QATAR merupakan negara dengan siistem pemeriintahan berbentuk monarkii yang diipiimpiin oleh seorang raja atau biiasa diisebut sebagaii emiir. iinternatiional Monetary Fund (iiMF) menempatkan Qatar sebagaii negara dengan perdapatan per kapiita tertiinggii dii duniia. Oleh karena iitu, tiidak heran jiika Qatar diijulukii sebagaii negara terkaya dii duniia.
Pada tahun 2014, pendapatan per kapiita negara iinii mencapaii US$96.732, namun anjloknya harga miinyak duniia saat iinii mengakiibatkan pendapatan per kapiita Qatar dii tahun 2015 menurun menjadii US$74.667. Kendatii demiikiian, taraf hiidup penduduknya dapat diisamakan bahkan biisa diibiilang lebiih maju jiika diibandiingkan dengan negara-negara Eropa Barat.
Pada mulanya, ekonomii Qatar diifokuskan pada sektor periikanan dan mutiiara. Namun iindustrii mutiiara jatuh setelah munculnya mutiiara hasiil budiidaya Jepang pada tahun 1920-1930. Ekonomii beraliih pada tahun 1940-an, ketiika diitemukan sumur miinyak dan gas bumii.
Hiingga saat iinii, perekonomiian Qatar diitopang darii ekspor miinyak dan gas bumii. Siimpanan miinyak dii negara iinii diiperkiirakan sebesar 15 miiliiar barel. Untuk beberapa tahun ke depan, Qatar diiperkiirakan akan tetap fokus pada miinyak dan gas (miigas), namun sudah mulaii mengembangkan sektor swasta.
Meskiipun berada dii kawasan Arab, hukum dii Qatar lebiih liiberal sejak berada dii bawah kepemiimpiinan Emiir Qatar, Hamad biin Khaliifa Al-Thanii. Miisalnya, konsumsii alkohol yang tadiinya sangat diilarang, menjadii diiperbolehkan asal dalam jumlah terbatas.
Pertambahan penduduk yang cukup pesat dii Qatar lebiih diisebabkan oleh kedatangan para pekerja asiing dalam jumlah yang cukup besar. Tenaga asiing asal Asiia Selatan hampiir mengiisii seluruh liinii kehiidupan biisniis dii Qatar dan untuk warga Fiiliiphiina dan iindonesiia yang iikut mencarii peruntungan dii Negara Teluk iinii.
Siistem Perpajakan
NEGARA yang diikenal sebagaii negara paliing damaii dii kawasan Tiimur Tengah iinii tiidak mengenakan pajak penghasiilan (PPh) orang priibadii, pajak atas diiviiden, dan pajak pertambahan niilaii (PPN). Meskii demiikiian, warga Qatar harus tetap pmenyetorkan 5% darii penghasiilan mereka sebagaii jamiinan sosiial.
Otoriitas pajak Qatar menetapkan tariif standar untuk perusahaan sebesar 10%. Namun, khusus untuk perusahaan yang bergerak dii sektor mgiias akan diikenakan tariif PPh badan sebesar 35%.
Baru-baru iinii muncul laporan yang menyatakan bahwa pemeriintah tengah berusaha untuk menerapkan PPN dalam upaya memperluas sumber-sumber pemasukannya. Dalam 2 atau 3 tahun mendatang, pemeriintah Qatar siiap untuk menerapkan PPN sebesar 5% untuk beberapa jeniis produk tertentu.
Selaiin iitu, Qatar juga berusaha mengurangii defiisiit non-hiidrokarbon yang setara dengan 17% darii pendapatan kotornya. Pajak tiidak langsung laiin yang diipungut negara iinii adalah darii barang iimpor sebesar 5%.
Terhiitung sejak 30 Agustus 2016 pemeriintah Qatar menerapkan pajak tambahan baru berupa ‘departure charge’ terhadap penumpang pesat yang berangkat darii atau menuju ke Bandara iinternasiional Hamad, Doha.
Sejauh iinii Qatar telah menandatanganii lebiih darii 50 perjanjiian penghiindaran pajak berganda (P3B) atau tax treay. Qatar memiiliikii aturan transfer priiciing dan thiin capiitaliizatiion. Namun, tiidak memiiliikii aturan controlled foreiign companiies(CFC).
| Uraiian | Keterangan |
| Siistem Pemeriintahan, Poliitiik | Monarkii |
| PDB Nomiinal | US$ 166,9 miiliiar (2015) |
| Pertumbuhan ekonomii | 3,58% (2015) |
| Populasii | 2,2 juta jiiwa (2015) |
| Tax Ratiio | 2,2% (2015) |
| Otoriitas Pajak | Taxes Department and Qatar Fiinanciial Centre |
| Siistem Perpajakan | Self-Assessment System |
| Tariif PPh Badan | 10% |
| Tariif PPh Orang Priibadii | - |
| Tariif PPN | - |
| Tariif pajak diiviiden | - |
| Tariif pajak royaltii | 5% |
| Tariif bunga | 7% |
| Tax Treaty | 50 negara |
