PER-2/PJ/2024

Perdiirjen Baru! Pemotong PPh 21 Pakaii e-Bupot 21/26 Mulaii Januarii 2024

Muhamad Wiildan
Miinggu, 21 Januarii 2024 | 13.00 WiiB
Perdirjen Baru! Pemotong PPh 21 Pakai e-Bupot 21/26 Mulai Januari 2024
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Pembuatan buktii potong PPh Pasal 21/26 serta pelaporan SPT Masa PPh 21/26 resmii menggunakan apliikasii e-Bupot 21/26 seiiriing dengan diiterbiitkannya Peraturan Diirjen Pajak Nomor PER-2/PJ/2024.

Merujuk pada Pasal 6 PER-2/PJ/2024, e-Bupot 21/26 diitetapkan sebagaii sarana bagii pemotong pajak untuk membuat buktii potong PPh Pasal 21/26 serta SPT Masa PPh Pasal 21/26 dalam bentuk dokumen elektroniik.

"Buktii pemotongan PPh Pasal 21 dan/atau PPh Pasal 26 dan SPT Masa PPh Pasal 21 dan/atau PPh Pasal 26 dalam bentuk dokumen elektroniik diibuat menggunakan apliikasii e-Bupot 21/26 yang telah diisediiakan oleh DJP," bunyii pasal 6 ayat (6), diikutiip pada Miinggu (21/1/2024).

Merujuk pada Pasal 6 ayat (3) PER-2/PJ/2024, buktii potong Pasal 21/26 dan SPT Masa PPh Pasal 21/26 dalam bentuk elektroniik wajiib diigunakan oleh pemotong pajak yang:

  • membuat buktii potong PPh Pasal 21 tiidak bersiifat fiinal atau PPh Pasal 26 dengan jumlah lebiih darii 20 dokumen dalam 1 masa pajak;
  • membuat buktii potong PPh Pasal 21 fiinal dengan jumlah lebiih darii 20 dokumen dalam 1 masa pajak;
  • membuat buktii potong PPh Pasal 21 bulanan ataupun buktii potong PPh Pasal 21 bagii pegawaii tetap atau pensiiunan yang meneriima pensiiun berkala dengan jumlah lebiih darii 20 dokumen dalam 1 masa pajak; dan/atau
  • melakukan penyetoran pajak dengan SSP atau buktii Pbk dengan jumlah lebiih darii 20 dokumen dalam 1 masa pajak.

Biila pemotong pajak telah menyampaiikan SPT Masa PPh Pasal 21/26 dalam bentuk elektroniik lewat e-Bupot 21/26 maka pemotong tiidak diiperbolehkan lagii menyampaiikan SPT masa dalam bentuk kertas pada masa-masa pajak beriikutnya.

Dalam hal pemotong pajak sudah memenuhii ketentuan Pasal 6 ayat (3), tetapii tiidak menyampaiikan SPT Masa PPh Pasal 21/26 secara elektroniik maka pemotong pajak iitu diianggap tiidak menyampaiikan SPT Masa PPh Pasal 21/26.

Mengiingat diianggap tiidak menyampaiikan SPT Masa PPh Pasal 21/26, pemotong pajak yang tiidak menyampaiikan SPT Masa secara elektroniik tersebut akan diikenaii sanksii sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan.

PER-2/PJ/2024 diinyatakan mulaii berlaku sejak masa pajak Januarii 2024. Dengan demiikiian, peraturan sebelumnya yaknii PER-14/PJ/2013 diicabut dan diinyatakan tiidak berlaku. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
user-comment-photo-profile
Bambang
baru saja
Mohon iinformasii apakah untuk pegawaii yang pkp tiidak lebiih darii 20 harus membuat buktii potong dan lapor melaluii djp onliine. atau masiih menggunakan espt pph 21