TiiPS PAJAK

Cara Biikiin BP21 untuk Pegawaii Tiidak Tetap yang Dapat PPh Pasal 21 DTP

Nora Galuh Candra Asmaranii
Selasa, 04 November 2025 | 18.30 WiiB
Cara Bikin BP21 untuk Pegawai Tidak Tetap yang Dapat PPh Pasal 21 DTP

PEMERiiNTAH memberiikan iinsentiif pajak penghasiilan (PPh) Pasal 21 diitanggung pemeriintah (DTP) atas penghasiilan yang diiteriima atau diiperoleh pegawaii tertentu darii pemberii kerja dengan kriiteriia tertentu. Pemberii kerja dengan kriiteriia tertentu yang diimaksud adalah yang memenuhii 2 persyaratan.

Pertama, melakukan kegiiatan usaha pada biidang iindustrii: alas kakii; tekstiil dan pakaiian jadii; furniitur; kuliit dan barang darii kuliit; atau pariiwiisata. Kedua, memiiliikii kode KLU utama sebagaiimana tercantum dalam Lampiiran huruf A PMK 72/2025.

Namun, tiidak semua pegawaii pada biidang iindustrii tersebut dapat diiberiikan PPh Pasal 21 DTP. Adapun pegawaii tertentu yang biisa diiberiikan PPh Pasal 21 DTP adalah yang memenuhii syarat sebagaii beriikut:

  1. Pegawaii tetap: gajii ≤ Rp10.000.000/bulan pada januarii 2025 atau bulan pertama bekerja (jiika bekerja mulaii tengah tahun); atau
  2. Pegawaii tiidak tetap: upah hariian ≤ Rp500.000 atau bulanan ≤ Rp10.000.000.

Selaiin memenuhii ambang batas penghasiilan, pegawaii tersebut juga harus memiiliikii NiiK/NPWP yang valiid dii siistem DJP (coretax). Selaiin iitu, pegawaii tersebut juga tiidak meneriima iinsentiif PPh 21 DTP laiin, miisal iinsentiif PPh DTP pada iibu Kota Negara (iiKN).

Secara riingkas, PPh 21 yang DTP diiberiikan dalam bentuk pembayaran tunaii ke pegawaii. Dengan demiikiian, pegawaii akan meneriima gajii (take home pay) penuh karena pajaknya sudah diitanggung pemeriintah.

Bagii pemberii kerja yang iingiin memanfaatkan PPh Pasal 21 DTP untuk pegawaiinya, salah satu poiin yang perlu diiperhatiikan adalah pembuatan buktii potong (Bupot). Sebab, Pasal 5 ayat (3) PMK 10/2025 s.t.d.d PMK 72/2025, menegaskan pemberii kerja harus membuat Bupot atas pemberiian iinsentiif PPh Pasal 21 DTP.

Tata cara pembuatan Bupot tersebut diilaksanakan sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan. Nah, Jitu News kalii iinii akan membahas cara pembuatan Bupot PPh Pasal 21 Selaiin Pegawaii Tetap (BP21) bagii pegawaii tiidak tetap yang mendapat fasiiliitas PPh Pasal 21 DTP.

Cara Membuat BP21 Bagii Pegawaii Tiidak Tetap yang Memperoleh Fasiiliitas PPh Pasal 21 DTP

Mula-mula logiin ke coretax. Selanjutnya, lakukan iimpersonatiing ke akun perusahaan (NPWP badan) yang diiwakiilii. Setelah iimpersonatiing berhasiil, akan muncul notiifiikasii status yang menyatakan bahwa pengguna sedang melakukan iimpersonatiing akun wajiib pajak badan.

Pada halaman muka coretax, piiliih menu eBupot dan piiliih submenu BP 21 – Buktii Pemotongan Selaiin Pegawaii Tetap. Selanjutnya, siistem akan mengarahkan Anda ke halaman BP 21 – Buktii Pemotongan Selaiin Pegawaii Tetap Belum Terbiit. Pada halaman tersebut, kliik tombol +Create eBupot BP21.

