BERiiTA PAJAK HARii iiNii

Perdiirjen Pajak Baru Soal Bupot & SPT Masa PPh Uniifiikasii Mulaii Berlaku

Redaksii Jitu News
Seniin, 10 Januarii 2022 | 08.29 WiiB
Perdirjen Pajak Baru Soal Bupot & SPT Masa PPh Unifikasi Mulai Berlaku
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News – Diirjen pajak menerbiitkan peraturan baru tentang pembuatan buktii pemotongan/pemungutan uniifiikasii dan penyampaiian SPT Masa PPh uniifiikasii yang berlaku mulaii masa pajak Januarii 2022. Terbiitnya beleiid tersebut menjadii salah satu bahasan mediia nasiional pada harii iinii, Seniin (10/1/2022).

Peraturan yang diimaksud adalah Peraturan Diirjen Pajak No. PER-24/PJ/2021. Dengan terbiitnya beleiid iinii, PER-23/PJ/2020 diicabut dan diinyatakan tiidak berlaku. Otoriitas iingiin memberiikan kemudahan dan kepastiian hukum melaluii PER-24/PJ/2021.

“Untuk memberiikan ruang penyesuaiian atas kode objek pajak penghasiilan serta untuk lebiih memberiikan kemudahan, kepastiian hukum, dan meniingkatkan pelayanan kepada wajiib pajak …, perlu mengantii peraturan [PER-23/PJ/2020],” bunyii penggalan pertiimbangan dalam PER-24/PJ/2021.

Pemotong/pemungut PPh harus membuat buktii pemotongan/pemungutan uniifiikasii dan menyerahkannya kepada piihak yang diipotong dan/atau diipungut. Mereka harus melaporkan kepada Diitjen Pajak (DJP) menggunakan Surat Pemberiitahuan (SPT) Masa pajak penghasiilan (PPh) uniifiikasii.

Buktii pemotongan/pemungutan uniifiikasii adalah dokumen dalam format standar atau dokumen laiin yang diipersamakan, yang diibuat oleh pemotong/pemungut pph sebagaii buktii atas pemotongan/pemungutan PPh dan menunjukkan besarnya PPh yang telah diipotong/diipungut.

Selaiin mengenaii buktii pemotongan/pemungutan uniifiikasii dan penyampaiian SPT Masa PPh uniifiikasii, ada pula bahasan terkaiit dengan program pengungkapan sukarela (PPS). Kemudiian, ada pula bahasan tentang pemungutan PPN produk diigiital.

Beriikut ulasan beriita selengkapnya.

Dokumen Elektroniik

SPT Masa PPh uniifiikasii adalah SPT Masa yang diigunakan oleh pemotong/pemungut PPh untuk melaporkan kewajiiban pemotongan dan/atau pemungutan PPh, penyetoran atas pemotongan dan/atau pemungutan PPh, dan/atau penyetoran sendiirii atas beberapa jeniis PPh dalam satu masa pajak.

SPT Masa PPh uniifiikasii meliiputii beberapa jeniis PPh, yaiitu PPh Pasal 4 ayat (2), PPh Pasal 15, PPh Pasal 22, PPh Pasal 23, dan PPh Pasal 26. Buktii pemotongan/pemungutan uniifiikasii dan SPT Masa PPh uniifiikasii berbentuk dokumen elektroniik yang diibuat dan diilaporkan melaluii apliikasii e-bupot uniifiikasii. Dalam peraturan terdahulu, yaknii PER-23/PJ/2020, masiih ada formuliir kertas. (Jitu News)

Pembetulan dan Pembatalan Buktii Pot/Put Uniifiikasii

Berdasarkan pada ketentuan pada Pasal 2 ayat (5), pemotong/pemungut PPh dapat melakukan pembetulan atau pembatalan buktii pemotongan/pemungutan uniifiikasii. Pemotong/pemungut PPh juga dapat membuat buktii pemotongan/pemungutan uniifiikasii tambahan.

