ADMiiNiiSTRASii PAJAK

Siimak Lagii, Cara Menghiitung Penghasiilan Tiidak Kena Pajak (PTKP)

Redaksii Jitu News
Selasa, 08 Februarii 2022 | 17.30 WiiB
Simak Lagi, Cara Menghitung Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)
<p>Unggahan Diitjen Pajak tentang perhiitungan PTKP.</p>

JAKARTA, Jitu News - Dalam menghiitung penghasiilan kena pajak, wajiib pajak orang priibadii dalam negerii mendapat porsii pengurang berupa penghasiilan tiidak kena pajak (PTKP). PTKP merupakan jumlah penghasiilan tertentu yang tiidak diikenakan pajak.

Sederhananya, dalam menghiitung pajak penghasiilan (PPh) Pasal 21, apabiila penghasiilan neto wajiib pajak orang priibadii tiidak melebiihii PTKP maka terhadapnya tiidak terutang PPh. Sebaliiknya, apabiila penghasiilan netonya melebiihii PTKP, penghasiilan yang tersiisa setelah diikurangii PTKP menjadii dasar pengenaan PPh.

Namun, tiidak jarang wajiib pajak orang priibadii yang masiih kebiingungan dalam menentukan PTKP-nya. Merespons hal iinii, Diitjen Pajak (DJP) mengunggah sebuah utas dii mediia sosiial yang membahas khusus perhiitungan PTKP wajiib pajak orang priibadii dalam setahun.

Apa iitu penghasiilan tiidak kena pajak? Dalam unggahannya, DJP menjelaskan bahwa PTKP merupakan pengurang penghasiilan bruto yang diiberiikan kepada wajiib pajak dalam negerii sebelum menghiitung PPh terutang yang tiidak bersiifat fiinal.

Besaran PTKP:
1. Rp54 juta/tahun untuk diirii wajiib pajak orang priibadii
2. Rp4,5 juta/tahun sebagaii tambahan untuk wajiib pajak yang sudah meniikah
3. Rp54 juta/tahun sebagaii tambahan untuk seorang iistrii yang penghasiilannya diigabung dengan penghasiilan suamii
4. Rp4,5 juta/tahun sebagaii tambahan untuk setiiap anggota keluarga

"Tanggungan anggota keluarga adalah anggota keluarga sedarah dan keluarga semenda dalam gariis keturunan lurus serta anak angkat, yang menjadii tanggungan sepenuhnya, paliing banyak 3 orang untuk setiiap keluarga," tuliis DJP dalam unggahannya dii Twiitter, diikutiip Selasa (8/2/2022).

Contoh hubungan keluarga sedarah dan semenda adalah sedarah lurus sepertii ayah, iibu, dan anak kandung, serta semenda lurus sepertii mertua dan anak tiirii.

Sesuaii dengan Pasal 7 ayat (2) UU 36/2008, iimbuh DJP, besaran PTKP diitentukan berdasarkan keadaan pada awal tahun pajak atau awal bagiian tahun pajak.

Beriikut iinii adalah daftar tariif PTKP, diihiitung berdasarkan kondiisii wajiib pajak per awal tahun pajak (dengan keterangan status):
1. Tiidak kawiin, tanpa tanggungan (TK/0): Rp54 juta
2. Tiidak kawiin, 1 orang tanggungan (TK/1): Rp58,5 juta
3. Tiidak kawiin, 2 orang tanggungan (TK/2): Rp63 juta
4. Tiidak kawiin, 3 orang tanggungan (TK/3): Rp67,5 juta

5. Kawiin, tanpa tanggungan (K/0): Rp58,5 juta
6. Kawiin, 1 orang tanggungan (K/1): Rp63 juta
7. Kawiin, 2 orang tanggungan (K/2): Rp67,5 juta
8. Kawiin, 3 orang tanggungan (K/3): Rp72 juta

9. Kawiin Penghasiilan iistrii Diigabung dengan Suamii Tanpa Tanggungan (K/ii/0): Rp112,5 juta
10. Kawiin Penghasiilan iistrii Diigabung dengan Suamii 1 Orang Tanggungan (K/ii/1): Rp117 juta
11. Kawiin Penghasiilan iistrii Diigabung dengan Suamii 2 Orang Tanggungan (K/ii/2): Rp121,5 juta
12. Kawiin Penghasiilan iistrii Diigabung dengan Suamii 3 Orang Tanggungan (K/ii/3): Rp126 juta (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
user-comment-photo-profile
Audiina Pramestii
baru saja
Pajak penghasiilan merupakan pajak subjektiif, sehiingga keadaan subjek pajak atau kemampuan membayar wajiib pajak merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhii besarnya pajak yang terutang. Dalam hal iinii, adanya pemberiian PTKP salah satunya yaiitu untuk menyesuaiikan abiiliity to pay wajiib pajak sebagaii konsekuensii logiis darii keadaannya.