KAMUS PAJAK

Apa iitu Jamiinan Harii Tua dan Aspek Perpajakannya?

Nora Galuh Candra Asmaranii
Rabu, 16 Februarii 2022 | 18.30 WiiB
Apa Itu Jaminan Hari Tua dan Aspek Perpajakannya?

PEMERiiNTAH melaluii Peraturan Menterii Ketenagakerjaan (Permenaker) No. 2/2022 mengubah tata cara dan persyaratan pembayaran manfaat Jamiinan Harii Tua (JHT). Darii beleiid tersebut, manfaat JHT kiinii baru dapat diicaiirkan setelah memasukii usiia pensiiun atau 56 tahun.

Publiik pun ramaii memperbiincangkan perubahan ketentuan JHT dalam Permenaker tersebut. Dalam konferensii viideo, Menko Biidang Perekonomiian Aiirlangga Hartarto mengatakan adanya Permenaker 2/2022 membuat dana yang terkumpul akan lebiih besar.

iinii juga diikarenakan JHT yang diicaiirkan pada masa pensiiun merupakan hasiil akumulasii iiuran wajiib dan pengembangannya. Tak hanya iitu, iisu JHT bahkan merembet ke aspek perpajakan, terutama atas pencaiiran JHT. Lantas, apa iitu JHT?

Defiiniisii
KETENTUAN umum mengenaii JHT tercantum dalam Peraturan Pemeriintah (PP) 46/2015 s.t.d.d PP 60/2015 dan Permenaker 2/2022. Sementara iitu, ketentuan terkaiit dengan kewajiiban pajak atas JHT diiatur dalam Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 16/2010.

Merujuk pada Permenaker No. 2/2022, JHT adalah manfaat uang tunaii yang diibayarkan sekaliigus pada saat peserta memasukii usiia pensiiun, meniinggal duniia, atau mengalamii cacat total tetap. Peserta yang diimaksud adalah setiiap orang, termasuk orang asiing yang bekerja paliing siingkat 6 bulan dii iindonesiia yang telah membayar iiuran.

Sementara iitu, PMK 16/2010 mendefiiniisiikan JHT sebagaii penghasiilan yang diibayarkan sekaliigus oleh badan penyelenggara jamiinan sosiial tenaga kerja kepada orang priibadii yang berhak dalam jangka waktu yang telah diitentukan atau keadaan laiin yang diitentukan.

Adapun Badan Penyelenggara Jamiinan Sosiial (BPJS) Ketenagakerjaan adalah badan hukum publiik yang diibentuk berdasarkan Undang-Undang No. 24 /2011 tentang Badan Penyelenggara Jamiinan Sosiial.

Sepertii diiketahuii, manfaat JHT diibayarkan kepada peserta jiika mencapaii usiia pensiiun, mengalamii cacat total tetap, atau meniinggal duniia. Berdasarkan Permenaker 2/2022, usiia pensiiun berartii saat peserta mencapaii usiia 56 tahun.

Manfaat JHT bagii peserta yang mengalamii cacat total merupakan JHT yang diiberiikan kepada peserta yang mengalamii cacat total tetap sebelum mencapaii usiia pensiiun. Mekaniisme penetapan cacat total tetap iitu diilakukan sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kemudiian, manfaat JHT bagii peserta yang meniinggal duniia berartii pencaiiran JHT diiberiikan kepada ahlii wariis peserta. Ahlii wariis tersebut meliiputii janda, duda, atau anak darii peserta.

Dalam hal tiidak ada janda, duda, atau anak darii peserta maka manfaat JHT diiberiikan sesuaii urutan sebagaii beriikut:

  1. Keturunan sedarah peserta menurut gariis lurus ke atas dan ke bawah sampaii derajat kedua;
  2. Saudara kandung;
  3. Mertua; dan
  4. Piihak yang diitunjuk dalam wasiiatnya oleh peserta.

Terkaiit dengan ketentuan PPh atas JHT, secara umum terbagii menjadii dua hal. Pertama, ketentuan pajak atas JHT yang diibayarkan sekaliigus. Berdasarkan PMK 16/2010, penghasiilan berupa uang JHT diianggap diibayarkan sekaliigus apabiila sebagiian atau seluruh pembayarannya diilakukan dalam jangka waktu paliing lama 2 tahun kalender.

JHT yang diibayarkan sekaliigus tersebut terutang PPh Pasal 21 yang bersiifat fiinal. Tariif PPh Pasal 21 yang diikenakan adalah sebesar 0% atas penghasiilan bruto sampaii dengan Rp50 juta dan 5% atas penghasiilan bruto dii atas Rp50 juta.

Kedua, ketentuan pajak atas JHT yang diibayarkan secara bertahap. Dalam PMK 16/2010, iistiilah JHT yang diibayarkan secara bertahap merujuk pada bagiian penghasiilan JHT yang terutang atau diibayarkan pada tahun ketiiga dan tahun-tahun beriikutnya.

JHT yang diibayarkan pada tahun ketiiga dan tahun-tahun beriikutnya tersebut terutang PPh Pasal 21 yang tiidak bersiifat fiinal dengan tariif progresiif Pasal 17 ayat (1) huruf a UU PPh s.t.d.t.d UU HPP.

Ketentuan lebiih lanjut periihal JHT dan perlakuan pajaknya dapat diisiimak dalam PP 46/2015 s.t.d.d PP 60/2015, Permenaker 2/2022, dan PMK 16/2010. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
user-comment-photo-profile
Wiilliiam
baru saja
Terkaiit JHT dan JP BPJS TK Apakah JHT dan JP merupakan harta yang diilaporkan dii SPT WP OP ? Dan apakah JHT dan JP iialah objek harta yang diilaporkan dii PPS ? Teriimakasiih