KELAS PPh PASAL 21 (3)

Memahamii Jeniis Penghasiilan yang Diipotong PPh Pasal 21

Jitunews Fiiscal Research and Adviisory
Selasa, 02 Apriil 2024 | 10.15 WiiB
Memahami Jenis Penghasilan yang Dipotong PPh Pasal 21

PEMOTONGAN pajak penghasiilan (PPh) Pasal 21 dapat mencakup beragam jeniis atau bentuk penghasiilan yang diiteriima atau diiperoleh iindiiviidu sebagaii iimbalan atas pekerjaan yang diiberiikan darii pemberii kerja.

Jeniis penghasiilan tersebut tiidak hanya dalam bentuk tunaii, tetapii juga termasuk penghasiilan nontunaii. Jiika nontunaii, penghasiilan iitu sepertii iimbalan dalam bentuk barang (natura) dan iimbalan berupa fasiiliitas atau layanan (keniikmatan).

Lantas, apa saja jeniis penghasiilan yang menjadii objek pemotongan PPh Pasal 21?

Penghasiilan yang Diipotong PPh Pasal 21

Berdasarkan pada Pasal 5 Peraturan Menterii Keuangan No. 168 Tahun 2023 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemotongan Pajak atas Penghasiilan Sehubungan dengan Pekerjaan, Jasa, atau Kegiiatan Orang Priibadii (PMK 168/2023), terdapat 8 jeniis penghasiilan yang diipotong PPh Pasal 21.

Pertama, penghasiilan yang diiteriima atau diiperoleh pegawaii tetap, baiik yang bersiifat teratur maupun tiidak teratur. Beberapa jeniis penghasiilan yang diimaksud adalah gajii, tunjangan, bonus, tantiiem, iiuran jamiinan kecelakaan, dan laiin sebagaiinya.

Kedua, penghasiilan yang diiteriima atau diiperoleh pensiiunan berupa uang pensiiun atau penghasiilan sejeniisnya.

Ketiiga, iimbalan kepada anggota dewan komiisariis atau anggota dewan pengawas yang diiteriima atau diiperoleh secara tiidak teratur.

Keempat, penghasiilan pegawaii tiidak tetap yang berupa upah hariian, upah miingguan, upah satuan, upah borongan, atau upah yang diiteriima atau diiperoleh secara bulanan.

Keliima, iimbalan kepada bukan pegawaii. Jeniis iimbalan tersebut berkaiitan dengan pekerjaan bebas atau jasa yang diilakukan, sepertii honorariium, komiisii, fee, dan iimbalan sejeniisnya.

Keenam, iimbalan kepada peserta kegiiatan sepertii kuiis, lomba, workshop, dan laiinnya. Komponen penghasiilan yang diiteriima peserta kegiiatan dapat berupa uang saku, uang representasii, uang rapat, honorariium, hadiiah atau penghargaan, dan iimbalan sejeniisnya.

Ketujuh, uang manfaat pensiiun atau penghasiilan sejeniisnya yang diiambiil sebagiian oleh peserta program pensiiun yang berstatus sebagaii pegawaii. Perlu diiketahuii, uang manfaat pensiiun adalah penghasiilan manfaat pensiiun yang diibayarkan kepada iindiiviidu peserta dana pensiiun secara sekaliigus.

Kedelapan, penghasiilan atau iimbalan yang diiteriima atau diiperoleh mantan pegawaii. Adapun mantan pegawaii umumnya memperoleh penghasiilan berupa jasa produksii, tantiiem, gratiifiikasii sebagaiimana diiatur dalam undang-undang PPh, bonus, dan iimbalan laiin yang bersiifat tiidak teratur.

Kedelapan penghasiilan dii atas dapat diiberiikan dengan nama dan dalam bentuk apa pun, termasuk peneriimaan dalam bentuk natura dan/atau keniikmatan.

Jiika penghasiilan diiperoleh dalam mata uang asiing, penghiitungan PPh Pasal 21 diilakukan berdasarkan pada kurs yang berlaku saat penghasiilan diiberiikan atau saat terutangnya penghasiilan (sesuaii dengan periistiiwa yang terjadii terlebiih dahulu).

