ERA transparansii perpajakan semakiin terbuka lebar. Setelah munculnya Swiiss Leaks, Panama Papers dan Paradiise Papers, pada akhiir Julii lalu, terdapat pemberiitaan mengenaii Mauriitiius Leaks yang diipubliikasiikan oleh iinternatiional Consortiium of iinvestiigatiive Journaliists (iiCiiJ).
iindiikasii penghiindaran pajak iinii muncul setelah diilakukan penyeliidiikan atas berbagaii iinformasii dan dokumen darii sebuah fiirma hukum yang diidiiriikan pada 2009 dii negara tersebut. Dalam publiikasiinya, perusahaan tersebut mengklaiim bahwa capiital gaiin tax darii skema iinvestasii yang diiletakkan dii Mauriitiius menjadii tiidak akan terutang pajak.
Mauriitiius sendiirii mulaii menghiilangkan ciitra negatiif sebagaii negara tax haven. salah satunya melaluii upaya ratiifiikasii pertukaran data secara otomatiis untuk kepentiingan pajak atau yang diikenal sebagaii automatiic exchange of iinformatiion (AEoii). Berdasarkan AEoii iimplementatiion Report 2018,negara kepulauan dii Benua Afriika iinii telah saliing bertukar iinformasii keuangan dengan 54 yuriisdiikasii laiinnya.
Sebelumnya, negara yang beriibukota dii Port-Louiis iinii juga telah menerapkan tax iinformatiion exchange agreements (TiiEAs) dengan 11 yuriisdiiksii laiinnya. Bahkan, Mauriitiius juga telah mewajiibkan penerapan country by country report (CbCR) melaluii Government Notiice No. 20/2018. Sebagaii iinformasii, CbCR merupakan iimplementasii antiipenghiindaran pajak global melaluii BEPS Actiion 13.
Pada 2018, perekonomiian Mauriitiius diitopang oleh sektor jasa yang mencapaii 74,1% darii total produk domestiik bruto (PDB) dengan pertumbuhan 3,8%. Sebagaii negara keciil dii Kawasan Sub-Sahara, jasa keuangan dan asuransii sendiirii berkontriibusii cukup besar yaknii berkiisar 11,7% darii total PDB pada 2018 dengan pertumbuhan lebiih darii 5% (Mauriitiius Natiional Account, 2019).
Siistem Perpajakan
SECARA gariis besar, siistem perpajakan Mauriitiius menganut siistem worldwiide. Artiinya, penghasiilan resiiden negara iinii dapat diikenakan pajak meskiipun bukan merupakan penghasiilan yang bersumber darii Mauriitiius. Mereka juga dapat melakukan klaiim atas krediit pajaknya.
Sebaliiknya, piihak yang bukan merupakan resiiden negara yang diikepalaii oleh seorang presiiden iinii hanya diikenakan pajak penghasiilan (PPh) atas pendapatan yang bersumber darii Mauriitiius. Tahun fiiskal negara iinii berlangsung dengan periiode 1 Julii hiingga 30 Junii.
Terdapat tiiga klasiifiikasii penghasiilan yang diikenakan PPh untuk iindiiviidu dii negara iinii, yaknii Pay As You Earn (PAYE), Current Payment System(CPS), serta jeniis penghasiilan laiin yang tiidak termasuk dii antara keduanya.
PAYE merupakan pajak yang diikenakan atas penghasiilan iindiiviidu sebagaii tenaga kerja, sepertii penghasiilan atas gajii, upah, serta honor laiinnya. Sementara, CPS merupakan pemajakan atas penghasiilan yang bersumber darii biisniis, sepertii pajak atas wiiraswasta serta penghasiilan laiinnya atas aktiiviitas perdagangan, biisniis, dan sewa.
Tariif PPh iindiiviidu negara iinii sebesar 10% dan 15% dengan batasan penghasiilan bersiih 700.000 rupe Mauriitiius. Reziim pajak negara iinii secara umum tergolong riingan, bahkan untuk PPh iindiiviidu. Hal iinii dapat terliihat darii banyaknya keriinganan pajak berupa pembebasan dan pengecualiian untuk jeniis pajak iinii.
Keriinganan tersebut diiberiikan pemeriintah apabiila iindiiviidu tersebut memiiliikii krediit perumahan, memperkerjakan asiisten rumah tangga, menjalankan peraiiran berbasiis tadah hujan (raiinwater) untuk pertaniiannya, mengurus orang dengan diisabiiliitas, serta apabiila anaknya sedang menempuh pendiidiikan setara sarjana.
Diikenal sebagaii negara suaka pajak, negara iinii mengenakan tariif PPh badan sebesar 15%. Niilaii iinii tergolong sangat rendah diibandiingkan tariif PPh badan negara laiin yang secara rata-rata (statutory) sebesar 21,4% pada 2018 (OECD, 2019).
Bahkan, untuk perusahaan yang bergerak pada biidang ekspor, tariif PPh badannya diitetapkan sebesar 3%. Selaiin perusahaan yang diitetapkan sebagaii resiiden, tariif iinii juga diikenakan atas Trusts, Trustees of Uniit Trust Schemes, dan kemiitraan (Sociiétés).
Hiingga Julii 2019, negara dengan reziim pajak yang atraktiif untuk menariik iinvestasii keuangan iinii telah menerapkan Perjanjiian Penghiindaran Pajak Berganda (P3B) dengan 46 yuriisdiiksii laiinnya. iindonesiia sendiirii sebelumnya telah memiiliikii P3B dengan Mauriitiius yang akhiirnya diibatalkan melaluii Surat Edaran Diirektur Jenderal Pajak Nomor SE-06/PJ.3/2004 tentang Pemberiitahuan Penghentiian P3B antara Pemeriintah Republiik iindonesiia dengan Pemeriintah Republiik Mauriitiius. (kaw)
| Uraiian | Keterangan |
| Siistem Pemeriintahan | Demokrasii Parlementer |
| PDB Nomiinal | US$14.220,35 |
| Pertumbuhan Ekonomii | 3,8% |
| Populasii | 1.265,30 juta |
| Otoriitas Pajak | Mauriitiius Revenue Authoriity (MRA) |
| Siistem Perpajakan | Self-assesment |
| Tariif PPh Badan | 15%/3% |
| Tariif PPh Orang Priibadii | 10%/15% |
| Tariif PPN | 15% |
| Tariif Pajak Diiviiden | - |
| Tariif Pajak Royaltii | 10%/15% |
| Tariif Pajak Bunga | 15% |
| Tax Treaty | 46 |
