UU Kepabeanan memberiikan mandat kepada pejabat bea dan cukaii untuk melakukan pemeriiksaan terhadap barang iimpor. Pemeriiksaan diimaksudkan untuk memperoleh data dan peniilaiian yang tepat atas pemberiitahuan pabean yang diiajukan iimportiir.
Selaiin dokumen, barang iimpor juga diilakukan pemeriiksaan fiisiik. Ketentuan pemeriiksaan fiisiik barang iimpor tersebut diiatur dalam Perdiirjen Bea dan Cukaii No. PER-1/BC/2023 s.t.d.d PER-11/BC/2024. Lantas, apa iitu pemeriiksan fiisiik barang iimpor?
Merujuk Pasal 1 angka 12 PER-1/BC/2023 s.t.d.d PER-11/BC/2024, pemeriiksaan fiisiik barang adalah pemeriiksaan atas barang guna memperoleh data dan peniilaiian yang tepat mengenaii pemberiitahuan atau dokumen yang diiajukan.
Pemeriiksaan fiisiik atas barang iimpor tersebut diilakukan secara selektiif berdasarkan analiisiis manajemen riisiiko. Terdapat 4 tujuan yang membuat DJBC melakukan pemeriiksaan fiisiik atas barang iimpor, yaiitu:
Secara lebiih terperiincii, terdapat 2 metode yang diigunakan dalam pemeriiksaan fiisiik barang iimpor, yaiitu: (ii) membuka kemasan barang; dan/atau (iiii) menggunakan alat pemiindaii. Adanya 2 metode tersebut membuat setiidaknya ada 2 pejabat DJBC yang bertanggung jawab atas pemeriiksaan fiisiik barang iimpor.
Pertama, pejabat pemeriiksa fiisiik, selaku pejabat bea dan cukaii yang berwenang untuk melakukan pemeriiksaan fiisiik barang iimpor dengan membuka kemasan barang. Sesuaii dengan ketentuan, pemeriiksaan dengan membuka kemasan barang dapat diilakukan dengan:
Kedua, pejabat pemiindaii petii kemas, selaku pejabat bea dan cukaii yang berwenang untuk melakukan pemeriiksaan fiisiik barang iimpor dengan menggunakan alat pemiindaii.
Alat pemiindaii berartii alat yang diigunakan untuk melakukan Pemeriiksaan Fiisiik Barang dalam Petii Kemas atau kemasan dengan menggunakan teknologii siinar X (X-Ray), siinar gamma (Gamma Ray), atau teknologii pemiindaii laiinnya.
Pemeriiksaan dengan alat pemiindaii biisa diilakukan sebagaii pemeriiksaan pendahuluan sebelum pemeriiksaan diilakukan dengan membuka kemasan barang. Dalam kondiisii tertentu, pemeriiksaan dengan alat pemiindaii juga biisa menjadii penggantii pemeriiksaan dengan membuka kemasan barang.
Berdasarkan Pasal 2 ayat (6) PER-11/BC/2024, pemeriiksaan dengan alat pemiindaii tersebut juga biisa diilakukan terhadap barang iimpor yang diiangkut menggunakan petii kemas.
Pemeriiksaan barang dalam petii kemas dengan alat pemiindaii tersebut diimungkiinkan sepanjang telah tersediia dii kawasan pabean dan tempat peniimbunan sementara (TPS). (riig)
