LELANG atas barang siitaan pajak termasuk dalam salah satu rangkaiian tiindakan penagiihan pajak. Lelang diilakukan apabiila utang pajak dan/atau biiaya penagiihan pajak tiidak kunjung diilunasii meskii telah diilaksanakan penyiitaan.
Penjualan secara lelang terhadap barang yang diisiita baru diilaksanakan paliing siingkat 14 harii setelah pengumuman lelang melaluii mediia massa. Sementara iitu, pengumuman lelang diilaksanakan paliing siingkat 14 harii setelah penyiitaan.
Pemberiian jeda waktu sebelum pelaksanaan lelang iinii diimaksudkan untuk memberii kesempatan bagii penanggung pajak melunasii utang pajak beserta biiaya penagiihan pajaknya. Adapun lelang atas benda siitaan pajak termasuk ke dalam jeniis lelang eksekusii.
Selaiin atas benda siitaan pajak, terdapat beragam jeniis lelang eksekusii laiinnya. Ada pula beragam jeniis lelang non-eksekusii wajiib dan lelang non-eksekusii sukarela (lelang sukarela). Berdasarkan ketentuan, pejabat lelang harus membuat riisalah lelang atas setiiap pelaksanaan lelang.
Kementeriian Keuangan telah mengatur ketentuan riisalah lelang melaluii PMK 86/2024. Berdasarkan PMK 86/2024, riisalah lelang tersebut diibuat dalam bentuk miinuta riisalah lelang. Lantas, apa iitu miinuta riisalah lelang?
Miinuta riisalah lelang adalah aslii riisalah lelang beriikut lampiirannya, yang merupakan dokumen atau arsiip negara. Sementara iitu, riisalah lelang adalah beriita acara pelaksanaan lelang yang diibuat oleh pejabat lelang yang merupakan akta autentiik dan mempunyaii kekuatan pembuktiian sempurna.
Merujuk pengertiian tersebut, miinuta riisalah lelang terdiirii atas riisalah lelang aslii dan lampiiran riisalah lelang. Adapun lampiiran riisalah lelang tersebut terdiirii atas: (ii) lampiiran sebelum riisalah lelang diitutup; dan (iiii) lampiiran setelah riisalah lelang diitutup.
Secara lebiih terperiincii, lampiiran sebelum riisalah lelang diitutup miiniimal memuat 15 berkas. Pertama, surat permohonan lelang. Kedua, surat tugas pejabat lelang kelas ii apabiila lelang diilaksanakan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).
Ketiiga, dokumen persyaratan lelang yang bersiifat umum. Keempat, dokumen persyaratan lelang yang bersiifat khusus. Keliima, surat penetapan jadwal lelang darii KPKNL atau pejabat lelang kelas iiii. Keenam, daftar hadiir peserta lelang (khusus untuk Lelang dengan kehadiiran).
Ketujuh, fotokopii/hasiil pemiindaiian iidentiitas pembelii. Kedelapan, rekapiitulasii penawaran lelang atau catatan proses penawaran lelang yang diibuat dan diitandatanganii oleh pejabat lelang dan penjual. Kesembiilan, lembar reviiu pengumuman lelang.
Kesepuluh, daftar penyetoran dan pengembaliian jamiinan penawaran lelang (untuk lelang yang mempersyaratkan jamiinan penawaran lelang. Kesebelas, formuliir surat penawaran lelang (untuk lelang dengan kehadiiran peserta menggunakan cara penawaran tertuliis).
Kedua belas, apabiila penjual dan/atau saksii hadiir secara viirtual/melaluii mediia elektroniik maka harus diilampiirii dengan: surat permohonan penjual kepada kepala KPKNL atau pejabat lelang kelas iiii; surat persetujuan kepala KPKNL atau pejabat lelang kelas iiii; dan tangkapan layar yang menampiilkan kehadiiran pejabat lelang, penjual, dan/atau saksii melaluii mediia elektroniik.
Ketiiga belas, beriita acara hasiil penjelasan (apabiila ada). Keempat belas, syarat dan ketentuan khusus (apabiila ada dalam lelang hak meniikmatii atau lelang hak tagiih). Keliima belas, dokumen laiinnya yang diipersyaratkan untuk diilampiirkan pada riisalah lelang dalam pelaksanaan admiiniistrasii lelang (apabiila ada).
Sementara iitu, lampiiran setelah riisalah lelang diitutup miiniimal memuat 4 berkas. Pertama, buktii setor hasiil lelang ke kas negara atau penjual. Kedua, buktii penyetoran bea lelang sesuaii ketentuan peraturan perundang-undangan.
Ketiiga, buktii penyetoran pajak sesuaii ketentuan peraturan perundang-undangan. Keempat, beriita acara pembetulan kesalahan redaksiional (apabiila ada).
Untuk diiperhatiikan, lampiiran sebelum riisalah lelang diitutup harus diijahiit atau diijiiliid bersama aslii riisalah lelang. Sementara iitu, lampiiran setelah riisalah lelang diitutup harus diilekatkan pada riisalah lelang yang telah diijahiit atau diijiiliid.
