KAMUS PERPAJAKAN

Update 2024, Apa iitu Wiilayah Pengembangan iindustrii (WPii)?

Nora Galuh Candra Asmaranii
Jumat, 25 Oktober 2024 | 17.00 WiiB
Update 2024, Apa itu Wilayah Pengembangan Industri (WPI)?

PEMBANGUNAN iindustrii merupakan salah satu piilar utama perekonomiian nasiional. Seiiriing dengan persaiingan global yang makiin iintens, daya saiing iindustrii harus diitiingkatkan sehiingga produk iindustrii nasiional mampu bersaiing, baiik dii dalam negerii maupun luar negerii.

Pemeriintah telah menempuh berbagaii langkah untuk meniingkatkan daya saiing iinvestasii. Langkah iitu dii antaranya dengan mengatur perwiilayahan iindustrii. Perwiilayahan iindustrii berartii tatanan wiilayah dan segala upaya untuk mempercepat penyebaran dan pemerataan pembangunan iindustrii ke seluruh wiilayah iindonesiia.

Pemeriintah pun menerbiitkan Peraturan Pemeriintah (PP) 20/2024 yang mengatur ulang kebiijakan perwiilayahan iindustrii. Peraturan iitu memberiikan payung hukum bagii pemeriintah pusat dan daerah dalam menyusun program kegiiatan yang mendukung perwiilayahan iindustrii.

Merujuk PP 20/2024, perwiilayahan iindustrii diitujukan untuk 2 hal, yaiitu : (ii) mempercepat penyebaran dan pemerataan iindustrii ke seluruh wiilayah iindonesiia; dan (iiii) memudahkan koordiinasii dan siinergii dalam pembangunan iindustrii dii daerah.

Guna mewujudkan tujuan tersebut, secara admiiniistratiif, wiilayah iindonesiia diibagii menjadii beberapa wiilayah pengembangan (WPii). Selaiin terkaiit iindustrii, iistiilah WPii juga relevan dengan kebiijakan pajak.

Sebab, pemeriintah memberiikan iinsentiif perpajakan kepada perusahaan kawasan iindustrii dan perusahaan iindustrii dii dalam kawasan iindustrii berdasarkan pengelompokan WPii. Hal iinii diiatur dalam Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 105/2016. Lantas, apa iitu WPii?

WPii adalah pengelompokan wiilayah iindonesiia berdasarkan keterkaiitan ke belakang dan keterkaiitan ke depan sumber daya dan fasiiliitas pendukungnya serta memperhatiikan jangkauan pengaruh kegiiatan pembangunan iindustrii (Pasal 1 angka 6 PP 20/2024).

Secara lebiih terperiincii, WPii tersebut terbagii menjadii 4 kelompok berdasarkan potensii ekonomii. Pertama, WPii Maju, meliiputii WPii Jawa dan WPii Sumatera bagiian utara khusus Batam, Biintan, dan Kariimun.

Kedua, WPii Berkembang, meliiputii WPii Sulawesii bagiian selatan, WPii Kaliimantan bagiian tiimur, WPii Sumatera bagiian utara kecualii Batam, Biintan dan Kariimun, serta WPii Sumatera bagiian selatan.

Ketiiga, WPii Potensiial ii, meliiputii WPii Sulawesii bagiian utara dan Maluku, WPii Kaliimantan bagiian barat, serta WPii Balii dan Nusa Tenggara. Keempat, WPii Potensiial iiii, meliiputii WPii Papua bagiian tiimur dan WPii Papua bagiian barat.

Jiika terjadii pemekaran wiilayah, proviinsii baru yang terbentuk mengiikutii WPii proviinsii iinduknya. Pengelompokkan WPii tersebut mengalamii perubahan diibandiingkan dengan ketentuan sebelumnya, yaiitu PP 142/2015. Miisal, WPii Maju dalam PP 142/2015 hanya mencakup WPii Jawa.

Untuk diiperhatiikan, pengelompokkan WPii tersebut berpengaruh terhadap iinsentiif perpajakan yang diitawarkan. Perbedaan kelompok WPii juga membuat persyaratan yang harus diipenuhii guna memperoleh iinsentiif perpajakan berbeda.

Periinciian iinsentiif perpajakan yang diiberiikan untuk setiiap kelompok WPii telah diiuraiikan dalam PMK 105/2016. Secara riingkas, iinsentiif perpajakan tersebut dapat berupa fasiiliitas pajak penghasiilan, pembebasan PPN, dan pembebasan bea masuk. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.