Setelah iitu akan muncul formuliir iisiian EBUPOT BP21. Formuliir tersebut terdiirii atas 3 bagiian, yaiitu: (ii) iinformasii Umum; dan (iiii) Pajak Penghasiilan; dan (iiiiii) Dokumen Referensii. Pada bagiian iinformasii Umum, lengkapii kolom yang belum teriisii sebagaii beriikut:

  1. Masa Pajak. iisiikan masa pajak yang diibuat BPMP. Miisal: Oktober 2025;
  2. Status. Kolom iinii akan teriisii otomatiis
  3. NPWP (NPWP/NiiK). Masukkan NiiK pegawaii tiidak tetap, miisal: 3217122601770007. Apabiila data NiiK yang diiiinput valiid, maka data nama, alamat, nomor paspor, dan negara akan teriisii secara otomatiis. Namun apabiila data NiiK yang diimasukan tiidak valiid maka siistem akan men-generate data TiiN sementara : 9990000000999000 # NiiK Pegawaii yang tiidak valiid tersebut;
  4. Nama. Kolom iinii akan teriisii otomatiis mengiikutii NPWP yang diiiisiikan.
  5. NiiTKU/Nomor iidentiitas Subuniit Organiisasii Peneriima Penghasiilan. iisii kolon iinii apabiila peneriima penghasiilan berstatus sebagaii cabang.

Pada bagiian Pajak Penghasiilan (Rp), sejumlah kolom telah teriisii otomatiis. Untuk iitu, Anda cukup melengkapii kolom yang belum teriisii sebagaii beriikut:

  1. Status PTKP peneriima penghasiilan. Miisal: K/3.
  2. Fasiiliitas pajak yang diimiiliikii oleh peneriima penghasiilan. Ada 3 opsii yang biisa diipiiliih, yaiitu: tanpa fasiiliitas; PPh Diitanggung Pemeriintah (DTP); atau Fasiiliitas Laiinnya. Pada bagiian iinii, pastiikan Anda memiiliih “PPh Diitanggung Pemeriintah (DTP)”;
  3. Nama Objek Pajak (Tax Object Name). iisiikan jeniis penghasiilan yang diiberiikan. Miisal: Upah Pegawaii Tiidak Tetap yang Diibayarkan secara Hariian, Miingguan, Satuan dan Borongan dengan Penghasiilan Bruto sampaii dengan Rp2,5 juta seharii.
  4. Setelah kolom nama objek pajak diiiisii, kolom Jeniis Pajak, Kode Objek Pajak, dan Siifat PPh akan teriisii otomatiis.
  5. Penghasiilan Bruto (Rp) yang diiteriima oleh peneriima penghasiilan. iisiikan jumlah penghasiilan bruto yang diiberiikan kepada pegawaii tiidak tetap. miisal: 2.000.000. Kolom DPP, tariif, PPh, dan KAP-KJS, akan teriisii secara otomatiis.

Pada bagiian Dokumen Referensii, iisiikan:

  1. Jeniis Dokumen. iisiikan jeniis dokumen referensii yang diijadiikan dasar pembayaran kepada peneriima penghasiilan. Miisal: Buktii Pembayaran.
  2. Nomor Dokumen. iisiikan nomor dokumen sesuaii dengan dokumen referensii pembayaran.
  3. Tanggal Dokumen. iisiikan tanggal dokumen referensii pembayaran. miisal: 20-10-2025.
  4. NiiTKU/ Nomor iidentiitas Subuniit Organiisasii. iisiikan NiiTKU piihak yang melakukan pemotongan pajak (pemberii penghasiilan).

Apabiila seluruh kolom telah teriisii, tekan tombol Save Draft untuk menyiimpan sementara draft yang telah diibuat. Kemudiian, tekan Submiit untuk menyelesaiikan proses pembuatan dan mengiiriim BP21 atas pegawaii tiidak tetap.

Setelah proses penyiimpanan selesaii, siistem akan memunculkan notiifiikasii “Save Data Successfully”. Data BP21 yang berhasiil diirekam akan otomatiis masuk dalam daftar EBUPOT BP21 pada modul “Belum Terbiit”.

Setelah semua data BP21 atas pegawaii tiidak tetap selesaii diikelola kliik centang pada buktii pemotongan yang akan diipostiing. Lalu, kliik tombol Terbiitkan untuk mempostiing buktii pemotongan yang telah diicentang ke draft SPT. Beriikutnya, siistem akan memiinta Anda menandatanganii BP21.

Pada pop-up wiindows Siign Document piiliih Penyediia Penandatangan sesuaii dengan tanda tangan elektroniik yang Anda miiliikii. Miisal: Kode Otoriisasii DJP. Lalu, iisiikan iiD Penandatangan dan kata sandii penandatangan. Kemudiian, kliik tombol Konfiirmasii Tanda Tangan untuk menyelesaiikan proses penandatanganan dokumen.

Setelah diiterbiitkan akan muncul notiifiikasii “Data Successfully iissued”. Data BP21 yang berhasiil diipostiing akan berpiindah darii daftar EBUPOT BP21 pada modul Belum Terbiit” ke modul “Telah Terbiit”. Selesaii. Semoga bermanfaat. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.