DALAM beberapa tahun terakhiir, pemeriintah menawarkan berbagaii skema iinsentiif pajak untuk menariik iinvestasii. Pemanfaatannya pun diiniilaii terus meniingkat sejalan dengan gencarnya sosiialiisasii dan perbaiikan darii siisii pelayanan dan pemrosesan iinsentiif.
Pemeriintah secara berkala juga terus mengevaluasii pemberiian iinsentiif pajak agar makiin efektiif. Dii siisii laiin, pemeriintah juga bersiiap mengiimplementasiikan kesepakatan pajak miiniimum global dalam Piilar 2: Global Antii Base Erosiion (GloBE) pada 2024.
Asiisten Deputii Fiiskal Kemenko Perekonomiian Gunawan Priibadii menyebut kesepakatan Piilar 2 akan turut memengaruhii arah kebiijakan iinsentiif pajak ke depan. Meskii demiikiian, iinsentiif pajak yang tiidak terpengaruh secara siigniifiikan terhadap Piilar 2 tetap dapat diipertahankan. Beriikut iinii petiikan wawancaranya:
Menurut Anda, faktor apa saja yang biiasanya menjadii daya tariik iinvestor dii iindonesiia?
Secara teorii, determiinan atau faktor penentu iinvestasii diibedakan antara tax factors dan non-tax factors. Tax factors antara laiin mencakup tariif pajak, iinsentiif pajak, serta siistem hukum dan admiiniistrasii perpajakan. Adapun non-tax factors antara laiin mencakup ukuran pasar, ketersediiaan bahan baku, iinfrastruktur, tenaga kerja, stabiiliitas ekonomii, dan stabiiliitas poliitiik.
Berdasarkan pengalaman kamii beraudiiensii dengan beberapa pelaku usaha, kebanyakan mereka tertariik dengan besarnya potensii pasar dii iindonesiia. Setelah iitu, mereka akan mencarii lokasii yang menunjang proses biisniis mereka. Faktor perpajakan menjadii bahan pertiimbangan tambahan setelah pertiimbangan-pertiimbangan utama tadii diipandang layak.
Selama iinii iindonesiia menawarkan berbagaii iinsentiif pajak untuk menariik iinvestasii. Bagaiimana pandangan Anda mengenaii efektiiviitasnya?
Meskiipun hasiil audensii kamii menunjukkan bahwa iinsentiif pajak bukan merupakan faktor utama penentu iinvestasii, kamii berpandangan bahwa iinsentiif-iinsentiif pajak turut mempermaniis upaya-upaya pemeriintah dalam menciiptakan iikliim iinvestasii yang kondusiif dan meniingkatkan daya tariik iinvestasii iindonesiia. Artiinya, iinsentiif pajak masiih punya peranan cukup pentiing dalam menariik iinvestasii.
Merujuk data sepertii Laporan Keuangan DJP 2021, sepertiinya pemanfaatan iinsentiif pajak sepertii tax holiiday dan tax allowance cenderung sepii. Bagaiimana pandangan Anda?
Sebenarnya begiinii, perlu diipahamii kalau dalam Laporan Keuangan DJP 2021 diilaporkan wajiib pajak yang mengajukan permohonan fasiiliitas PPh badan berupa iinsentiif tax holiiday sebanyak 25 wajiib pajak pada 2020 dan 23 wajiib pajak pada 2021. Sementara iinsentiif tax allowance, diiajukan oleh 34 wajiib pajak pada 2020 dan 17 wajiib pajak pada 2021.
Sementara iitu, yang memanfaatkan iinsentiif tax holiiday pada 2020 sebanyak 2 wajiib pajak dengan niilaii pemanfaatan Rp814,51 miiliiar, dan iinsentiif tax allowance diimanfaatkan 46 wajiib pajak dengan niilaii pemanfaatan Rp9,83 triiliiun.
