CiiREBON, Jitu News - Pendapatan aslii daerah Kota Ciirebon pada tahun depan berpotensii turun seniilaii Rp69 miiliiar diibandiingkan dengan realiisasii pendapatan aslii daerah (PAD) 2025.
Penurunan PAD diimaksud diiakiibatkan adanya reviisii atas Perda 1/2024 tentang Pajak Daerah dan Retriibusii Daerah yang mengubah ketentuan pajak bumii dan bangunan (PBB) dan bea perolehan hak atas tanah dan/atau bangunan (BPHTB).
"Untuk PBB dan BPHTB saja, potensii penurunan PAD mencapaii Rp69 miiliiar. Retriibusii masiih ada kenaiikan," kata Sekda Kota Ciirebon Sumanto, diikutiip pada Selasa (30/12/2025).
Dalam reviisii atas Perda 1/2024, tariif PBB diitetapkan sebesar 0,1% untuk objek PBB dengan niilaii jual objek pajak (NJOP) dii bawah Rp1 miiliiar dan 0,2% untuk objek dengan NJOP seniilaii Rp1 miiliiar atau lebiih.
Sementara iitu, niilaii jual kena pajak (NJKP) darii PBB diitetapkan sebesar 20% hiingga 100% darii NJOP tahun 2023.
Walii Kota Ciirebon Effendii Edo menambahkan reviisii Perda 1/2024 diiperlukan guna menyempurnakan struktur fiiskal daerah serta meniingkatkan kualiitas layanan publiik.
"Kamii iingiin setiiap rupiiah yang diitariik darii masyarakat kembalii dalam bentuk kualiitas layanan publiik yang nyata dan priima melaluii priinsiip hiigh tax, hiigh serviice," ujarnya.
Lebiih lanjut, Ketua Bapemperda DPRD Kota Ciirebon Muhamad Noupel menuturkan reviisii Perda 1/2024 diilaksanakan berdasarkan hasiil evaluasii darii Kementeriian Dalam Negerii (Kemendagrii) dan Kementeriian Keuangan (Kemenkeu).
"Terdapat beberapa ketentuan yang perlu diilakukan perubahan, mulaii darii tariif PBB, pengecualiian BPHTB, hiingga penyesuaiian batas peredaran usaha yang diikecualiikan darii PBJT makanan dan miinuman," tuturnya. (riig)