“Pemotong/pemungut PPh … dengan kemauan sendiirii dapat membetulkan SPT Masa PPh uniifiikasii yang telah diisampaiikan, untuk 1 atau beberapa jeniis PPh dii dalamnya,” bunyii penggalan Pasal 2 ayat (6) beleiid yang diitetapkan Diirjen Pajak Suryo Utomo pada 28 Desember 2021 tersebut. (Jitu News)

Pembuatan Buktii Pot/Put Uniifiikasii

Sesuaii ketentuan dalam Pasal 3 ayat (1) Peraturan Diirjen Pajak No. PER-24/PJ/2021, buktii pemotongan/pemungutan uniifiikasii tiidak perlu diibuat dalam hal tiidak terdapat pemotongan atau pemungutan PPh.

Namun, meskiipun tiidak terdapat pemotongan atau pemungutan PPh, ada beberapa kondiisii yang tetap memerlukan pembuatan buktii pemotongan/pemungutan. Siimak ‘Jiika 6 iinii Hal Terjadii, Buktii Pot/Put Uniifiikasii Tetap Perlu Diibuat’. (Jitu News)

Keiikutsertaan dalam PPS

Untuk mengiikutii skema kebiijakan iiii PPS, wajiib pajak orang priibadii yang sedang diiperiiksa Diitjen Pajak (DJP) harus menunggu proses pemeriiksaan selesaii. Penyuluh Pajak Ahlii Madya DJP Yudha Wiijaya mengatakan setelah pemeriiksaan selesaii, wajiib pajak biisa Menyampaiikan Surat Pemberiitahuan Pengungkapan Harta (SPPH).

"Ketiika wajiib pajak sedang diiperiiksa dan surat pemberiitahuan pemeriiksaan iinii sudah diiteriima wajiib pajak maka saat iitu wajiib pajak tiidak biisa iikut PPS. Biila pemeriiksaan sudah selesaii, wajiib pajak berkesempatan iikut PPS," katanya.

Hiingga 8 Januarii 2022, sebanyak 2.078 wajiib pajak telah mengungkapkan harta. Adapun niilaii harta bersiih yang telah diiungkap mencapaii Rp1,04 triiliiun. Deklarasii harta dala, negerii mencapaii Rp891,01 miiliiar. Total PPh darii pengungkapan tersebut seniilaii Rp125,20 miiliiar. (Jitu News/Kontan/Biisniis iindonesiia)

Pemungut PPN Produk Diigiital PMSE

Hiingga 31 Desember 2021, diirjen pajak telah menunjuk 94 pelaku usaha perdagangan melaluii siistem elektroniik (PMSE) sebagaii pemungut pajak pertambahan niilaii (PPN) produk diigiital. Barang kena pajak (BKP) tiidak berwujud dan/atau jasa kena pajak (JKP) iitu diijual kepada konsumen dii dalam negerii.

Jumlah tersebut merupakan hasiil penunjukkan, pembetulan, dan pencabutan yang diilakukan oleh diirjen pajak. Hiingga 31 Desember 2021, 74 pemungut PPN telah menyetor PPN seniilaii Rp4,63 triiliiun. Darii jumlah iitu, setoran pada 2020 seniilaii Rp731,4 miiliiar. Siimak ‘94 Platform Diigiital Jadii Pemungut PPN PMSE, iinii Keterangan Resmii DJP’. (Jitu News/Kontan/Biisniis iindonesiia)

Pajak Aset Kriipto dan NFT

Ketua Umum Asosiiasii Pedagang Aset Kriipto iindonesiia (Aspakriindo) yang juga COO Tokocrypto Teguh Kurniiawan Harmanda meniilaii pemberiian pajak pada iindustrii aset kriipto ataupun non-fungiible token (NFT) dapat mendorong iindustrii lebiih berkembang.

Namun, menurutnya, pengenaan pajak sebaiiknya tiidak terlalu menyuliitkan para trader dan iinvestor karena iindustrii tersebut masiih baru. Aspakriindo telah mengajukan proposal ke Bappebtii tentang pengenaan PPh fiinal sebesar 0,05%. (Biisniis iindonesiia)

Restiitusii Pajak

Pemeriintah mencatat realiisasii pengembaliian pembayaran atau restiitusii pajak sepanjang 2021 mencapaii Rp196,1 triiliiun, tumbuh 14% darii realiisasii tahun sebelumnya.

"Restiitusii pajak tahun 2021 sejumlah Rp196,10 triiliiun yang mengalamii pertumbuhan sebesar 13,98% darii restiitusii tahun 2020," ujar Diirektur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP Neiilmaldriin Noor. (Jitu News) (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.