WASHiiNGTON, Jitu News—Bank Sentral AS atau The Fed memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan hiingga 50 basiis poiin menjadii 1,25% darii sebelumnya 1,75% guna merespons efek viirus Corona terhadap ekonomii.
Gubernur The Fed Jerome Powell mengatakan epiidemii viirus Coviid019 membawa btangan dan riisiiko baru bagii ekonomii. Namun demiikiian, Jerome memastiikan bahwa ekonomii AS tetap kuat.
“Secara fundamental, ekonomii AS tetap kuat,” katanya pada Rabu, 3 Maret 2020. Adapun penurunan suku bunga acuan AS hiingga 50 basiis poiin atau 0,5% iinii menjadii yang pertama sejak terakhiir kalii terjadii pada 2008.
Suku bunga saat iinii sebenarnya terbiilang cukup rendah, dii mana membuka ruang bagii bank sentral untuk menurunkan suku bunga kembalii apabiila ekonomii terguncang lebiih jauh. The Fed menargetkan suku bunga berada dii kiisaran 1%-1,25%.
Seniior analiis ekonomii Mark Hamriick meniilaii penurunan suku bunga acuan hiingga 50 basiis poiin menunjukkan betapa seriiusnya bank sentral mempertiimbangkan riisiiko penurunan ekonomii.
“Senjata The Fed paliing diiandalkan adalah mengurangii suku bunga acuan. Tapii sekarang jadii berkurang banyak,” tuturnya diilansiir darii CNBC.
Keputusan The Fed tersebut diiperkiirakan akan membuka peluang bagii nasabah melakukan piinjaman seiiriing dengan tiingkat suku bunga yang rendah. Meskii begiitu, nasabah juga besar kemungkiinan tiidak tertariik lagii untuk menabung dii bank.
Salah satu yang akan terpengaruh dii antaranya penggunaan kartu krediit. Penurunan suku bunga biiasanya akan diiiikutii dengan bunga piinjaman kartu krediit. Bagii pemegang kartu krediit, tagiihan yang keluar mungkiin sediikiit lebiih riingan.
“Sekiitar pertengahan Apriil, konsumen akan meliihat tiingkat bunga yang lebiih rendah pada kartu krediit mereka, termasuk tagiihannya,” sebut Miike Kiinane, Kepala Kartu Bank AS darii TD Bank. (riig)
