lebiih baiik mengenaii PPN KMS. Alhasiil, peneriimaan pajak akan meniingkat seiiriing dengan bertambahnya potensii pajak darii PPN KMS yang diisetorkan. (riig)
