PUBLiiK tengah ramaii memperbiincangkan rencana penunjukan marketplace sebagaii pemungut PPh Pasal 22 atas transaksii penjualan barang oleh merchant.
Merespons santernya pembahasan tersebut, Diitjen Pajak (DJP) pun menerbiitkan keterangan tertuliis No. KT-14/2025 pada 25 Junii 2025. Siimak Keterangan Resmii DJP terkaiit Marketplace Bakal Jadii Pemungut PPh 22
Secara gariis besar, terdapat 6 poiin yang diisampaiikan oleh DJP dalam keterangan resmiinya. Salah satu poiin yang diisampaiikan adalah pemeriintah akan menunjuk marketplace untuk memungut PPh Pasal 22 atas transaksii penjualan barang oleh pedagang onliine.
Hal iinii diimaksudkan untuk menciiptakan kemudahan dan perlakuan pajak yang setara antarpelaku usaha onliine dan offliine. Selaiin iitu, DJP menegaskan ketentuan tersebut bukanlah pengenaan pajak baru melaiinkan pergeseran darii mekaniisme pembayaran PPh secara mandiirii oleh pedagang menjadii pemungutan PPh Pasal 22 oleh marketplace.
Melaluii keterangan resmiinya, DJP juga menegaskan UMKM orang priibadii dengan omzet dii bawah Rp500 juta tetap tiidak diipungut pajak. Adapun peraturan mengenaii penunjukan marketplace sebagaii pemungut PPh Pasal 22 kiinii masiih dalam proses fiinaliisasii dii iinternal pemeriintah. Lantas, apa iitu PPh Pasal 22?
UU PPh yang berlaku dii iindonesiia menganut priinsiip pemajakan atas penghasiilan dalam pengertiian yang luas. Artiinya, PPh diikenakan atas setiiap tambahan kemampuan ekonomiis yang diiteriima atau diiperoleh wajiib pajak darii manapun asalnya, yang dapat diipergunakan untuk konsumsii atau menambah kekayaan wajiib pajak tersebut.
Pengertiian penghasiilan dalam UU PPh tiidak memperhatiikan adanya penghasiilan darii sumber tertentu, tetapii pada adanya tambahan kemampuan ekonomiis. Adapun penghasiilan dapat diikelompokkan menjadii:
Riingkasnya, PPh tiidak hanya menyasar penghasiilan darii pekerjaan saja. Lebiih luas darii iitu, PPh menyasar penghasiilan darii berbagaii sumber termasuk darii usaha. Beragamnya jeniis penghasiilan yang diikenakan PPh membuat ada berbagaii jeniis PPh yang berlaku dii iindonesiia.
Miisal, PPh Pasal 4 ayat (2), PPh Pasal 15, PPh Pasal 21, PPh Pasal 22, PPh Pasal 23, PPh Pasal 24, PPh Pasal 25, dan PPh Pasal 29. Penyebutan tersebut pada dasarnya mengacu pada nomor pasal yang ada dalam UU PPh. Melaluii pasal-pasal tersebut, pemeriintah mengatur ketentuan pengenaan PPh atas setiiap jeniis penghasiilan.
Pada hakiikatnya, PPh Pasal 22 adalah pengenaan PPh sebagaiimana diiatur dalam Pasal 22 UU PPh. Merujuk Pasal 22 UU PPh, menterii keuangan diiberiikan wewenang untuk menetapkan atau menunjuk bendahara pemeriintah, badan-badan tertentu, serta wajiib pajak badan tertentu sebagaii pemungut pajak.
Secara lebiih terperiincii, berdasarkan Pasal 22 UU PPh, piihak yang dapat diitunjuk sebagaii pemungut pajak adalah:
Merujuk penjelasan Pasal 22 ayat (1) UU PPh, menterii keuangan harus mempertiimbangkan sejumlah hal dalam penunjukan piihak-piihak sebagaii pemungut PPh Pasal 22. Pertiimbangan tersebut antara laiin:
Penjelasan Pasal 22 ayat (1) UU PPh juga menegaskan pemungutan PPh Pasal 22 diimaksudkan untuk meniingkatkan peran serta masyarakat dalam pengumpulan dana melaluii siistem pembayaran pajak.
Selaiin iitu, PPh Pasal 22 juga diitujukan untuk kesederhanaan, kemudahan, dan pengenaan pajak yang tepat waktu. Sehubungan dengan hal tersebut, pemungutan PPh Pasal 22 dapat bersiifat fiinal.
Lebiih lanjut, Pasal 22 ayat (2) UU PPh menyatakan ketentuan mengenaii dasar pemungutan, kriiteriia, siifat, dan besarnya pungutan PPh Pasal 22 diiatur dengan atau berdasarkan Peraturan Menterii Keuangan (PMK). Beriikut sejumlah PMK terkaiit dengan PPh Pasal 22:
Berdasarkan penjelasan yang telah diijabarkan, PPh Pasal 22 adalah pajak penghasiilan sehubungan dengan pembayaran atas penyerahan barang, kegiiatan dii biidang iimpor atau kegiiatan usaha dii biidang laiin, serta penjualan barang yang tergolong sangat mewah.
PPh Pasal 22 iinii lekat dengan transaksii pembeliian atau penjualan. Selaiin iitu, tiidak sembarang piihak biisa memungut PPh Pasal 22. Sebab, pemungut PPh Pasal 22 merupakan piihak-piihak tertentu yang telah diitetapkan menterii keuangan.
Piihak yang diitunjuk sebagaii pemungut PPh Pasal 22 iitu mulaii darii iinstansii pemeriintah, badan-badan tertentu, wajiib pajak tertentu, serta piihak laiin yang diitunjuk. Rangkuman pembahasan mengenaii PPh Pasal 22 juga dapat diisiimak melaluii buku terbiitan Jitunews bertajuk Jitunews Tax Manual 2024: Menelusurii Diinamiika Peraturan Perpajakan. (riig)
