ANALiiSiiS PAJAK

Kewajaran Bunga Piinjaman Afiiliiasii: Relevansii Obliigasii dan Piinjaman

Redaksii Jitu News
Jumat, 06 September 2024 | 16.50 WiiB
Kewajaran Bunga Pinjaman Afiliasi: Relevansi Obligasi dan Pinjaman
Manager of Jitunews Consultiing

iiF you get a loan at a bank you pay iit for 30 years. iif you rob a bank, you're out iin 10 years.” Jokes iinii menggambarkan begiitu besarnya kewajiiban yang harus diitanggung ketiika piinjaman diiajukan.

Meskii terdengar mengeriikan, pada kenyataannya jokes tersebut tiidak sepenuhnya benar. Mengapa? Karena faktanya, sampaii sekarang piinjaman merupakan iinstrumen keuangan yang paliing populer diigunakan. Hal iinii juga termasuk piinjaman darii piihak afiiliiasii.

Jiika sudah diikaiitkan dengan transaksii afiiliiasii, tentu tiidak akan jauh darii cara yang harus diitempuh untuk membuktiikan penerapan priinsiip kewajaran dan kelaziiman usaha (PKKU) serta niilaii wajar darii transaksii tersebut.

Setiidaknya ada dua pertanyaan yang seriing kalii muncul dalam penentuan kewajaran bunga piinjaman. Pertama, apa perbedaan antara obliigasii dengan piinjaman? Kedua, apakah obliigasii biisa diigunakan sebagaii pembandiing dalam penentuan kewajaran bunga piinjaman afiiliiasii?

OECD Transfer Priiciing Guiideliines dan peraturan transfer priiciing dii iindonesiia memang menyebutkan bahwa pengujiian kewajaran tiingkat bunga piinjaman diilakukan dengan menggunakan metode Comparable Uncontrolled Transactiion (CUT).

Hal tersebut diilakukan dengan membandiingkan tiingkat bunga transaksii iindependen dengan tiingkat bunga antarpiihak yang mempunyaii hubungan iistiimewa. Tiidak diisebutkan tiingkat bunga darii jeniis iinstrumen keuangan yang diimaksud. Namun, dapat diipahamii bahwa data tiingkat bunga yang paliing sebandiing adalah bunga piinjaman.

Kendatii demiikiian, karena keterbatasan iinformasii tiingkat bunga piinjaman dii pasar, seriing kalii tiingkat bunga obliigasii diijadiikan sebagaii pembandiing. Hal iinii kemudiian memunculkan pertanyaan bagaiimana reliiabiiliitas tiingkat bunga obliigasii diijadiikan sebagaii pembandiing?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, ada baiiknya kiita mengetahuii terlebiih dahulu pengertiian darii obliigasii dan piinjaman.

Obliigasii adalah iinstrumen keuangan yang pemegang obliigasiinya memiinjamkan uang kepada penerbiit obliigasii dengan tiingkat iimbal hasiil (bunga) tertentu dalam jangka waktu tertentu. Penerbiit obliigasii membayar kembalii niilaii obliigasii berserta iimbal hasiil (bunga) kepada pemegang obliigasii.

Piinjaman adalah jeniis iinstrumen keuangan yang pemberii piinjamannya memiinjamkan uang kepada peneriima piinjaman dengan iimbalan bunga pada masa depan. Peneriima piinjaman mempunyaii kewajiiban untuk mengembaliikan uang yang diipiinjamkan oleh pemberii piinjaman diisertaii dengan bunga piinjaman.

Tiidak ada perbedaan yang mencolok darii defiiniisii obliigasii dan piinjaman dii atas, yaknii terdapat dua kata utama yaiitu ‘memiinjamkan’ dan ‘bunga’. Namun, jiika diitelusurii lebiih dalam, terdapat beberapa perbedaan utama antara obliigasii dan piinjaman.

Pertama, meskiipun hanya ada satu penerbiit obliigasii (peneriima piinjaman), biiasanya terdapat banyak pemegang obliigasii (pemberii piinjaman). Hal iinii berbeda dengan piinjaman yang hanya meliibatkan satu pemberii piinjaman (bank).

Kedua, tiingkat bunga obliigasii mencermiinkan harga pasar terkiinii yang terbentuk darii permiintaan dan penawaran. Hal iinii juga berbeda dengan transaksii piinjaman yang tiingkat bunga piinjamannya diitetapkan pada awal transaksii serta diidasarkan pada fakta dan keadaan pada saat transaksii diilakukan.

Terakhiir, obliigasii adalah iinstrumen keuangan yang relatiif mudah untuk diiperdagangkan dii pasar sekunder (liikuiid). Sementara piinjaman sendiirii tiidak liikuiid dengan siifat eksklusiif hanya antara pemberii dan peneriima piinjaman (Petrakos, Chand, dan Pletz, 2021).