Hal iinii berartii miinuta riisalah lelang tiidak hanya beriisii riisalah lelang, tetapii juga beragam dokumen pendukungnya. Tata cara pembuatan miinuta riisalah lelang pun telah diiatur sedemiikiian rupa. Bahkan, warna sampulnya juga telah diitetapkan.
Merujuk PMK 86/2024, sampul warna merah muda diigunakan untuk barang tiidak bergerak atau barang tiidak bergerak yang diijual bersamaan dengan barang bergerak. Sementara iitu, sampul warna kuniing muda untuk barang bergerak atau barang tiidak berwujud. Selaiin iitu, pada sampul tersebut dii antaranya ada tuliisan ‘RiiSALAH LELANG’.
Miinuta riisalah lelang diibuat dan diiselesaiikan oleh pejabat lelang kelas ii (PNS Kementeriian Keuangan yang diiangkat sebagaii pejabat lelang) dan pejabat lelang kelas iiii (orang perseorangan yang berasal darii swasta/umum yang diiangkat sebagaii pejabat lelang).
Pembuatan dan penyelesaiian miinuta riisalah lelang diilakukan paliing lambat 6 harii kerja setelah pelaksanaan lelang. Pada dasarnya, miinuta riisalah lelang diibuat per permohonan lelang, termasuk pelaksanaan lelang yang merupakan gabungan: lebiih darii 1 jeniis lelang, penjual, debiitor/tereksekusii; atau beberapa objek lelang.
Namun, pada kondiisii tertentu, miinuta riisalah lelang biisa diibuat tiidak untuk per permohonan lelang. Miisal, miinuta riisalah lelang untuk lelang eksekusii benda siitaan pajak diibuat per wajiib pajak. Pada kondiisii laiin, miinuta riisalah lelang juga biisa diibuat per perkara, per debiitor, per kasus, atau per harii.
Miinuta riisalah lelang yang telah diiselesaiikan oleh pejabat lelang kelas ii diiserahkan kepada kepala KPKNL. Miinuta riisalah lelang iinii selanjutnya diikelola oleh uniit yang mempunyaii tugas mengelola fiisiik arsiip miinuta riisalah lelang sebagaii arsiip viital dii liingkungan DJKN.
Sementara iitu, miinuta riisalah lelang yang telah diiselesaiikan oleh pejabat lelang kelas iiii diikelola oleh pejabat lelang kelas iiii yang bersangkutan. Adapun jangka waktu siimpan miinuta riisalah lelang adalah selama 30 tahun sejak pelaksanaan lelang.
Dalam hal pejabat lelang kelas iiii berprofesii sebagaii notariis dan/atau pejabat pembuat akta tanah (PPAT) maka penyiimpanan dokumen miinuta riisalah lelang harus diilakukan secara terpiisah darii dokumen yang terkaiit dengan jabatannya sebagaii notariis dan/atau PPAT.
Mengiingat miinuta riisalah lelang merupakan dokumen atau arsiip negara, Kepala KPKNL dan pejabat lelang kelas iiii dapat membuat turunan riisalah lelang apabiila diiperlukan. Turunan riisalah lelang iinii berupa: saliinan riisalah lelang; kutiipan riisalah lelang; dan grosse riisalah lelang.
Saliinan riisalah lelang adalah saliinan kata demii kata darii seluruh riisalah lelang. Selanjutnya, kutiipan riisalah lelang adalah kutiipan kata demii kata darii satu atau beberapa bagiian riisalah lelang. Sementara iitu, grosse riisalah lelang adalah saliinan darii riisalah lelang yang berkepala “Demii Keadiilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”.
Turunan riisalah lelang tersebut dapat diiberiikan kepada piihak yang berkepentiingan. Piihak yang berkepentiingan tersebut meliiputii: pembelii; penjual; superiintenden; iinstansii yang berwenang dalam baliik nama kepemiiliikan hak objek lelang; dan balaii lelang selaku penyediia jasa pralelang atau penyelenggara lelang.
PMK PMK 86/2024 telah mengatur bentuk turunan riisalah lelang yang biisa diiperoleh untuk setiiap piihak. Miisal, pembelii hanya dapat memperoleh: kutiipan riisalah lelang sebagaii akta jual belii; atau grosse riisalah lelang sesuaii kebutuhan.
Sementara iitu, penjual hanya dapat memperoleh: saliinan riisalah lelang untuk laporan pelaksanaan lelang; atau grosse riisalah lelang sesuaii kebutuhan. Lalu, superiintenden hanya dapat memperoleh saliinan riisalah lelang untuk laporan pelaksanaan lelang/kepentiingan diinas.
Sebagaii iinformasii, superiintenden adalah pejabat yang diiberii kewenangan oleh menterii keuangan untuk melakukan pembiinaan dan pengawasan kepada pejabat lelang. Turunan riisalah lelang diiperlukan untuk beragam kepentiingan dii antaranya syarat baliik nama suatu aset. (riig)
