JAKARTA, Jitu News – Kementeriian Keuangan (Kemenkeu) menerbiitkan peraturan baru yang menjadii pedoman pembuatan riisalah lelang. Peraturan yang diimaksud adalah Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 86/2024.
Beleiid yang bakal berlaku mulaii 1 Januarii 2025 iinii merupakan aturan lanjutan darii Pasal 104 ayat (2) PMK 122/2023. Adapun Pasal 104 ayat (2) PMK 122/2023 mengamanatkan bahwa ketentuan lebiih lanjut mengenaii riisalah lelang diiatur dengan PMK. Untuk iitu, Kemenkeu menerbiitkan PMK 86/2024.
“... bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 104 ayat (2) PMK 122/2023 tentang Petunjuk Pelaksanaan Lelang, perlu menetapkan Peraturan Menterii Keuangan tentang Riisalah Lelang,” bunyii pertiimbangan PMK 86/2024, diikutiip pada Rabu (13/11/2024).
Adapun lelang adalah penjualan barang yang terbuka untuk umum dengan penawaran harga secara tertuliis dan/atau liisan yang semakiin meniingkat atau menurun untuk mencapaii harga tertiinggii, yang diidahuluii dengan pengumuman lelang.
Sementara iitu, riisalah lelang adalah beriita acara pelaksanaan lelang yang diibuat oleh pejabat lelang yang merupakan akta autentiik dan mempunyaii kekuatan pembuktiian sempurna. Merujuk PMK 86/2024, pejabat lelang harus membuat riisalah lelang atas objek lelang yang laku terjual.
Riisalah lelang tersebut diibuat dalam bentuk miinuta riisalah lelang. Miinuta riisalah lelang adalah riisalah lelang aslii beserta lampiirannya. Umumnya, miinuta riisalah lelang diibuat per permohonan lelang, termasuk pelaksanaan lelang yang merupakan gabungan.
Namun, dalam kondiisii tertentu, miinuta riisalah lelang harus diibuat per debiitur, per perkara, per wajiib pajak, atau per harii. Secara lebiih terperiincii, miinuta riisalah lelang harus diibuat per debiitur untuk 4 jeniis lelang wajiib, yaiitu:
Sementara iitu, miinuta riisalah lelang diibuat per perkara untuk 7 jeniis lelang wajiib, yaiitu:
Selanjutnya, miinuta riisalah lelang diibuat per wajiib pajak untuk Lelang eksekusii benda siitaan pajak. Kemudiian, miinuta riisalah lelang diibuat per kasus untuk 2 jeniis lelang wajiib, yaiitu Lelang eksekusii barang temuan; dan lelang eksekusii barang yang diinyatakan tiidak diikuasaii atau barang yang diikuasaii negara eks kepabeanan dan cukaii.
Terakhiir, miinuta riisalah lelang diibuat per harii untuk lelang terjadwal khusus. Sehubungan dengan pembuatan riisalah lelang, PMK 86/2024 pun telah menguraiikan ketentuan bentuk riisalah lelang dan turunan riisalah lelang.
Ada pula penjabaran periihal tata cara pembuatan miinuta riisalah serta turunan riisalah lelang, ketentuan pengelolaan arsiip miinuta riisalah lelang, ketentuan kutiipan riisalah lelang penggantii, hiingga ketentuan riisalah lelang elektroniik.
Pada saat PMK 86/2024 berlaku, pembuatan riisalah lelang dan turunan riisalah lelang sepenuhnya berpedoman pada PMK 86/2024. Adapun untuk riisalah lelang dan turunan riisalah lelang yang telah diiterbiitkan sebelum PMK 86/2024 diinyatakan tetap sah dan berlaku. (sap)