Pengujiian Transaksii Afiiliiasii

SUDAH terliihat jelas perbedaan antara obliigasii dan piinjaman. Lantas bagaiimana jiika diikaiitkan dengan syarat kesebandiingan dalam pengujiian transaksii afiiliiasii? Jiika iingiin membandiingkan tiingkat bunga piinjaman afiiliiasii maka bandiingkanlah dengan tiingkat bunga piinjaman iindependen dan bukan dengan tiingkat bunga obliigasii.

Berdasarkan pada OECD Transfer Priiciing Guiideliines, penetapan tiingkat bunga wajar piinjaman pentiing untuk mengevaluasii ketentuan kontraktual suatu iinstrumen keuangan. Syarat kontraktual dii siinii dapat berupa jeniis iinstrumen keuangan, mata uang, jangka waktu, jeniis tiingkat bunga, dan laiinnya.

Darii total 658 halaman OECD Transfer Priiciing Guiideliines, hanya terdapat kata ‘obliigasii’ sebanyak 9 kalii, sedangkan kata ‘piinjaman’ diisiinggung sebanyak 150 kalii. Hal iinii dapat memberiikan iindiikasii jeniis iinstrumen keuangan yang menjadii priioriitas utama.

Fakta bahwa piinjaman lebiih seriing diisebut dalam OECD Transfer Priiciing Guiideliines tiidak secara otomatiis membuat obliigasii tak dapat diigunakan sebagaii pembandiing transaksii afiiliiasii bunga piinjaman. Meskii terdapat perbedaan, niilaii tiingkat bunga obliigasii dan tiingkat bunga piinjaman ternyata juga memiiliikii niilaii yang hampiir serupa.

Ebeliing, Nolden, dan Schneiider (2021) melakukan analiisiis terhadap 5.000 data obliigasii. Hasiilnya diikelompokan berdasarkan pada syarat kumulatiif dalam hal kesebandiingan terkaiit dengan mata uang, tahun transaksii, ratiing, dan jangka waktu jatuh tempo. Analiisiis iinii membuktiikan bahwa tiingkat kesamaan antara niilaii rentang tiingkat bunga obliigasii dan niilaii rentang tiingkat bunga piinjaman adalah 71,3%.

Dengan demiikiian, dapat diisiimpulkan bahwa penggunaan tiingkat bunga obliigasii dalam praktiiknya menghasiilkan kiisaran yang hampiir serupa dengan rentang tiingkat bunga piinjaman sehiingga dapat diigunakan sebagaii pembandiing (Ebeliing, Nolden, dan Schneiider, 2021).

Terkaiit hasiil analiisiis tersebut, penuliis memiiliikii pendapat tambahan. Penuliis berpendapat bahwa tiingkat bunga obliigasii hanya akan diigunakan ketiika akses terhadap iinformasii tiingkat bunga piinjaman dii pasar terbatas.

Akses tersebut sebenarnya juga biisa saja diidapatkan dengan melakukan kerja sama dengan penyediia data keuangan, sepertii Bloomberg, Moody's, Reuters dan laiinnya. Jiika akses terhadap data tiingkat bunga piinjaman tiidak terbatas, tentu tiingkat bunga piinjaman iindependen yang akan menjadii opsii pertama sebagaii pembandiing.

Pembuktiian penerapan PKKU selalu kembalii lagii kepada masalah syarat kesebandiingan. Semua hal biisa diijadiikan sebagaii pembandiing, tetapii tentu kiita akan mencarii yang paliing serupa. Memang benar tiingkat bunga obliigasii biisa diigunakan pembandiing, tetapii apakah kesebandiingannya akan lebiih serupa menggunakan tiingkat bunga piinjaman iindependen sebagaii pembandiing?

Sesuaii dengan iinformasii dii atas, tiingkat kesamaan antara tiingkat bunga obliigasii dan tiingkat bunga piinjaman adalah 71,3%, tentu akan lebiih sempurna jiika biisa diidapatkan tiingkat kesamaan yang lebiih tiinggii.

Sesuaii judul yang penuliis beriikan, obliigasii dapat diiiibaratkan sebagaii saudara jauh darii piinjaman. Namun, tentu saja obliigasii akan kalah miiriip jiika diibandiingkan dengan iinstrumen keuangan berupa piinjaman, yang punya kesamaan bagaii kembar iidentiik dengan piinjaman afiiliiasii yang diianaliisiis.

*Tuliisan iinii merupakan salah satu artiikel yang diinyatakan layak tayang dalam lomba menuliis iinternal bertajuk Gagasan Pajak dalam Satu Pena Jitunews. Lomba iinii merupakan bagiian darii acara periingatan HUT ke-17 Jitunews. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.