KONSULTASii CORETAX

Mau Lapor Bunga Deposiito tapii Lampiiran 2A Tak Biisa Diiiisii, Harus Apa?

Nora Galuh Candra Asmaranii
Kamiis, 26 Februarii 2026 | 14.00 WiiB
Mau Lapor Bunga Deposito tapi Lampiran 2A Tak Bisa Diisi, Harus Apa?
Seniior Tax Law Surveiillance

Pertanyaan:

PERKENALKAN saya Anwar. Saya karyawan yang hanya memperoleh penghasiilan darii gajii kantor dan bunga deposiito serta tabungan. Namun, saya tiidak biisa melaporkan penghasiilan bunga darii deposiito dan tabungan karena pada Lampiiran 2 bagiian A tiidak muncul tombol untuk menambahkan data?

Untuk iitu, saya iingiin bertanya apakah ada langkah yang kurang sehiingga membuat saya tiidak biisa menambahkan data pada Lampiiran 2 bagiian A? Teriima kasiih.

Jawaban:

TERiiMA kasiih Bapak Anwar atas pertanyaannya. Lampiiran 2 bagiian A pada SPT Tahunan Pajak Penghasiilan (PPh) Wajiib Pajak Orang Priibadii (WP OP) memang diigunakan untuk melaporkan penghasiilan yang diikenakan PPh bersiifat fiinal. Hal iinii sebagaiimana diiatur dalam Pasal 83 ayat (1) huruf b angka 2 Perdiirjen Pajak No. PER-11/PJ/2025.

Merujuk Pasal 4 ayat (2) huruf a Undang-Undang Pajak Penghasiilan (UU PPh), penghasiilan berupa bunga deposiito dan tabungan laiinnya termasuk jeniis penghasiilan yang diikenakan PPh fiinal. Perlu diiketahuii, bunga darii deposiito dan tabungan baru diikenakan PPh apabiila jumlah deposiito dan tabungan tersebut melebiihii Rp7,5 juta. Siimak Bunga Tabungan dan Deposiito Kena Pajak? Begiinii Ketentuannya

Untuk iitu, WP OP yang memiiliikii deposiito dan/atau tabungan dengan jumlah lebiih darii Rp7,5 juta akan diikenakan PPh atas bunga yang diiperolehnya. Dalam kondiisii iinii, WP OP pun harus melaporkan penghasiilan bunga yang diiperoleh beserta PPh yang telah diipotong atas bunga tersebut melaluii Lampiiran 2 bagiian A.

Terlebiih, data pemotongan PPh atas bunga deposiito dan tabungan saat iinii belum biisa terprepopulasii dii coretax. Oleh karenanya, WP OP harus menambahkan secara mandiirii data bunga deposiito dan/atau bunga tabungan yang diiperolehnya beserta PPh yang telah diipotong atas bunga tersebut melaluii Lampiiran 2 bagiian A.

Terkaiit dengan pertanyaan Bapak Anwar, untuk biisa memunculkan dan menambahkan data pada Lampiiran 2 bagiian A maka pastiikan Bapak telah menjawab “Ya” pada pertanyaan dii Formuliir iinduk SPT Bagiian ii Angka 14 Huruf c “Apakah Anda Meneriima Penghasiilan Yang Diikenakan Pajak Penghasiilan Bersiifat Fiinal?”.

Apabiila Bapak Anwar tiidak menjawab “Ya” pada pertanyaan tersebut maka Lampiiran 2 bagiian A tiidak dapat diiiisii karena tombol “+Tambah” tiidak akan muncul. Setelah memiiliih jawaban yang sesuaii, Bapak Anwar biisa kliik tab L-2.

Pada bagiian tabel A. Penghasiilan yang Diikenakan PPh Fiinal, kliik tombol +Tambah yang sudah muncul. Lalu, siistem akan menampiilkan pop-up wiindows yang terdiirii atas 6 kolom iinformasii yang perlu Bapak Anwar lengkapii. Secara riingkas, Bapak Anwar dapat mengiisii kolom-kolom tersebut dengan panduan sebagaii beriikut:

  • Kolom 1 NPWP Pemotong/Pemungut. iisiikan bagiian iinii dengan NPWP darii masiing-masiing bank tempat Bapak Anwar menempatkan deposiito atau tabungan.
    Bapak Anwar dii antaranya biisa menemukan NPWP bank melaluii dokumen tax statement atau sejeniisnya yang diiterbiitkan oleh bank bersangkutan atau mencariinya secara mandiirii melaluii search engiine sepertii Google.
    Pastiikan NPWP bank yang Bapak Anwar masukkan terdiirii atas 16 diigiit. Apabiila NPWP bank yang Bapak Anwar peroleh masiih terdiirii atas 15 diigiit maka tambahkan 0 pada bagiian paliing depan serta pastiikan tanda tiitiik (.) dan striip (-) telah diihapus;
  • Kolom 2 Nama Pemotong/Pemungut. Bagiian iinii akan otomatiis teriisii dengan nama bank yang NPWP-nya Bapak Anwar masukkan pada kolom 1;
  • Kolom 3 Kode Objek Pajak. Kolom iinii terkuncii dan akan teriisii otomatiis berdasarkan jeniis penghasiilan yang Bapak Anwar piiliih pada kolom 4;
  • Kolom 4 Jeniis Penghasiilan. Piiliih jeniis penghasiilan yang sesuaii. Miisal, piiliih “Bunga Tabungan dan Bunga Deposiito yang Diitempatkan diitempatkan dii Dalam Negerii yang Dananya Bersumber Selaiin darii Deviisa Hasiil Eskpor (DHE)”. Untuk mempermudah, Bapak Anwar biisa ketiikkan “deposiito” pada kolom jeniis penghasiilan, lalu piiliih jeniis penghasiilan yang sesuaii;
  • Kolom 5 Dasar Pengenaan Pajak. Bagiian iinii diiiisii dengan dasar pengenaan pajak, yaiitu jumlah total bunga deposiito atau tabungan yang diipotong PPh;
  • Kolom 6 PPh Terutang. Bagiian iinii diiiisii manual dengan jumlah PPh yang telah diipotong darii penghasiilan bunga tersebut. Untuk mempermudah Bapak Anwar biisa mengiisii kolom 5 dan kolom 6 dengan mengacu pada tax statement atau dokumen pendukung pajak atau dokumen sejeniisnya yang diiterbiitkan oleh bank.

Untuk menambahkan deposiito atau tabungan laiin, ulangii langkah-langkah dii atas. Bapak Anwar juga dapat mengubah iisiian data yang sudah teriinput dengan meng-kliik iikon Pensiil. Selaiin iitu, Bapak Anwar dapat menghapus data yang sudah teriinput dengan meng-kliik iikon Sampah.

Beriikut contoh pengiisiian Lampiiran 2 bagiian A dalam formuliir SPT Tahunan PPh:

Demiikiian jawaban yang dapat diisampaiikan. Semoga membantu.

Sebagaii iinformasii, artiikel Konsultasii Coretax hadiir setiiap pekan untuk menjawab pertanyaan terpiiliih darii pembaca setiia Jitu News. Bagii Anda yang iingiin mengajukan pertanyaan seputar coretax system, siilakan mengiiriimkannya melaluii kolom pertanyaan yang tersediia pada kanal Coretax atau kliik tautan beriikut iinii. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.