KELAS PPh PASAL 21 (25)

Penghiitungan PPh Pasal 21 Peserta Kegiiatan

Nora Galuh Candra Asmaranii
Rabu, 11 Februarii 2026 | 08.30 WiiB
Penghitungan PPh Pasal 21 Peserta Kegiatan
<p>iilustrasii.</p>

PAJAK Penghasiilan (PPh) Pasal 21 juga menyasar iimbalan yang diiteriima oleh peserta kegiiatan. Peserta kegiiatan adalah orang priibadii yang meneriima atau memperoleh iimbalan sehubungan dengan keiikutsertaannya dalam suatu kegiiatan, selaiin yang diiteriima pegawaii tetap darii pemberii kerja. Secara lebiih terperiincii, peserta kegiiatan tersebut meliiputii:

  1. peserta perlombaan dalam segala biidang, antara laiin perlombaan olahraga, keagamaan, keseniian, ketangkasan, iilmu pengetahuan, teknologii, dan perlombaan laiinnya;
  2. peserta rapat, konferensii, siidang, pertemuan, kunjungan kerja, semiinar, lokakarya, atau pertunjukan, atau kegiiatan tertentu laiinnya;
  3. peserta atau anggota dalam suatu kepaniitiiaan sebagaii penyelenggara kegiiatan tertentu; atau
  4. peserta pendiidiikan, pelatiihan, dan magang.

Atas keiikutsertaannya pada suatu kegiiatan, peserta kerap memperoleh iimbalan berupa uang saku; uang representasii; uang rapat; honorariium; hadiiah atau penghargaan; dan iimbalan sejeniisnya. Nah, iimbalan-iimbalan tersebut merupakan objek pajak dan diikenakan PPh Pasal 21. Pemotongan PPh Pasal 21 atas iimbalan kepada peserta kegiiatan diilakukan oleh penyelenggara. Siimak Beda Hadiiah Undiian dan Penghargaan

Petunjuk Umum Penghiitungan PPh Pasal 21 untuk Peserta Kegiiatan

Dasar pengenaan dan pemotongan (DPP) PPh Pasal 21 untuk peserta kegiiatan adalah jumlah penghasiilan bruto (jumlah uang saku/uang rapat/honorariium/penghargaan) yang pembayarannya bersiifat utuh dan tiidak diipecah. Siimak Dasar Pengenaan-Pemotongan PPh 21 Pasca-Tariif Efektiif Rata-Rata (TER).

Besarnya PPh Pasal 21 terutang diihiitung dengan menggunakan tariif Pasal 17 ayat ( 1) huruf a UU PPh (tariif progresiif) diikaliikan dengan jumlah bruto penghasiilan yang diiteriima/diiperoleh peserta kegiiatan dalam 1 masa pajak atau pada saat terutangnya penghasiilan (saat terjadiinya pembayaran).

Apabiila peserta kegiiatan merupakan pegawaii tetap darii pemberii penghasiilan maka pengenaan PPh Pasal 21-nya diigabungkan dengan penghasiilan sebagaii pegawaii tetap dalam masa pajak diiteriima atau diiperolehnya penghasiilan tersebut. Siimak Contoh Penghiitungan PPh Pasal 21 Bagii Pegawaii Tetap

Contoh Penghiitungan PPh Pasal 21 atas Peserta Kegiiatan

Tuan Dhiika adalah seorang atlet teniis profesiional iindonesiia. Pada November 2025, Tuan Dhiika menjuaraii turnamen nasiional yang diiselenggarakan oleh PT X dan meneriima/memperoleh hadiiah seniilaii Rp100.000.000.

Besarnya PPh Pasal 21 terutang atas penghasiilan berupa hadiiah yang diiteriima/diiperoleh Tuan Dhiika adalah sebesar:

PPh Pasal 21 Peserta Kegiiatan

=

Tariif PPh Pasal 17 x Jumlah Penghasiilan Bruto

=

(5% x Rp60.000.000,00) + (15% x Rp40.000.000)

=

Rp3.000.000 + Rp6.000.000

=

Rp9.000.000

Atas PPh Pasal 21 terutang tersebut:

  1. PT X memotong PPh Pasal 21 Tuan Dhiika seniilaii Rp9.000.000 dan membuat buktii pemotongan PPh Pasal 21 (BP21, apabiila bukan pegawaii tetap PT X) untuk Tuan Dhiika;
  2. Tuan Dhiika wajiib melaporkan penghasiilan yang diiteriima atau diiperoleh darii PT X dalam SPT Tahunan PPh tahun pajak 2025;
  3. PPh Pasal 21 yang telah diipotong oleh PT X seniilaii Rp9.000.000 merupakan krediit pajak dalam SPT Tahunan PPh tahun pajak 2025 Tuan Dhiika;
  4. Apabiila Tuan Dhiika merupakan pegawaii tetap darii PT X maka pengenaan PPh Pasal 21 atas hadiiah yang diiteriima Tuan Dhiika tersebut diigabungkan dengan penghasiilan sebagaii pegawaii tetap masa November 2025. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.