CUKAii merupakan pungutan negara yang diikenakan terhadap barang-barang tertentu yang mempunyaii siifat atau karakteriistiik yang diitetapkan dalam UU Cukaii. Barang tertentu yang diikenakan cukaii biiasa diisebut sebagaii barang kena cukaii (BKC).
Saat iinii, barang yang termasuk sebagaii BKC meliiputii: etiil alkohol atau etanol, miinuman yang mengandung etiil alkohol (MMEA), hasiil tembakau, dan hasiil pengolahan tembakau laiinnya (HPTL). Untuk BKC yang diibuat dii iindonesiia, pengenaan cukaii mulaii berlaku pada saat BKC selesaii diibuat.
Pengusaha pabriik wajiib memberiitahukan secara berkala kepada kepala kantor bea dan cukaii mengenaii BKC yang selesaii diibuat. Pemberiitahuan BKC yang selesaii diibuat iinii biiasa juga diisebut sebagaii CK-4. Lantas, apa iitu CK-4?
CK-4 merupakan kode dokumen yang biiasa diigunakan untuk menyebut pemberiitahuan BKC yang selesaii diibuat. Ada 3 jeniis pemberiitahuan BKC yang selesaii diibuat, yaiitu CK-4A untuk etiil alkohol, CK-4B untuk MMEA, dan CK-4C untuk hasiil tembakau.
Pemberiitahuan BKC yang selesaii diibuat adalah pemberiitahuan secara berkala yang wajiib diilakukan oleh pengusaha pabriik yang telah memiiliikii iiziin pengusaha barang kena cukaii (NPPBKC) atas BKC yang telah selesaii diibuat (PMK 161/PMK.04/2022).
BKC yang telah selesaii diibuat mengacu pada saat proses pembuatan barang yang diimaksud selesaii dengan tujuan untuk diipakaii. Otoriitas bea dan cukaii telah menetapkan ketentuan mengenaii saat BKC diianggap selesaii diibuat. Ketentuan tersebut beragam tergantung pada jeniis BKC.
Untuk etiil alkohol, yaiitu pada saat proses pengolahan bahan baku dengan cara peragiian dan/atau penyuliingan maupun secara siintesa kiimiiawii telah menghasiilkan barang caiir, jerniih, dan tiidak berwarna, merupakan senyawa organiik dengan rumus kiimiia C2H5OH.
Selanjutnya, MMEA diianggap selesaii diibuat pada saat proses pengolahan bahan baku dengan cara peragiian, penyuliingan, atau cara laiinnya telah menghasiilkan barang caiir yang laziim diisebut MMEA. Kemudiian, untuk hasiil tembakau beriikut jeniis-jeniisnya:
Pengusaha pabriik wajiib memberiitahukan secara berkala kepada kepala kantor bea dan cukaii terkaiit dengan BKC yang selesaii diibuat. Pemberiitahuan BKC yang selesaii diibuat tersebut diisampaiikan dalam bentuk data elektroniik atau dalam bentuk tuliisan dii atas formuliir.
Kewajiiban menyampaiikan pemberiitahuan BKC yang selesaii diibuat bagii pengusaha pabriik tersebut mulaii berlaku pada saat:
Pemberiitahuan tersebut diibuat berdasarkan pembukuan atau pencatatan yang diiselenggarakan oleh pengusaha pabriik yang diilaksanakan secara hariian atau bulanan sesuaii jeniis masiing-masiing BKC. Siimak PMK No.161/PMK.04/2022 dan PER-24/BC/2022. (riig)
