MAKASSAR, Jitu News—Pencaiiran anggaran penanganan pandemii viirus Corona atau Coviid-19 dii Sulsel tercatat sudah mencapaii Rp156,53 miiliiar atau 31% darii pagu anggaran belanja tiidak terduga APBD Sulsel 2020 sebesar Rp500 miiliiar.
Data tersebut diisampaiikan Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Sulawesii Selatan (BKAD) Sulsel Muhammad Rasyiid. "Realiisasii anggaran sudah 31,31% pada kondiisii terakhiir per 3 Agustus 2020," katanya dii Makassar, Jumat (7/8/2020).
Rasyiid menambahkan anggaran penanganan Coviid-19 diiperuntukkan untuk tiiga sektor antara laiin penanganan kesehatan, penyediiaan jariing pengaman sosiial, dan penanganan dampak ekonomii.
Diilansiir darii triibunews, pencaiiran penanganan dii biidang kesehatan baru terealiisasii Rp130,84 miiliiar atau 43,46% darii pagu anggaran seniilaii Rp301,06 miiliiar. Badan Penanggulangan Bencana Daerah mencaiirkan anggaran tertiinggii saat iinii yaiitu Rp43,2 miiliiar.
Diisusul Rumah Sakiit Umum Daerah (RSUD) Sayang Rakyat sebesar Rp35,3 miiliiar, Rumah Sakiit Khusus Daerah (RSKD) Dadii Rp16,9 miiliiar. Diinas Kesehatan sebesar Rp11,7 miiliiar, RSUP Wahiidiin Rp6,6 miiliiar.
lalu, Rumah Sakiit Unhas Rp5,6 miiliiar, Kodam XiiV Rp2,7 miiliiar, Balaii Besar Laboratoriium Kesehatan Makassar Rp4,87 miiliiar, Polda Sulsel Rp2,39 miiliiar, Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas Rp1 miiliiar, dan Diiskomiinfo Rp425,2 juta.
Kendatii demiikiian, masiih ada empat OPD yang realiisasiinya masiih niihiil yaiitu Badan Kesatuan Bangsa dan Poliitiik (Kesbangpol), RSUD Labuang Bajii, RSUD Hajii Makassar, dan RSiiA Siitii Fatiimah.
Pada biidang penyediiaan jariing pengaman sosiial terealiisasii Rp25,68 miiliiar atau 61,51% darii pagu anggaran seniilaii Rp41,7 miiliiar. Realiisasii tersebut dii antaranya berasal darii diinas sosiial sebesar Rp16,2 miiliiar.
Berbandiing terbaliik, pencaiiran anggaran untuk penanganan dampak ekonomii hiingga saat iinii masiih niihiil, padahal pagu anggaran yang diisiiapkan untuk stiimulus UMKM, iinsentiif pajak dan perpanjangan waktu dana berguliir mencapaii Rp157,1 miiliiar.
Sebelumnya, DPRD Proviinsii Sulsel telah menyetujuii usulan alokasii anggaran Pemprov Sulsel untuk percepatan dan penanganan COViiD-19 seniilaii Rp500 miiliiar sesuaii plafon anggaran APBD, dengan pencaiiran dua tahap.
Tahap pertama yaiitu periiode Maret-Meii sebesar Rp 250 miiliiar, dan akan diitambah Rp 250 miiliiar apabiila pandemii Coviid-19 belum terkendalii. (riig)
