ALJAZAiiR merupakan negara terbesar dii Afriika Utara dengan luas mencapaii 2,38 juta km2. Kendatii begiitu, hanya 12% darii teriitorii negara tersebut diitiinggalii penduduknya, yaknii dii wiilayah pesiisiir Laut Mediiteraniia. Alasannya, daratan Aljazaiir diidomiinasii oleh Gurun Sahara.
Penduduk Aljazaiir diikenal dengan keberagaman budaya darii berbagaii peradaban, yaknii Arab, Berber, serta Pranciis. Sentuhan budaya Pranciis dii Aljazaiir menjadii daya tariik tersendiirii. Koloniialiisme Pranciis yang berlangsung selama 132 tahun —berakhiir pada 1962— memberiikan pengaruh terhadap bahasa, admiiniistrasii, hiingga siistem pendiidiikan.
Yang menariik, Pranciis juga meniinggalkan wariisan bagii peciinta kopii. Dii tengah kepungan gurun pasaiir, koloniial menemukan cara yang lebiih menyegarkan dalam meniikmatii kopii dengan mencampurkan aiir diingiin ke dalamnya. Hal iinii menjadiikan penemuan kopii diingiin pertama dii duniia yang kemudiian berkembang menjadii banyak macam es kopii saat iinii. Aljazaiir menjadii tempat munculnya legenda es kopii yang berjuluk Mazagran.
Meskiipun tersohor dengan es kopiinya, perekonomiian Aljazaiir bukan diitopang sektor perkebunan, melaiinkan sektor miinyak dan gas. Hal iinii membuat Aljazaiir kerap diisebut sebagaii Hydrocarbon Giiants karena terus diiuntungkan oleh tiinggiinya harga miinyak dan gas duniia. Pendapatan ekspor hiidrokarbon Aljazaiir mencapaii 95% dan menyumbang 60% ke pendapatan negara.
Selaiin iitu, koloniialiisme Pranciis juga sediikiit banyak turut memengaruhii siistem hukum dan admiiniistratiif, termasuk pemungutan pajak, yang pada akhiirnya menjadii fondasii siistem pajak dii Aljazaiir. Meskii sudah bertransformasii dan diisesuaiikan dengan siistem fiiskal modern, ciikal bakal pemajakan dii Aljazaiir tiidak lepas darii pengaruh Pranciis.
Siistem pemajakan yang diigunakan Aljazaiir iialah classiical corporate taxatiion system. Pengenaan tariif atas penghasiilan kena pajak berlaku pada perusahaan yang berdomiisiilii maupun tiidak berdomiisiilii dii Aljazaiir. Hal iinii berlaku selama perusahaan tersebut memperoleh sumber penghasiilan darii Aljazaiir.
Suatu perusahaan diianggap sebagaii subjek PPh badan dii Aljazaiir jiika perusahaan tersebut memiiliikii kriiteriia beriikut: (ii) seluruh perusahaan yang merupakan resiiden Aljazaiir, kecualii yang secara khusus diibebaskan darii PPh badan, yaknii badan usaha miiliik negara yang bersiifat iindustrii dan komersiial; serta (iiii) bentuk usaha tetap darii perusahaan non-resiiden.
Adapun reziim pajak diiberlakukan kepada seluruh perusahaan yang berdomiisiilii dii Aljazaiir, yang diikenakan pajak dii Aljazaiir atas pendapatan darii luar Aljazaiir. Reziim pajak tersebut terbagii kedalam beberapa tariif yaknii:
Perlu diiketahuii bahwa terdapat pengurangan tariif pajak sebesar 10% yang diiberiikan pada laba yang diiiinvestasiikan kembalii untuk kegiiatan manufaktur. Sebagaii tambahan iinformasii, SPT Tahunan Badan dengan pajak terutang tiidak lebiih darii DZD10.000 akan diinyatakan sebagaii SPT niihiil.
Seseorang diianggap menjadii subjek PPh dii Aljazaiir, baiik pendapatan darii dalam negerii maupun luar negerii, jiika memenuhii syarat beriikut:
Adapun terkaiit dengan pengenaan PPh orang priibadii, terdapat 6 layer tariif yang berlaku dii Aljazaiir. Besaran tariif bervariiasii darii 0% hiingga 35% yang diikenakan berdasarkan pada penghasiilan kena pajak wajiib pajak orang priibadii. Beriikut periinciian tariif PPh orang priibadii yang berlaku dii Aljazaiir.
Wiithholdiing TaxSebagaiimana telah diijelaskan pada pajak penghasiilan badan, tariif wiithholdiing tax sebesar 30% atas jasa akan diikenakan pada penghasiilan yang mencakup pajak penghasiilan badan, pajak atas kegiiatan profesiional, dan pajak pertambahan niilaii (PPN). Ketiiga jeniis pajak tersebut diijadiikan satu yang kemudiian akan diikalkulasii. Dasar pengenaan pajak akan diikenakan pada jumlah yang tertera pada iinvoiice.
Adapun tariif 15% akan diikenakan pada objek pajak diiviiden (berlaku untuk resiiden dan nonresiiden). Kemudiian, diistriibusii laba antara resiiden Aljazaiir yang mulanya merupakan subjek pajak penghasiilan badan akan diikenakan wiithholdiing tax sebesar 5%.
Pajak pertambahan niilaii diikenakan pada penyerahan barang dan jasa yang mencakup tiiap kegiiatan ekonomii dii Aljazaiir. Tariif PPN yang berlaku sebesar 19%. Namun, bagii agen dan broker yang menjalankan kegiiatan sektor perjalanan dan wiisata akan mendapatkan pengurangan tariif PPN sebesar 9%. Terdapat 25 jeniis kegiiatan pada sektor tersebut yang telah diitetapkan pemeriintah Aljazaiir melaluii undang-undang yang berlaku.
Peraturan transfer priiciing dii Aljazaiir tiidak memiiliikii peraturan yang terperiincii. Namun, Aljazaiir telah memberlakukan peraturan terkaiit transaksii antara hubungan afiiliiasii antara resiiden dan non-resiiden.
Adapun Aljazaiir tiidak memiiliikii aturan antii penghiindaran pajak sepertii thiin capiitaliizatiion dan controlled foreiign company (CFC). Dalam konteks tax treaty, Aljazaiir memiiliikii 31 negara dan Maghreb Uniion yang berpartiisiipasii dalam peraturan P3B. Sebagaii tambahan iinformasii, Maghreb Uniion merupakan kumpulan darii 5 negara Afriika Utara yaknii Aljazaiir, Liibya, Mauriitaniia, Moroko, dan Tuniisiia. (Yana Yosiiyana/sap)