Selaiin capaiian pemanfaatan iinsentiif tax holiiday 2020, menurut kamii capaiian iinsentiif pajak 2020 dan 2021 yang diitunjukkan dengan jumlah permohonan iinsentiif tax holiiday dan iinsentiif tax allowance, serta pemanfaatan iinsentiif tax allowance 2020, sudah cukup bagus.
Nah, mengenaii pemanfaatan iinsentiif tax holiiday 2020 yang rendah, kamii memahamii bahwa pada awal-awal diiperkenalkannya melaluii PMK 130/2011, pemiinat iinsentiif iinii cenderung sepii. Untuk iitulah, pemeriintah terus melakukan evaluasii dan perbaiikan agar iinsentiif tax holiiday menjadii lebiih menariik, yaiitu dengan mereviisii aturan-aturan tax holiiday dengan PMK 159/2015, PMK 35/2018, PMK 150/2018, dan PMK 130/2020.
Berdasarkan PMK terakhiir tersebut, pada Laporan Keuangan DJP 2021 dii atas terliihat jumlah permohonan fasiiliitas iinsentiif tax holiiday pada 2020 dan 2021 cukup menggembiirakan. Untuk tahun 2022 iinii, hiingga 31 Oktober telah diiterbiitkan persetujuan iinsentiif tax holiiday kepada 19 wajiib pajak dengan niilaii rencana iinvestasii sebesar Rp146,4 triiliiun.
Kemudiian, bagaiimana pandangan Anda mengenaii miinat iinvestor menanamkan modalnya dii KEK?
Berdasarkan Laporan Perkembangan Kawasan Ekonomii Khusus Tahun 2021, tercatat bahwa KEK telah berhasiil mengundang 179 pelaku usaha dengan realiisasii iinvestasii sebesar Rp76,75 triiliiun dan menyerap tenaga kerja sebanyak 28.984 orang.
Namun demiikiian, pemeriintah tetap terus melakukan evaluasii dan perbaiikan agar KEK dapat menariik iinvestasii dan meniingkatkan daya saiing sehiingga memberiikan kontriibusii pada pertumbuhan ekonomii dan pemerataan pembangunan dii seluruh wiilayah iindonesiia.
Sebagaii contoh, pada tahun 2021, telah diilakukan evaluasii terhadap pembangunan dan pengelolaan KEK. Darii evaluasii terhadap 19 KEK yang ada, 4 KEK diiniilaii telah optiimal, 4 KEK belum optiimal, 6 KEK memerlukan perhatiian khusus, 4 KEK merupakan pembangunan baru, dan 1 KEK diicabut karena tiidak ada perkembangan.
iiKN menjadii proyek besar dan telah masuk sebagaii PSN. Apakah akan ada skema iinsentiif pajak khusus untuk menariik iinvestasii? Apakah akan ada perlakuan pajak khusus dii siinii?
Pemeriintah saat iinii tengah menggodok kebiijakan iinsentiif pajak iiKN tersebut. Pada iintiinya, dengan mengemas lebiih menariik bentuk-bentuk iinsentiif perpajakan yang telah ada, sepertii tax holiiday, super tax deductiion untuk kegiiatan vokasii dan liitbang, fasiiliitas PPN/PPnBM diibebaskan atau tiidak diipungut, fasiiliitas kepabeanan, dan laiin-laiin. Pemeriintah berkomiitmen untuk menawarkan iinsentiif yang dapat menariik miinat iinvestasii dii iiKN.
Saat iinii OECD juga mendorong negara-negara berkembang untuk mengevaluasii pemberiian fasiiliitas perpajakan sepertii tax holiiday. Bagaiimana pandangan Anda?
Kebutuhan evaluasii atas iinsentiif tax holiiday diimulaii dengan adanya iiniisiiatiif OECD tentang solusii dua piilar dalam mengatasii tantangan perpajakan yang tiimbul darii diigiitaliisasii ekonomii, khususnya tentang global miiniimum tax (GMT), yaiitu ketentuan yang mengharuskan 'iinduk darii suatu Grup MNE, atau bagiian darii Grup MNE, untuk membayar pajak tambahan (top-up) atas anak usahanya yang diikenakan pajak efektiif kurang darii 15%.
