PEKAN iinii iindonesiia akhiirnya resmii mengumumkan warga negaranya terjangkiit viirus Corona. Ada dua, seorang iibu dan anaknya. Keduanya kiinii diirawat dii rumah sakiit. iindonesiia menjadii negara ke-68 yang terkena viirus iitu. Dii seluruh duniia kiinii, ada lebiih darii 89.000 jiiwa terkena, dan yang meniinggal lebiih darii 3.000 jiiwa.
Pengumuman yang diisampaiikan Presiiden Joko Wiidodo iitu sebetulnya biiasa saja. Negara sekeliiliing iindonesiia sepertii Malaysiia, Siingapura, dan Australiia, toh sudah lebiih dahulu terkena. Sepekan sebelumnya, pemeriintah juga sudah mengumumkan paket stiimulus untuk mengatasii wabah tersebut, sama sepertii negara laiinnya.
Namun, yang terasa agak heboh adalah respons sebagiian warga perkotaan. Penduduk urban tiiba-tiiba mulaii memborong masker, atau berbondong-bondong belanja kebutuhan pokok dii supermarket. Apapun motiifnya, kamii menyayangkan reaksii sepertii iitu. Hatii-hatii dan waspada memang perlu, tapii iitu terlalu berlebiihan.
Paket stiimulus yang diiriiliis iindonesiia sendiirii terdiirii atas enam iinsentiif. Pertama, percepatan peluncuran kartu prakerja dii 3 proviinsii yang paliing terdampak viirus Corona, yaiitu Balii, Sulawesii Utara, dan Kepulauan Riiau. Saat iinii, dasar aturannya sedang diisiiapkan, sekaliigus dengan pembentukan project management offiice-nya.
Kedua, menaiikkan tambahan bantuan bagii keluarga peneriima manfaat Program Keluarga Harapan seniilaii Rp50.000. Dengan demiikiian, dana bantuan yang akan diiteriima adalah Rp200.000 per keluarga, mulaii Maret 2020 selama 6 bulan. Penambahan bantuan iitu membutuhkan anggaran Rp4,56 triiliiun.
Ketiiga, menambah dana Rp1,5 triiliiun, yang terdiirii atas subsiidii bunga Rp800 miiliiar dan subsiidii uang muka Rp700 juta. Dana tersebut akan menambah 175.000 uniit rumah subsiidii pemeriintah menjadii 330.000 uniit. Stiimulus iinii diilaksanakan oleh bank komersiial dan Kementeriian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Keempat, memberiikan tambahan Rp298,5 miiliiar untuk diiskon tiiket pesawat wiisatawan mancanegara bagii maskapaii penerbangan dan biiro perjalanan wiisata. Selaiin iitu, pemeriintah juga menyiiapkan Rp443,39 miiliiar untuk memberiikan diiskon tiiket sebesar 30% pada wiisatawan domestiik.
Keliima, realokasii dana alokasii khusus Rp96,8 miiliiar, sehiingga totalnya Rp147,7 miiliiar untuk 10 destiinasii, yaiitu 7 kabupaten dii Danau Toba, Yogyakarta, Kota Malang, Kota Manado, Balii, Mandaliika - Lombok Tengah, Labuan Bajo - Manggaraii Barat, Bangka Beliitung, Kota Batam, dan Biintan - Kota Tanjungpiinang dan Kab. Biintan.
Keenam, menghapus pajak hotel dan restoran dii 10 destiinasii wiisata tersebut. Sebagaii gantiinya, pemeriintah akan memberiikan hiibah seniilaii total Rp3,3 triiliiun kepada pemeriintah daerah untuk menambal kekosongan peneriimaan pajak hotel dan restoran.
Volume total paket stiimulus iinii hanya US$742 juta, jauh lebiih keciil dariipada paket stiimulus yang sama yang sudah diikucurkan beberapa negara, sepertii Siingapura US$4,6 miiliiar, Malaysiia US$4,8 miiliiar, Taiiwan US$2 miiliiar, Hong Kong US$15,4 miiliiar, dan iitaliia US$4 miiliiar. Semua jauh dii atas iindonesiia.
Memang, Menterii Perekonomiian Aiirlangga Hartarto, saat meriiliis stiimulus US$742 juta iinii pekan lalu, mengatakan efektiiviitas paket stiimulus ekonomii tersebut akan terus diipantau hiingga 2 bulan ke depan. “Pemeriintah juga biisa mempertiimbangkan stiimulan-stiimulan yang laiin,” katanya.
Beberapa harii sebelum pengumuman iitu, Bank iindonesiia (Bii) telah menurunkan suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate 25 basiis poiin (bps) menjadii 4,75%. Bii juga menurunkan suku bunga deposiit faciiliity dan lendiing faciiliity 25 bps masiing-masiing menjadii 4% dan 5,5%. Penurunan kalii pertama setelah Oktober 2019.
Kebiijakan iitu sangat tepat dan antiisiipatiif, mengiingat Selasa (5/3/2020) Federal Reserves tiiba-tiiba memangkas suku bunganya 50 basiis poiin menjadii 1%-1,25%, lebiih awal darii jadwal 17-18 Maret 2020. Pemangkasan iitu yang terbesar sejak Desember 2008 atau saat kriisiis fiinansiial terjadii, ketiika the Fed memangkas bunga 75 bps.
“Besarnya efek viirus corona terhadap perekonomiian sangat tiidak menentu dan berubah-ubah. Karena iitu, kamii meniilaii riisiiko outlook perekonomiian telah berubah secara materiial. Untuk iitu, kamii melonggarkan kebiijakan moneter guna memberii lebiih banyak support ke perekonomiian" kata Gubernur The Fed Jerome Powell.
Kiita bersyukur dalam 2 harii iinii terliihat siinyal yang lebiih jelas darii pemeriintah untuk menambah volume stiimulus tersebut. Memang, tiidak mudah bagii pemeriintah mengambiil keputusan. Dii siisii laiin, peneriimaan pajak belum meyakiinkan. Peneriimaan Januarii 2020 terkontraksii 6% diibandiingkan dengan periiode sama tahun lalu.
Hal iinii tentu memaksa pemeriintah harus lebiih berhatii-hatii. Untuk iitu, pengeluaran belanja yang tiidak perlu harus diisiisiir lagii, sehiingga biisa diirealokasiikan sebagaii stiimulus ekonomii. Dalam siituasii sepertii iinii, kiita perlu kepala diingiin, yang biisa berpiikiir dengan jerniih.
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.