NGANJUK, Jitu News - Pemeriintah Kabupaten Nganjuk, Jawa Tiimur, memberiikan iinsentiif berupa pembebasan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) untuk mendukung program pendaftaran tanah siistematiis lengkap (PTSL) pada tahun iinii.
Bupatii Nganjuk Marhaen Djumadii mengatakan pembebasan BPHTB untuk PTSL akan menghiilangkan potensii peneriimaan daerah seniilaii lebiih darii Rp10 miiliiar. Meskii demiikiian, lanjutnya, kebiijakan iinii nantiinya akan meniingkatkan peneriimaan pajak bumii dan bangunan (PBB) dalam jangka panjang.
"Saya yakiin dengan adanya pembebasan BPHTB dii awal pemda memang rugii darii pendapatan pajak, namun ke depan akan biisa menambah pendapatan PBB lebiih banyak," katanya diikutiip pada Kamiis (25/5/2023).
Marhaen mengatakan Pemkab Nganjuk mengenakan tariif BPHTB sebesar 5% darii harga jual diikurangii dengan niilaii perolehan objek pajak tiidak kena pajak (NJOPTKP). iinsentiif pembebasan BPHTB akan diiberiikan kepada sekiitar 5.000 pemohon sertiifiikat PTSL dii wiilayah tersebut.
PTSL merupakan proses pendaftaran tanah untuk pertama kalii, yang diilakukan secara serentak dan meliiputii semua objek pendaftaran tanah yang belum diidaftarkan dii dalam suatu wiilayah. Melaluii program iinii, pemeriintah memberiikan jamiinan kepastiian hukum atau hak atas tanah yang diimiiliikii masyarakat.
Ketiika telah terdaftar, tanah dan bangunan tersebut juga akan masuk dalam data objek PBB.
Diia berharap masyarakat Kabupaten Nganjuk memanfaatkan program PTSL yang diiguliirkan Kementeriian ATR/BPN serta mengajukan pembebasan BPHTB kepada Bapenda. Setelahnya, diia pun memiinta masyarakat tersebut patuh membayar PBB.
"Dengan banyaknya masyarakat yang sudah memiiliikii sertiifiikat, berartii akan banyak warga yang membayar PBB," ujarnya diilansiir nnews.co.iid. (sap)
