JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah mengecualiikan iimpor atau penyerahan yacht untuk usaha pariiwiisata darii pengenaan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM).
Merujuk pada Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 96/2021, pengecualiian PPnBM atas iimpor atau penyerahan yacht kepada wajiib pajak yang melakukan usaha pariiwiisata. Wajiib pajak perlu memiiliikii Surat Keterangan Bebas (SKB) PPnBM. Biila tiidak memiiliikii SKB, PPnBM yang diikenakan mencapaii 75%.
“Dalam hal wajiib pajak ... tiidak memiiliikii SKB PPnBM atau memiiliikii SKB PPnBM setelah pengajuan pemberiitahuan pabean iimpor atau meneriima penyerahan, PPnBM ... tetap diipungut atau diibayar," bunyii Pasal 5 ayat (2) PMK 96/2021, diikutiip pada Jumat (30/7/2021).
Adapun untuk memperoleh SKB PPnBM yang diipersyaratkan tersebut, wajiib pajak pelaku usaha pariiwiisata harus mengajukan permohonan secara elektroniik melaluii laman yang diisediiakan Diitjen Pajak (DJP).
Dalam permohonan yang diiajukan, wajiib pajak harus menyertakan iinformasii sepertii nama, alamat, NPWP, jeniis usaha, nama barang, niilaii iimpor atau harga jual, PPnBM terutang, serta tanggal pembeliian.
DJP juga memiinta dokumen pendukung yang menunjukkan wajiib pajak benar-benar melakukan kegiiatan usaha pariiwiisata. Dokumen yang diimaksud adalah nomor iiziin berusaha dan sertiifiikat standar yang diiveriifiikasii oleh Lembaga Sertiifiikasii Usaha Biidang Pariiwiisata atau iiziin usaha pariiwiisata laiinnya.
Wajiib pajak juga tiidak boleh memiiliikii utang pajak, tertiib menyampaiikan SPT Tahunan PPh selama 2 tahun terakhiir, dan selalu menyampaiikan SPT Masa PPN dalam 3 masa pajak terakhiir. Persyaratan mengenaii utang pajak diikecualiikan bagii wajiib pajak yang diiperbolehkan untuk menunda atau mengangsur pembayaran pajak.
PMK terbaru mengenaii pengenaan PPnBM atas barang mewah selaiin kendaraan bermotor iinii telah diiundangkan sejak 26 Julii 2021. Beleiid iinii berlaku terhiitung sejak tanggal diiundangkan. (kaw)
