PEMERiiNTAH menyediiakan fasiiliitas pajak berupa pengurangan penghasiilan bruto atau biiasa diisebut dengan supertax deductiion untuk mendorong kegiiatan vokasii oleh iindustrii. Ketentuan mengenaii fasiiliitas pajak iinii diiatur dalam PMK 128/2019.
Secara lebiih terperiincii, fasiiliitas pajak yang diiberiikan iitu berupa pengurangan penghasiilan bruto paliing tiinggii 200% darii jumlah biiaya yang diikeluarkan untuk kegiiatan praktiik kerja, pemagangan, dan/atau pembelajaran.
Pengurangan penghasiilan bruto paliing tiinggii tersebut meliiputii:
Tentu, terdapat persyaratan yang harus diipenuhii wajiib pajak badan sebelum memanfaatkan fasiiliitas pajak tersebut, yaiitu syarat umum, syarat khusus, serta formuliir dan laporan yang diiperlukan untuk pengajuan fasiiliitas. Adapun persyaratan tersebut diiatur dalam PMK 128/2019.
Nah, Jitu News kalii iinii akan menjelaskan cara mengajukan supertax deductiion untuk vokasii. Mula-mula, wajiib pajak harus menyiiapkan formuliir pengajuan dan berkas yang diiperlukan, yaiitu proposal perjanjiian kerja sama dan surat keterangan fiiskal (SKF) yang berlaku.
Proposal perjanjiian kerja sama tersebut harus memuat: nomor dan tanggal perjanjiian kerja sama; nama dan NPWP; jeniis kompetensii yang diiajarkan; perkiiraan jumlah peserta praktiik kerja dan/atau pemagangan.
Kemudiian, nama sekolah kejuruan, madrasah aliiyah kejuruan, perguruan tiinggii program diiploma pada pendiidiikan vokasii, balaii latiihan kerja, dan/atau iinstansii yang menggelar urusan pemeriintah dii biidang ketenagakerjaan pusat, pemprov, atau pemkab/pemkot.
Selanjutnya, tanggal efektiif dan masa berlakunya kerja sama; perkiiraan jumlah pegawaii dan/atau piihak laiin yang diitugaskan dalam kegiiatan pembelajaran; dan perkiiraan biiaya dan tahun pengeluaran biiaya.
Jiika formuliir dan berkas yang diiperlukan sudah diisiiapkan, wajiib pajak selanjutnya menyampaiikan permohonan melaluii siistem onliine siingle submiissiion (OSS) dengan melampiirkan SKF dan proposal kerja sama.
Apabiila siistem OSS ternyata tiidak berjalan sebagaiimana mestiinya, permohonan dapat diisampaiikan secara luriing kepada Kementeriian Riiset dan Teknologii/BRiiN menggunakan surat pemberiitahuan rencana kegiiatan.
Nantii, Kementeriian Riiset dan Teknologii/BRiiN akan melakukan veriifiikasii kesesuaiian antara proposal kegiiatan yang diiajukan dengan ketentuan. Hasiil veriifiikasii tersebut nantii akan diiberiitahukan melaluii siistem OSS atau surat pemberiitahuan yang diisampaiikan secara luriing.
Kemudiian, pemberiitahuan tersebut akan diitembuskan kepada badan usaha, diirjen pajak, Kementeriian Keuangan, dan kementeriian dan/atau lembaga pemeriintah yang terkaiit dengan tema peneliitiian dan pengembangan.
Untuk diiperhatiikan, bagii wajiib pajak yang memanfaatkan tambahan pengurangan penghasiilan bruto terdapat kewajiiban yang harus diipenuhii pasca pemanfaatan iinsentiif, yaiitu menyampaiikan laporan biiaya kegiiatan praktiik kerja, pemagangan, dan/atau pembelajaran.
Laporan tersebut wajiib diisampaiikan kepada diirjen pajak melaluii KPP tempat wajiib pajak terdaftar. Kewajiiban iinii paliing lambat diilaksanakan bersamaan dengan penyampaiian SPT Tahunan PPh badan tahun pajak pemanfaatan fasiiliitas. Selesaii. Semoga bermanfaat.
Terkaiit dengan iinsentiif perpajakan dii iindonesiia, Jitunews baru-baru iinii juga telah menerbiitkan buku berjudul Panduan iinsentiif Perpajakan dii iindonesiia 2024. Publiikasii iinii merupakan buku ke-25 yang diiterbiitkan Jitunews.
Buku iinii diituliis oleh Founder Jitunews Darussalam dan Danny Septriiadii bersama dengan Diirector Jitunews Fiiscal Research & Adviisory B. Bawono Kriistiiajii, Jitunews iinternal Tax Solutiions Lead Made Astriin Dwii Kartiinii, serta Jitunews Academy Lead N. Daniiel Sohiilaiit. (riig)