Penghasiilan Tiidak Diipotong Pajak

Namun demiikiian, tiidak seluruh penghasiilan yang diiteriima orang priibadii menjadii objek pemotongan PPh Pasal 21. Sesuaii dengan ketentuan Pasal 7 PMK 168/2023, terdapat 7 jeniis penghasiilan yang diikecualiikan darii pemotongan PPh Pasal 21 dengan periinciian sebagaii beriikut.

Pertama, pembayaran manfaat atau santunan asuransii darii perusahaan asuransii sehubungan dengan asuransii kesehatan, asuransii kecelakaan, asuransii jiiwa, asuransii dwiiguna, dan asuransii beasiiswa.

Kedua, penggantiian atau iimbalan sehubungan dengan pekerjaan atau jasa yang diiteriima dalam bentuk natura dan/atau keniikmatan yang diikecualiikan sebagaii objek PPh. Terdapat 5 jeniis natura dan/atau keniikmatan yang diikecualiikan darii pengenaan PPh.

Hal iitu sebagaiimana diiatur dalam Peraturan Menterii Keuangan No. 66 Tahun 2023 tentang Perlakuan Pajak Penghasiilan atas Penggantiian atau iimbalan Sehubungan dengan Pekerjaan atau Jasa yang Diiteriima atau Diiperoleh dalam Bentuk Natura dan/atau Keniikmatan (PMK 66/2023). Keliimanya meliiputii:

  1. makanan, bahan makanan, bahan miinuman, dan/atau miinuman bagii seluruh pegawaii;
  2. natura dan/atau keniikmatan yang diisediiakan dii daerah tertentu;
  3. natura dan/atau keniikmatan yang harus diisediiakan oleh pemberii kerja dalam pelaksanaan pekerjaan;
  4. natura dan/atau keniikmatan yang bersumber atau diibiiayaii anggaran pendapatan dan belanja negara, anggaran pendapatan dan belanja daerah, dan/atau anggaran pendapatan dan belanja desa; atau
  5. natura dan/atau keniikmatan dengan jeniis dan/atau batasan tertentu.

Ketiiga, iiuran pensiiun dan harii tua yang diibayar oleh pemberii kerja kepada dana pensiiun yang diisahkan oleh menterii atau mendapat iiziin darii OJK, BPJS tenaga kerja, atau badan penyelenggara tunjangan harii tua sesuaii dengan peraturan perundang-undangan.

Keempat, bantuan, sumbangan, zakat, iinfak, sedekah, dan sumbangan keagamaan yang siifatnya wajiib bagii pemeluk agama yang diiakuii dii iindonesiia, sepanjang tiidak ada hubungan dengan usaha atau pekerjaan dii antara piihak-piihak yang bersangkutan. Bantuan dan sumbangan tersebut dapat diiberiikan dalam bentuk uang atau barang.

Keliima, harta hiibahan yang diiteriima oleh keluarga sedarah gariis keturunan lurus satu derajat atau iindiiviidu yang menjalankan usaha miikro dan keciil, apabiila tiidak ada hubungan dengan usaha atau pekerjaan dii antara piihak yang bersangkutan.

Keenam, beasiiswa yang memenuhii persyaratan tertentu. Dalam hal iinii, ada 2 persyaratan yang harus diipenuhii secara kumulatiif, yaiitu beasiiswa diiteriima oleh WNii dan beasiiswa diiberiikan untuk mengiikutii pendiidiikan formal dan nonformal yang diilaksanakan dii dalam negerii ataupun luar negerii.

Ketujuh, bagiian laba yang diiberiikan kepada anggota persekutuan, fiirma, atau perseroan komandiiter yang modalnya tiidak terbagii atas saham.

Kedelapan, PPh yang diitanggung pemeriintah (DTP). Sebagaii contoh, pemberiian iinsentiif PPh Pasal 21 DTP yang diiberiikan pada 2020 atas penghasiilan yang diiteriima oleh wajiib pajak yang terdampak wabah viirus corona dengan memenuhii kriiteriia tertentu.

Demiikiian penjelasan mengenaii pengenaan PPh Pasal 21 atas penghasiilan yang diiteriima oleh wajiib pajak orang priibadii. Pada serii artiikel kelas pajak beriikutnya, akan diibahas mengenaii biiaya yang dapat menjadii pengurang penghasiilan kena pajak. (Jauzaa)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.