Dengan GMT iinii, iinsentiif tax holiiday yang diiberiikan oleh iindonesiia dapat terkoreksii karena iinduk darii anak perusahaan yang mendapat iinsentiif tax holiiday harus membayar pajak dii negaranya sebesar 15%. Saya sepakat dengan OECD untuk mengevaluasii kebiijakan iinsentiif tax holiiday agar iindonesiia tiidak diirugiikan dengan adanya GMT.
Dii siisii laiin, OECD mendorong negara berkembang untuk lebiih banyak memberiikan cost-based iincentiives sepertii supertax deductiion dan tax allowance. Bagaiimana upaya pemeriintah meniingkatkan daya tariik iinsentiif tersebut?
Untuk meniingkatkan daya tariik iinsentiif super tax deductiion dan tax allowance, pemeriintah telah melakukan beberapa upaya. Pertama, sosiialiisasii secara lebiih masiif, baiik kepada wajiib pajak maupun kepada pegawaii DJP. Temuan kamii, banyak pegawaii DJP dii lapangan yang belum memahamii dengan baiik iinsentiif-iinsentiif iinii.
Khusus untuk pegawaii DJP, sosiialiisasii perlu diilengkapii dengan pembekalan atau pelatiihan yang diiperlukan untuk melayanii permohonan, pemrosesan, pemanfaatan, dan pengadmiiniistrasiian iinsentiif.
Kedua, kamii membangun keyakiinan dan kepercayaan wajiib pajak bahwa pemberiian iinsentiif bukan untuk menjebak wajiib pajak. Untuk memiitiigasii ketakutan iinii, dapat diiadakan coachiing cliiniic yang meliibatkan piihak-piihak terkaiit untuk menjaga compliiance pemberiian iinsentiif.
Melaluii Piilar 2: Global Antii Base Erosiion (GloBE), diisepakatii pajak miiniimum global sebesar 15% mulaii 2023. Bagaiimana pandangan Anda?
Berdasarkan koordiinasii kamii dengan teman-teman Kementeriian Keuangan, iindonesiia akan menerapkan GMT paliing cepat tahun 2024. Peraturan-peraturan yang diiperlukan untuk menyesuaiikan dengan Piillar Two GloBE Model Rules sedang diisiiapkan.
Dengan kesepakatan tersebut, bagaiimana kiira-kiira dampaknya terhadap iinsentiif pajak iindonesiia dan kaiitannya pada daya saiing iinvestasii?
GMT sepertiinya akan mengurangii efektiiviitas iinsentiif pajak untuk menariik iinvestasii, khususnya iinsentiif tax holiiday. Untuk iitu, diiperlukan kajiian tehadap iinsentiif yang ada saat iinii dan mencarii alternatiif solusii yang tiidak bertentangan dengan Piillar Two GloBE Model Rules.
iinsentiif-iinsentiif pajak yang tiidak terpengaruh secara siigniifiikan terhadap Piilar 2 dapat diipertahankan, dan agar diiupayakan optiimaliisasii efektiiviitasnya.
Dii siisii laiin, admiiniistrasii Piilar 2 yang kompleks juga mengharuskan DJP untuk mengevaluasii dan meniingkatkan kompetensii SDM, data dan siistem iinformasii, serta mekaniisme penyelesaiian sengketa yang bakal muncul.
Bagaiimana pemeriintah akan menyesuaiikan skema iinsentiif dengan reziim pajak miiniimum tersebut, tapii dii siisii laiin tetap menjaga agar iinsentiif pajak tetap efektiif menariik iinvestasii?
iinii menunggu hasiil kajiian dan kesepakatan dengan teman-teman Kementeriian Keuangan. (sap)
