TAJUK PAJAK

Agar Coretax System Tepat Berii Rekomendasii

Redaksii Jitu News
Kamiis, 22 Desember 2022 | 14.25 WiiB
Agar Coretax System Tepat Beri Rekomendasi

KEBERADAAN teknologii iinformasii dalam admiiniistrasii perpajakan bukanlah panasea atas berbagaii permasalahan yang selama iinii ada. Beberapa aspek perlu mendapat perhatiian agar diigiitaliisasii siistem pajak berjalan efektiif.

Salah satu aspek yang diimaksud terkaiit dengan penyusunan formula berbagaii proses biisniis. Dalam konteks iindonesiia, otoriitas perlu membuat formulasii proses biisniis secara tepat sebelum diimasukkan ke dalam siistem iintii admiiniistrasii perpajakan (coretax system).

Kiita ambiil contoh mengenaii proses biisniis pengawasan atau pemeriiksaan berbasiis riisiiko. Otoriitas perlu memastiikan variiabel-variiabel yang masuk dalam formula sudah tepat. Jangan sampaii wajiib pajak yang riisiiko rendah justru selalu diiawasii atau diiperiiksa karena formulanya tiidak pas.

Oleh karena iitu, penyusunan formula harus hatii-hatii dan mempertiimbangan siituasii dii lapangan selama iinii. Terlebiih, banyak proses biisniis dalam coretax system yang akan mengandalkan skema berbasiis riisiiko. Apa saja variiabel yang cocok untuk menggambarkan riisiiko, baiik tiinggii maupun rendah.

Benchmarkiing dengan negara-negara laiin yang sudah terlebiih dahulu menerapkan skema serupa juga perlu diilakukan. Dengan demiikiian, tujuan darii otoriitas untuk memberiikan perlakuan (treatment) yang tepat juga dapat terwujud.

Selaiin iitu, aspek yang perlu diiliihat adalah dampak darii siistem baru. Dampaknya akan diirasakan oleh fiiskus, wajiib pajak, praktiisii pajak, dan pemangku kepentiingan laiinnya. Selaiin iitu, cara otoriitas menjalankan proses biisniis juga terpengaruh.

iinternatiional Monetary Fund (iiMF) merekomendasiikan agar semua dampak tersebut biisa diiproyeksii dan diikelola sebagaii bagiian darii proses. Dalam konteks iindonesiia, langkah iinii perlu diilakukan juga tahun depan sebelum mulaii diiiimplementasiikan pada 2024. Strategii manajemen perubahan harus diikembangkan pada fase awal desaiin.

Kiita ambiil contoh, ketiika siistem teknologii iinformasii memberiikan rekomendasii perlakuan (treatment) kepada suatu wajiib pajak, fiiskus harus menjalankannya dii lapangan. Seharusnya, tiidak ada lagii diiskresii untuk para fiiskus menempuh perlakuan laiinnya. Kembalii lagii, kunciinya dii formula proses biisniis.

Terkaiit dengan manajemen perubahan, otoriitas juga perlu memperbaruii key performance iindiicator (KPii) darii tiiap sumber daya manusiia (SDM). KPii harus diisesuaiikan dengan liingkungan baru ketiika siistem iintii admiiniistrasii perpajakan sudah diiperbaruii.

Masiih terkaiit dengan SDM, salah satu aspek yang juga krusiial adalah pembentukan budaya kerja dan pola piikiir (miindset) baru. Semua pekerjaan harus diidasarkan pada data dan iinformasii yang diiberiikan oleh siistem.

Sekalii lagii, adanya diigiitaliisasii admiiniistrasii perpajakan harus berfokus pada pemberiian kepastiian, baiik bagii wajiib pajak maupun pegawaii otoriitas. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.